ADVERTORIALIntan Jaya BangkitPemkab Intan Jaya Siap Kirim 70 Calon Mahasiswa ke Bandung

Pemkab Intan Jaya Siap Kirim 70 Calon Mahasiswa ke Bandung

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Dalam rangka menyiapkan sumber daya manusia (SDM) bidang kesehatan di kabupaten Intan Jaya, pemerintah daerah di masa kepemimpinan Apolos Bagau akan mengirim 70 pelajar untuk kuliah di kota Bandung, Jawa Barat.

Kebijakan pemerintah kabupaten (Pemkab) Intan Jaya membiayai puluhan mahasiswa-mahasiswi mulai tahun ini dibuktikan dengan penandatanganan nota kesepahaman bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan dua lembaga perguruan tinggi di Bandung, Sabtu (10/6/2023).

Penjabat bupati Apolos Bagau atas nama Pemkab Intan Jaya meneken MoU dengan Institut Kesehatan Immanuel (IKI) Bandung dan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Bandung, dihadiri perwakilan kedua belah pihak.

Dalam sambutannya, Apolos Bagau mengaku prihatin dengan tidak kondusifnya situasi daerah selama beberapa tahun terakhir yang berimbas ke pelayanan kesehatan masyarakat. Minimnya tenaga kesehatan terutama putra daerah Intan Jaya juga selalu menyulitkan untuk melayani masyarakat di saat situasi tidak aman.

Baca Juga:  Anggota PKK Intan Jaya Dibekali Pengetahuan Tentang Ketahanan Pangan dan Bisnis

Dengan menyadari fakta lapangan seperti itu, pihaknya merasa memang perlu ada gebrakan untuk menjawab persoalan di bidang kesehatan yang bahkan diakui selama ini masih jauh tertinggal.

Karena itulah program kerjasama dengan dua perguruan tinggi di Bandung, kata Apolos Bagau, dilakukan Pemkab Intan Jaya untuk menyiapkan SDM tenaga kesehatan yang siap bertugas pada saatnya nanti.

“Saya rasa program ini sangat tepat, sehingga saya sangat mendukung Dinas Kesehatan untuk menjalankan kerjasama dengan kampus terbaik ini. Harapan kami, dengan adanya tenaga kesehatan yang lebih berkompeten siap menjawab tantangan dalam rangka membangun kesehatan masyarakat di kabupaten Intan Jaya,” tuturnya.

Baca Juga:  PJ Bupati Intan Jaya Secara Resmi Membuka Pelaksanaan Pekan Nasional Imunisasi Polio di Sugapa

Apolos Bagau menambahkan, kerja sama dengan dua lembaga pendidikan itu merupakan bagian dari program kerjanya demi menyiapkan SDM tenaga kesehatan di kabupaten Intan Jaya.

Tindaklanjut dari penandatanganan kerjasama tersebut, pada tahun akademik 2023/2024 akan dikirim puluhan anak Intan Jaya ke Bandung. Mereka akan kuliah di IKI Bandung dan Poltekkes Kemenkes Bandung.

Lantas, berapa peserta didik yang akan dikirim Pemkab Intan Jaya pada tahun ini?

Menurut Agustinus Bagau, kepala Dinas Kesehatan kabupaten Intan Jaya, tahun pertama ini pihaknya siap kirim 70 orang calon mahasiswa untuk belajar di dua kampus kesehatan itu.

“Tahun ini Pemkab Intan Jaya akan mengirim 70 orang untuk kuliah di dua kampus yang baru saja kami kerjasama ini. Anak-anak kami ini berasal dari hampir semua kampung dan distrik yang ada di kabupaten Intan Jaya,” kata Agustinus.

Baca Juga:  Alat Berat Dibakar OTK di Intan Jaya, PT GS Siap Bertanggungjawab

Dari kuota yang disediakan Pemkab Intan Jaya, 51 anak akan kuliah di IKI Bandung dan 19 lainnya di kampus Poltekkes Kemenkes Bandung.

“Keseluruhan dengan masing-masing jurusan dan program studi seperti keperawatan, kebidanan, farmasi, gizi, sanitasi, dan laboratorium medis,” jelasnya.

Agustinus Bagau menyatakan, penyiapan SDM kesehatan mendapat prioritas utama sebagai wujud dukungan nyata terhadap program presiden dan penjabat bupati Intan Jaya.

“Kami bergerak untuk menyiapkan sumber daya manusia di bidang kesehatan. Kami harus mewujudkan program nasional di bidang kesehatan yang juga progam penjabat bupati Intan Jaya,” ujar Agustinus. [Adv]

Terkini

Populer Minggu Ini:

Mahasiswa Papua di Gorontalo Desak Presiden Jokowi Tarik Aparat Militer dari...

0
Kehadiran aparat TNI di Kabupaten Puncak membuat masyarakat mengalami traumatik dan tidak ada kebebasan hidup walaupun diderah sendiri. Pemerintah Puncak dalam hal ini Pj Bupati, Darwin Tobing untuk tidak tidur, tetapi dengan segera membatasi akses aparat TNI-Polri yang semena-mena di sana.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.