Laporan WargaPejuang Noken Diundang Bicara Pangan Lokal Papua Masa Kini

Pejuang Noken Diundang Bicara Pangan Lokal Papua Masa Kini

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Masyarakat Papua seperti halnya di Indonesia lain tidak semestinya kekurangan pangan karena memiliki sumberdaya pangan memadai. Keragaman flora dan fauna tersebar luas di seluruh nusantara, dari Sabang hingga Merauke.

Masalahnya kemudian, mengapa di negara ini rentan dengan krisis pangan hingga bencana kelaparan nyaris tiada berakhir?

Krisis pangan hingga kini masih berkecamuk di seantero nusantara. Tak terkecuali di Tanah Papua. Parahnya lagi, konflik bersenjata terus berlanjut yang sangat mengkhawatirkan keselamatan warga masyarakat setempat.

Ancaman kelaparan melanda tak hanya bagi pengungsi. Nyaris dialami setiap orang. Kasus di kabupaten Puncak, Papua Tengah misalnya, kasus kelaparan sudah terjadi sejak 2003 lalu, bahkan kembali terulang tahun ini.

Membahas sejumlah hal terkait krisis pangan dan ancaman kelaparan, termasuk pertanyaan kemanakah pangan lokal Papua dan dimana tanggungjawab pemerintah setempat, digagas dalam diskusi virtual di KatolikanaTV.

Dipandu Lukas Ispandriarno, talkshow akan membahas seputar hal-hal itu dalam diskusi bertajuk “Bagaimana Pangan Lokal Papua Saat Ini?”.

Diskusi juga akan menyoal pentingnya pendampingan para petani.

Titus Pekei, dosen STK Youye Paapaa Deiyai, yang juga tokoh pejuang Noken Papua, akan hadir sebagai pembicara dalam live talkshow pada Kamis (26/10/2023) besok.

Tak hanya Titus Pekei, KatolikanaTV juga akan menghadirkan narasumber lain. Masing-masing Pastor Yanuarius Puduwiyai Apkulol Dou, Pr (Rektor Tahun Orientasi Rohani/TOR Regio Papua di Nabire), dan Theodora Ocepina Magal (Direktris Rumah Sakit Mitra Masyarakat Timika).

Siapapun diajak bergabung dalam live talkshow yang terjadwal dimulai Pukul 22.00 WIT.

“Silakan bergabung,” ajak Lukas Ispandriarno, dosen senior di salah satu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta.

Untuk berpartisipasi, klik radio.katolikana.com bit.ly/AppsKatolikana, dan youtube.com/katolikana https://www.youtube.com/live/RTFDq0GdQ4o?si=uRDF-sOaQqGIz_Bw. []

Terkini

Populer Minggu Ini:

Terdakwa Kasus KDRT Divonis 6 Bulan, Jaksa Didesak Naik Banding Demi...

0
“Seharusnya majelis hakim menjatuhkan hukuman maksimal sesuai ketentuan pasal 44 pasal 1 Jo pasal 5 huruf (a) Undang-undang nomor 23. Di pasal itu menyatakan, hukuman maksimal yang bisa dijatuhkan adalah penjara lima tahun dan denda lima belas juta rupiah,” ujar Gustaf Rudolf Kawer.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.