BeritaKesehatanPSC Diresmikan, Pelayanan Harus Sesuai Nama ‘Hasale Hakhoisobo’

PSC Diresmikan, Pelayanan Harus Sesuai Nama ‘Hasale Hakhoisobo’

SENTANI, SUARAPAPUA.com — Pada acara perayaan natal di lingkungan Dinas Kesehatan kabupaten Jayapura, Rabu (18/1/2023), gedung Public Safety Center (PSC) 119 diresmikan Triwarno Purnomo, penjabat bupati Jayapura.

Dalam sambutannya, Triwarno akui PSC sudah ada sejak tahun 2016 hingga kini. Hanya saja, masih banyak pihak di kabupaten Jayapura yang belum tahu kerjanya PSC. Karena itu, diharapkan perbanyak sosialisasi kepada masyarakat di kabupaten Jayapura.

“Mungkin masih banyak masyarakat di kabupaten Jayapura yang belum tahu PSC ini. Sesuai laporan, sudah ada sejak 2016,” katanya.

Kehadiran PSC diharapkan dapat bekerja sesuai jalurnya melayani masyarakat.

“Supaya ini bekerja sesuai dengan alur kerja PSC, saya berharap sosialisasi harus terus dilakukan kepada masyarakat agar benar-benar merasakan dampak dari hadirnya PSC ini,” jelas Triwarno.

Baca Juga:  Aparat Datangi Lokasi Tempat Kegiatan Doa Bersama Pengukuhan Struktur ULMWP di Expo Waena

Dalam pelayanan PSC bagi masyarakat, para kepala distrik diminta lebih aktif mengarahkan masyakaratnya.

“Keterlibatan kepala-kepala distrik sangat penting bagaimana sampai menghubungi call center PSC 119 itu,” kata Triwarno.

Ditegaskan, pelayanan PSC tak hanya bagi yang ada di perkotaan saja.

“Jangan hanya yang di kota, tetapi saya harap pelayanan PSC bisa menjangkau saudara-saudari kita yang jauh sekali di kampung-kampung sana,” pintanya.

Triwarno juga menyarankan warga masyarakat tak usah panik lagi ketika melihat suatu kejadian di jalan atau di mana pun.

“Kalau nanti ada tetangga atau keluarga yang sakit gawat darurat, tidak usah panik. Bisa langsung hubungi call center 119.”

Baca Juga:  FAO Bareng Masyarakat Yoboi Tanam dan Kelola Sagu Sebagai Pangan Lokal

Keberadaan PSC dan Hasale Hakhoisobo diharapkan tak hanya sekedar nama saja, tetapi tugas pelayanannya harus dijalankan maksimal.

“Semua sudah komitmen, karena kasih nama itu sudah komitmen baru kasih nama. Nanti kalau ada laporan tentang pelaksanaannya tidak sesuai komitmen, ya berarti kita rubah nama. Rubah nama itu rubah segalanya. Jadi, mari kita dari hati terdalam memaknai nama Hasale Hokhoisobo,” lanjutnya.

Hasale Hakhoisobo dalam bahasa Sentani, artinya “cepatlah tolong saya”.

Lanjut Purnomo berharap kepada petugas agar bekerja sesuai nama yang telah disepakati bersama.

“Nanti pas ada panggilan dari masyakarat, terus nanti alasannya ‘ah ini tidak ada uang bensin jadi tidak bisa jalan lagi, aduh jangan-jangan” dan lainnya, seperti begitu di bidang kesehatan itu persoalan besar.”

Baca Juga:  Terdakwa Kasus KDRT Divonis 6 Bulan, Jaksa Didesak Naik Banding Demi Rasa Keadilan Korban

Untuk itu, para petugas harus bekerja dengan sungguh-sungguh dalam menciptakan SDM yang cerdas dan berkualitas.

“Karena kita mau SDM Papua yang hebat, SDM yang luar biasa. SDM Papua yang cerdas itu kita yang sebagai pelayan ini melayani dengan baik di bidang kesehatan,” tegas Purnomo.

Sementara, Vicky Demena, seorang warga masyakarat asal distrik Depapre, kabupaten Jayapura, mengaku pernah konfirmasi ke PSC, tetapi lambat respons.

“Memang ini sudah lama ada. Kita ini dari kampung pernah panggil, telepon masuk, mereka jawab, cuma tindakan yang lambat,” kata Vicky.

Pewarta: Yance Wenda
Editor: Markus You

Terkini

Populer Minggu Ini:

Referendum Vanuatu Berupaya Menanamkan Stabilitas Setelah Pemerintahan Terbuka

0
"Vanuatu memiliki sistem pemerintahan yang demokratis, tetapi ketika referendum berfokus pada penghapusan hak konstitusional seorang anggota Parlemen, apakah kita masih berada di negara demokrasi?" kata seorang pengguna bernama Peserta Anonim di grup Facebook Yumi Tok Tok Stret.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.