Ketua DPRD Tolikara: Saya Tidak Kenal Oknum yang Polisi Tangkap di Puncak Jaya

0
1084

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Sonny Wanimbo, Ketua DPRD Tolikara menegaskan bahwa dirinya tidak kenal dan tidak pernah ketemu dengan Ratius Murib alias Neson Murib yang ditangkap Satgas Nemangkawi pada 14 Juni 2021 karena diduga merupakan jaringan penjual senjata api (senpi) dan amunisi ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Puncak Jaya, Papua.

Berkaitan dengan hal tersebut, Sonny Wanimbo didampingi Aloysius Renwarin penasehat hukum dari partai dan Dias Gwijangge, Senior mahasiswa Papua di Jakarta memberikan keterangan dalam rangka melakukan klarifkasi atas tuduhan terhadap Sonny yang beredar sejak 14 Juni lalu di berbagai media masa di Indonesia.

Sonny menyatakan bahwa dirinya tidak mengenal Ratius Murib alias Neson Murib. Dan baru memberikan keterangan karena dia baru tiba pada 18 Juni di Jayapura dari daerah setelah mendapat informasi terkait tuduhan terhadap dirinya.

“Saya baru tiba di Jayapura dari daerah. Saya kewalahan tiket di wamena dan baru sampai di sini. Saya tegaskan bahwa saya tidak kenal dengan orang yang polisi tangkap. Ketemu pun tidak pernah. Dan tidak pernah memberikan uang,” tegasnya kepada wartawan di Abepura, Sabtu (19/6/2021).

Baca Juga:  Rakyat Papua Menunggu Sikap Politik Istana Terkait Permintaan MRP Tanah Papua

Wanimbo mengatakan, keterangan lebih lanjut akan diberikan kepada polisi kalua dipanggil, karena sampai saat ini dia mengaku belum dipanggil oleh Polda Papua.

ads

“Sampai saat ini belum ada surat panggilan dari Polda papua,” katanya.

Lebih lanjut, dia menduga ada pencemaran nama baiknya yang dilakukan pihak keamanan berdasarkan keterangan yang didapat dari Ratius Murib alias Neson Murib saat diinterogas.

“Status saya bukan tersangka. Saya belum dipanggil juga. Tetapi di dalam pemberitaan itu sudah keluar dengan nama jelas. Bukan sebut oknum, atau alias,” jelasnya.

Menurut dia, pihak keaman telah mendahului proses hukum. Dimana saat dirinya belum dipanggil, dimintai keterangan, diperiksa dan ditersangkakan, namanya sudah diumumkan lewat media massa.

“Saya melihat pihak keamanan tidak melihat ini dengan baik dan saya merasa ini pencemaran nama baik saya dan pembunuhan karakter secara tersitematis karena nama saya disebut sebelum ada pemanggilan, pemeriksaan, bahkan belum ditersangkakan,” tegas Wanimbo.

Baca Juga:  POHR Desak TNI Ungkap Proses Hukum Kasus Penganiayaan Moses Yewen

Dia menambahkan jika dirinya siap untuk memberikan keterangan kepada pihak keamanan jika diapnggil.

“Sampai saat ini belum ada pemanggilan. Kalau ada pemanggilan dari Polda, saya berikan keterangan lebih jelas,” katanya.

Aloysius Renwarin, Kuasa Hukum Sonny Wanimbo mengatakan, sebagai kuasa hukum, tentu pihaknya akan menempuh beberapa langkah hukum.

“Langkah hukum yang akan diambil adalah hari ini kami jumpa pers. Kedua kalau ada pemanggilan dari Polda kami akan melakukan pendampingan hukum,” jelas Renwarin.

Lanjut Renwarin, pihaknya akan menempuh jalur hukum jika ada tuduhan yang tidak berdasar terhadap kliennya.

“Kalau ada tuduhan lain yang tidak berdasar, kami akan tempuh jalur hukum. Kami koalisi, lebih dari 100 pengacara ada di belakang ketua DPRD,” tegasnya.

Renwarin mengaku, kliennya telah memberikan klarifikasi terkait isu yang sedang beredar kepada pimpinan partai nasdem di Provinsi Papua.

“Nasdem Papua kami sudah klarifikasi dan dari partai akan ada langkah-langkah untuk mendukung Sonny,” bebernya.

Saat menjawab pertanyaan dari wartawan, Sonny Kembali menegaskan bahwa dirinya tidak kenal dengan Ratius Murib alias Neson Murib.

Baca Juga:  Pembagian Paket Tidak Transparan Bagi Pengusaha Asli Papua

“Saya tidak kenal dengan oknum yang pihak keamanan tangkap. Keterangan lebih lanjut akan saya berikan di Polda kalau ada pemanggilan. Saya tidak kenal orang itu karena saya orang Tolikara. Kabupaten beda. Tempat kuliahnya juga saya di Jakarta. Bukan di Bali,” tegasnya.

Sebelumnya, pada 14 Juni 2021 lalu Satgas Operasi Nemangkawi telah menangkap Ratius Murib alias Neson Murib  di bandara Mulia, Puncak Jaya, Papua.

Kepala Satgas Humas Operasi Nemangkawi, Kombes Iqbal Alqudusy mengatakan, polisi menduga Neson Murib mendapat uang sebesar Rp370 juta dari Ketua DPRD Kabupaten Tolikara, Sonny Wanimbo.

Uang itu, lanjut dia, diketahui turut diamankan aparat saat menangkap Neson Murid ketika sedang transit di Bandara Mulia, Kabupaten Puncak Jaya untuk pergi ke Timika Senin  14 Juni 2021 lalu.

“Saat ini tim penyidik baru mendalami keterlibatan semua pihak yang diduga,” kata  Kombes Iqbal Alqudusy  seperti diberitakan CNNIndonesia.

Pewarta: Arnold Belau

Artikel sebelumnyaDPRD Yahukimo Desak Bupati Segera Cairkan Dana Desa Bagi 517 Kampung
Artikel berikutnyaVIDEO: Klarifikasi Sonny Wanimbo, Ketua DPRD Tolikara