PolhukamKriminalSatu Warga Sipil Tewas, Begini Pernyataan Ketua DPRD Deiyai

Satu Warga Sipil Tewas, Begini Pernyataan Ketua DPRD Deiyai

DEIYAI, SUARAPAPUA.com— Insiden penembakan yang menewaskan satu warga sipil saat sedang bermain bulu tangkis di aula kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Deiyai, Minggu (26/6/2022) malam, diminta kepada pihak berwajib segera usut siapa pelakunya dan diproses melalui jalur hukum.

“Aparat keamanan segera ungkap pelaku dan memberikan hukuman sesuai undang-undang yang berlaku,” ujar Petrus Badokapa, ketua DPRD kabupaten Deiyai, melalui siaran pers yang diterima Redaksi Suara Papua.

Atas nama lembaga DPRD, keluarga dan pribadi, Petrus menyampaikan turut berbelasungkawa atas tewasnya satu warga sipil atas nama Muhammad Jainal (29) dalam insiden penembakan itu.

“Sebagai sesama manusia, saya turut berdukacita yang mendalam atas tewasnya satu warga kami ini. Semoga Allah memberi penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan.”

Dalam pernyataan resmi ketua DPRD kabupaten Deiyai mengutuk keras kepada siapapun pelaku penembakan yang menewaskan satu orang itu. Muhammad Jainal atau akrab disapa Enal diketahui lahir dan besar di Waghete, ibu kota kabupaten Deiyai.

“Kami lembaga DPRD kabupaten Deiyai sangat menyayangkan penembakan tersebut. Kejadian seperti ini sangat tidak diinginkan oleh seluruh umat manusia,” ujarnya.

Petrus mengaku sangat heran dengan kejadian tersebut karena terjadi di depan kantor Kodim Deiyai dan area perkantoran Pemkab Deiyai. Bahkan, di bagian timur dari lokasi kejadian ada markas Polres Deiyai yang sementara tempati kantor Bappeda Deiyai. Juga, satu komplek dengan pos Brimob.

Baca Juga:  MRP Papua Tengah Berharap Adanya Penyelesaian Konflik Papua Secara Menyeluruh

“Hal ini tentu buat semua pihak bertanya-tanya. Karena selama ini tidak pernah OPM atau TPNPB lakukan penembakan di seluruh wilayah kabupaten Deiyai, terutama di area perkantoran, Tigidoo,” kata Badokapa.

Menurut Petrus, kejadian penembakan ini sejarah baru yang terjadi di kabupaten Deiyai.

“Selama ini, kejadian seperti ini tidak pernah terjadi,” tegasnya.

Lanjut Badokapa, “Kami DPRD kabupaten Deiyai menilai ada orang-orang tertentu sedang berupaya ciptakan kondisi Deiyai untuk tidak aman. Karena, sejak hadirnya kabupaten Deiyai hingga saat ini, Deiyai merupakan salah satu kabupaten teraman di Papua.”

Buktinya, kata dia, selama ini tidak pernah terjadi kejadian aneh yang merugikan banyak pihak.

“Semua pihak sudah kerja sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di kabupaten Deiyai, baik itu saudara-saudari pedagang yang berasal dari luar Papua maupun orang asli Deiyai.”

Terkait lokasi kejadiannya di dalam aula gedung DPRD, Badokapa menduga ada pihak tertentu sedang berusaha merusak lembaga DPRD Deiyai.

“Untuk ke depan, lembaga DPRD tidak akan pernah izinkan kegiatan selain dari dinas. Jika ada pihak yang ingin gunakan aula DPRD Deiyai, harus meminta izin dengan surat resmi,” ujarnya.

Informasi bahwa pelaku menggunakan satu pucuk laras panjang, menurut Petrus, itu hal baru yang terjadi di Deiyai karena selama ini masyarakat kabupaten Deiyai tidak pernah lakukan perampasan senjata dalam bentuk apapun dari aparat keamanan yang bertugas di seluruh wilayah Deiyai.

Baca Juga:  Pemuda Adat Bersama Pemilik Dusun Tolak Perusahaan Ilegal di Kapiraya

Karena itu, penyelenggara permainan bulu tangkis di aula DPRD Deiyai diminta segera bertanggungjawab terhadap kejadian penembakan itu. Sebab jika tidak ada pertandingan, insiden tersebut sangatlah tidak mungkin terjadi.

DPRD Deiyai lanjut Petrus, menolak dengan tegas penambahan pasukan keamanan dari satuan apapun hanya karena dengan kejadian ini.

“Lembaga DPRD Deiyai juga menolak segala cara yang sedang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu dalam rangka menciptakan keadaan Deiyai ini sebagai daerah konflik.”

DPRD Deiyai juga menolak dengan tegas segala tuduhan yang salah kepada masyarakat Deiyai sebelum ada pengungkapan pelaku dengan sebutan KKB, dan lain-lain.

“Di Deiyai tidak ada KKB,” tegasnya.

Pasca insiden penembakan tersebut, Petrus Badokapa mengimbau kepada seluruh masyarakat kabupaten Deiyai agar tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu tidak benar.

“Jalankan pekerjaan sehari-hari kita seperti biasa,” harapnya.

Petrus menambahkan, DPRD bersama pemerintah daerah, pihak keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda akan duduk bersama untuk membicarakan kejadian tersebut.

Hal lain yang disarankan, aparat keamanan tidak berlebihan menyampaikan ke media massa soal kasus penembakan itu sebelum semua pihak duduk bersama untuk bicarakan masalah ini.

Baca Juga:  TPNPB Umumkan Duka Nasional Atas Meninggalnya Mayor Detius Kogoya di Paniai

Kapolres Deiyai AKBP Herzoni Saragih dan Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri melalui Kabid Humas Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal membenarkan kasus penembakan yang menewaskan satu orang di Waghete, kabupaten Deiyai.

Kejadiannya sekira Pukul 21.33 WIT di aula kantor DPRD kabupaten Deiyai, jalan poros Tigidoo, distrik Tigi, kabupaten Deiyai.

Pelaku tiga orang tidak dikenal, menembak menggunakan satu pucuk senjata laras panjang dari pintu masuk aula kantor DPRD Deiyai terhadap enam orang yang sedang bermain bulu tangkis di dalam aula kantor DPRD Deiyai.

Satu orang terkena tembakan, sempat dilarikan ke RSUD Paniai, tetapi tidak tertolong. Jenazahnya telah diterbangkan ke kampung halamannya di kabupaten Barru, provinsi Sulawesi Selatan, sehari sesudahnya.

Pasca kasus penembakan, selain berkoordinasi dengan para tokoh masyarakat di kabupaten Deiyai serta meminta keterangan dari para saksi untuk mendapatkan data-data lebih akurat terkait insiden itu, aparat kepolisian juga menjaga situasi Kamtibmas tetap aman dengan meningkatkan patroli skala besar di wilayah hukum Polres Deiyai.

Selain itu, melakukan kesiapsiagaan Mako Polres Deiyai beserta personil dan meminta dukungan penebalan personil dari Polres Dogiyai dan Polres Paniai. (*)

REDAKSI

 

Terkini

Populer Minggu Ini:

Freeport Serahkan Tiga Ton Bama Bagi Warga Distrik Iwaka yang Terdampak...

0
"Kami mengapresiasi dukungan PTFI dan semoga kerja sama ini terus berjalan dengan baik. Terima kasih PTFI selalu hadir untuk masyarakat Mimika dan sebagai bagian mitra kerja pemerintah," kata Mozes.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.