JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Manajemen Markas Pusat KOMNAS Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengumumkan duka nasional atas meninggalnya Komandan I TPNPB Kodap XIII Kegepa Nipouda Paniai, Step Tekeipu Gobai pada 10 Maret 2025.
Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menyatakan, Step Tekeipu Gobai berpangkat Mayor yang menjabat Komandan I Kodap XIII Kegepa Nipouda, Paniai.
“Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari TPNPB Kodap XIII Kegepa Nipouda Paniai pada 11 Maret 2025 bahwa kehilangan salah satu pejuang sejati bangsa Papua atas nama Mayor Step Tekeipu Gobai pada Minggu, 10 Maret 2025 dan ini sebagai duka yang mendalam bagi kami,”kata Sebby Sambom, Jubir TPNPB dalam pernyataannya pada 11 Maret 2025.
Mayor Step Tekeipu Gobai meninggal karena sakit yang diderinya selama 6 bulan lamanya. Ia tidak bisa tertolong akhirnya meninggal dunia pada 10 Maret 2025.
Sambom mengatakan, Mayor Step Tekeipu Gobai banyak terlibat dalam medan perang di Paniai melawan pasukan militer pemerintah Indonesia dan melakukan operasi pembakaran alat-alat berat milik sebuah perusahaan negara Indonesia di distrik Topiyai, Kabupaten Paniai sejak 2023.
“Mayor Step Tekeipu Gobai sudah terlibat sebagai pasukan TPNPB sejak lama hingga meninggal dunia pada usia ke-38 tahun,” jelas Sambom.
Sambom mengatakan, selama dalam perjuangannya di medan operasi, Mayor Step Tekeipu Gobai pernah katakan bahwa “dalam kondisi sulit dan terkepung oleh musuh, kita harus tetap menunjukkan sikap perlawanan kita untuk mengusir penjajah Indonesia di atas tanah air kita, dan tetap konsisten serta keyakinan yang teguh tentang kemerdekaan bangsa Papua,” tukas Sebby.
Oleh sebab itu dalam kesempatan ini Markas TPNPB mengumumkan duka nasional kepada seluruh pasukan TPNPB di 36 Kodap di tanah Papua, termasuk kepada diplomat dan aktivis kemerdekaan bangsa Papua dimanapun berada.
Markas TPNPB lalu menghimbau kepada semua anak muda Papua dan pejuang TPNPB untuk tetap kuat dan memiliki komitmen mengusir negara Indonesia dari tanah Papua.
“Siapkan senjatamu dan lawanlah musuhmu, sebab mati lebih terhormat di medan perang daripada mati di tempat tidurmu dalam keadaan sehat atas penindasan yang sedang dialami saat ini oleh negara kolonial Indonesia.”