Filep Karma: Rakyat Papua Bukan Minta Pemekaran DOB, Tapi Pemekaran Negara West Papua

0
979
Filep Jacob Semuel Karma, mantan tahanan politik Papua yang juga tokoh Papua merdeka, saat berorasi di Abepura ketika demo damai tolak DOB Petisi Rakyat Papua di Jayapura, Papua, Jumat (1/4/2022). (Agus Pabika - SP)
adv
loading...

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com – Filep Karma, mantan Tapol Papua ketika menghadiri aksi demo damai Petisi Rakyat Papua (PRP) di lingkaran Abepura, Kota Jayapura, Papua, Jumat (1/4/2022) menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa dan rakyat Papua yang terus bersuara tentang penindasan dengan cara damai dan bermartabat. Karena menyampaikan pendapat di muka umum dilindungi oleh undang-undang di negara demokrasi ini.

“Mereka yang hari ini hadir adalah mereka yang sadar akan kebebasan mereka di atas tanahnya sendiri, dan melakukan aksi perlahan secara damai di dalam kota, dan ini yang harus dan terus dilakukan oleh kita di dalam kota,” kata Filep di putaran Abepura, Jayapura.

Ia juga mengumpamakan kebijakan negara yang diberikan ke rakyat Papua seperti pemberlakuan program KB dua anak lebih baik. Hal ini sama halnya pemberlakuan Otsus dengan diberikan pemekaran Provinsi Papua dan Papua Barat. Harusnya dengan dua provinsi lebih baik, malah tambah kacau. Tidak ada kedamaian, kekerasan terus berlanjut perlawanan dari rakyat Papua terus ada jadi buat apa lagi mau bikin pemekaran di tanah Papua,” tegasnya.

Baca Juga:  Aksi Penghijauan di Grasberg Dalam Rangka Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2024

Katanya, rakyat Papua hari ini secara damai menuntut kemerdekaan karena itu solusi yang terbaik bagi orang Papua di atas tanah Papua. Bukan Otsus, Pemekaran DOB dan program pembangunan lainnya di tanah Papua.

“Rakyat Papua hari ini sadar dan bersuara untuk hak politik mereka sebagai bangsa yang besar yang ingin hidup sebagai satu bangsa seperti bangsa lain di dunia,” tutunya.

ads
Baca Juga:  Pemerintah dan Komnas HAM Turut Melanggar Hak 8.300 Buruh Moker PTFT

Menurutnya, pemerintah pusat mestinya bukan memberikan pemekaran provinsi bagi masyarakat Papua, melainkan memberikan negara baru bagi bangsa Papua. Karena itu yang dituntuk oleh rakyat Papua saat ini.

“Rakyat Papua tidak minta pemekaran provinsi melainkan mereka minta pemekaran negara West Papua. Itu yang harus diberikan dan itupun juga yang dituntut rakyat Papua, baik dalam kota maupun di hutan,” tegasnya.

Philipus Robaha, aktivis Solidaritas Nasional Mahasiswa Pemuda Papua (SONAMAPA) dalam orasinya menegaskan bahwa Otsus dan pemekaran daerah tidak akan pernah membawa kesejahteraan bagi rakyat Papua. Malah menjadi musibah bagi masyarakat, di mana tanah dan SDA mereka di rampas dan dieksploitasi untuk kepentingan investor dan para jenderal di Jakarta.

Baca Juga:  ASN dan Honorer Setiap OPD di Paniai Dibekali Ilmu Protokoler dan Menulis

“Kita yang hari ini hadir dan duduk hari ini yang sadar akan penindasan yang sedang terjadi oleh negara Indonesia. Di mana ruang demokrasi dibungkam, kriminalisasi aktivitas Papua sebagai bentuk negara Indonesia tidak menghargai rakyat Papua sebagai pemilik negeri,” tegasnya.

Maka perlawanan secara damai akan terus di lakukan oleh mahasiswa dan rakyat Papua, selama ruang demokrasi kami dibungkam oleh aparat kepolisian secara tidak langsung. Tetapi cara ini sebenarnya mereka jugalah yang membantu rakyat Papua dalam proses cepatnya kemerdekaan Papua.

 

Pewarta: Agus Pabika
Editor: Elisa Sekenyap

Artikel sebelumnyaMSG Dapat Sokongan Dana 100.000 USD Dari Polisi Republik Indonesia
Artikel berikutnyaGereja Kingmi Koordinator Wilayah Yahukimo Siap Rayakan Hut Enam April