ArsipDua Jurnalis Perancis Yang Ditangkap di Wamena Jadi Tersangka

Dua Jurnalis Perancis Yang Ditangkap di Wamena Jadi Tersangka

Sabtu 2014-08-09 00:39:30

PAPUAN, Jayapura — Dua jurnalis Perancis yang ditangkap di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, 7 Agustus 2014, sekitar pukul 15.00 WIT kemarin, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh aparat Kepolisian Daerah Papua, siang tadi.

Kedua jurnalis tersebut bernama Thomas Dandois (40) dan Valentine Bourrat (29), yang sehari-harinya dikabarkan bekerja untuk Televisi Arte di Perancis.

 

Kabid Humas Polda Papua, Komisaris Besar Polisi, Pudjo Sulistiyo kepada wartawan mengungkapkan, penetapan tersangka bagi kedua jurnalis karena ada indikasi sedang berusaha menghubungi kelompok kriminal bersenjata pimpinan Enden Wanimbo di Lanny Jaya.

 

“Keduanya telah melakukan peliputan ilegal dan menyalahi UU Keimigrasian,” kata Pudjo.

 

Pudjo menuturkan, kedua jurnalis itu telah melanggar izin tinggal pasal 122 huruf a UU No 6/2011 UU Imigrasi. Mereka terancam hukuman lima tahun penjara dan denda Rp 500 juta.

 

Terkait penangkapan kedua jurnalis tersebut, sekertaris Ikatan Jurnalis Televesi Indonesia (IJTI) Papua dan Papua Barat, Chanry Suripatty menuturkan, jika kedua jurnalis tersebut menyalahi UU keimigrasian, seharusnya ditangani oleh pihak imigrasi.

 

“Gubernur Papua saja sudah jelas mengatakan bahwa jurnalis asing silakan datang ke Papua untuk meliput, karena itu aparat jangan terlalu curiga berlebihan kepada jurnalis asing,” katanya.

 

Menurut Suripatty, seharusnya setelah ditangkap, kedua jurnalis tersebut diserahkan kepada pihak Imigrasi, karena yang berwenang memulangkan kedua jurnalis tersebut adalah pihak imigrasi, bukan aparat kepolisian.

 

“Jangan dorong ke pidana lagi, tapi segera serahkan kepada pihak imigrasi, agar kedua jurnalis itu bisa dikembalikan ke negara asal,” katanya.

 

OKTOVIANUS POGAU

Terkini

Populer Minggu Ini:

Kepala Suku Abun Menyampaikan Maaf Atas Pernyataannya yang Menyinggung Intelektual Abun

0
“Kepala suku jangan membunuh karakter orang Abun yang akan maju bertarung di Pilkada 2024. Kepala suku harus minta maaf,” kata Lewi dalam acara Rapat Dengar Pendapat itu.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.