“Berkat” di Hari Raya untuk Jukir di Pasar Remu

0
1117
salah satu parkiran di paar Remu kota sorong (Reiner Brabar-SP))
adv
loading...

SORONG,SUARAPAPUA.com — Para Juru Parkir (Jukir) di Pasar Remu, Sorong, Papua Barat panen besar pada Hari Raya Natal. Mereka mendapat uang dari hasil bayar parkir sedikit lebih banyak dari biasanya.

Jack, salah satu Jukir di Pasar Remu bercerita kepada suarapapua.com. Dia dan beberapa kawan sprofesi yang sering menjaga parkiran di pasar Remu mendapat sedikit pemasukan yang lebih banyak dari hari-hari biasa karena pengunjung pasar banyak.

Pengunjung pasar yang datang kebanyakan untuk membeli kebutuhan Hari Raya, dengan tujuan untuk membeli bahan makanan, maupun pakaian.

Pantauan Suara Papua, memang areal parkir penuh. Para pembeli dan penjual datang dan pergi dari pasar. Mereka memarkir kendaraan mereka di areal parkir yang disiapkan dan dijaga beberapa Juru Parkir.

Baca Juga:  10 Nakes Mimika Ikuti Konferensi Internasional Neurovaskular

“Setiap hari raya pastinya saya dan teman-teman tukang parkir mendapatkan berkat tersendiri. Kami sangat bersyukur bisa mendapatkan hasil yang lebih banyak dari biasanya. Tarif 1 kendaraan roda dua Rp.2.000 sekali parkir,” ungkap Jack  saat di temui di area parkiran pasar Remu, (27/12/2021).

ads

Jack bercerita, pengunjung mulai ramai  sejak tanggal 22 desember lalu. Kalau hari biasa, Jack bilang, mereka mendapat uang laba bersih antara 75-100 ribu rupiah setiap hari. Tetapi pada saat mendekati hari raya sampai tahun baru, mereka mendapat laba bersih sekitar 300 – 600 ribu per hari.

Baca Juga:  Pemerintah dan Komnas HAM Turut Melanggar Hak 8.300 Buruh Moker PTFT

“Kami bersyukur karena pendapatan kami pas hari raya ini lumayan. Cukup untuk memenuhi kebutuhan hari raya keluarga kami,” katanya.

Andi, salah satu pengunjung pasar kepada Suara Papua mengatakan, dia ke pasar karena banyak kebutuhan yang harus dibeli di pasar.

“Saya ke pasar karena di pasar inilah satu-satunya tempat untuk beli keperluan hari raya. Pengunjung di sini beda dengan biasanya. Sekarang ini pengunjung pasar banyak sekali. Banyak penjual juga. Mereka jual berbagai macam barang,” katanya.

Baca Juga:  MRP-PBD: Pemkab Sorong Wajib Melindungi Masyarakat Adat Moi

Andi berharap pihak pemerintah Kota Sorong [pengelola pasar] bisa memperhatikan kebutuhan tukang parkir di area pasar Remu. Serta menertibkan pedangan yang berjualan di badan jalan.

“Area parkir di sini sangat sempit, kondisi ramai seperti sekarang ini biasanya kendaraan roda dua di pakir hingga menutupi badan jalan, belum lagi pedangang yang berjualan hingga di atas badan jalan. Pemerintah juga harus memperhatikan kebutuhan tukang seperti rompi agar penggunjung juga membedakan mana tukang parkir mana penggunjung pasar, sehingga tidak terjadi hal-hal yang kita tidak diinginkan,” tukasnya.

 

Pewarta: Reiner Brabar

Editor: Arnold Belau

 

Artikel sebelumnyaSoal BP3OKP, APAP Nabire: Negara Terapkan Kolonisasi Struktural di Papua
Artikel berikutnyaASN Yahukimo Terdakwa Kasus Amunisi divonis 2 tahun 10 bulan di PN Wamena