ArsipRencana Kedatangan Jokowi Diharapkan Temui Mama-mama Pedagang Papua

Rencana Kedatangan Jokowi Diharapkan Temui Mama-mama Pedagang Papua

Minggu 2014-12-21 20:04:15

JAKARTA, SUARAPAPUA.com — Presiden Joko Widodo (Jokowi) diagendakan mengunjungi Papua, Sabtu (27/12/2014). Masyarakat Papua tidak secara umum memiliki keinginan dan beberapa harapan khusus kepada orang nomor 1 di Indonesia ini.

“Harapannya, Pak Presiden Jokowi selain mencanangkan pembangunan Pasar Sentani dan sejumlah pasar lainnya, serta peletakkan batu pertama pembangunan jembatan Hamadi-Holtekamp, bisa bertemu mama-mama pedagang Papua di Jayapura,” kata Ketua Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP), Yakoba Lokbere Wetipo di Kota Jayapura, Minggu (21/12/2014) seperti dikutip dari news.metrotvnews.com.

 

Kedatangan Jokowi dinantikan mama-mama pedangang Papua yang berjualan di Jalan Percetakan pusat Kota Jayapura, meski ketika masih menjadi Capres, Jokowi sempat bertemu mereka. Mama-mama pedagang ingin menyampaikan keinginan mereka akan pasar yang representatif.

 

“Hal ini akan kami sampaikan ke Pak Presiden Jokowi melalui Mensesneg ataupun Sekab Pak Andi Widjajanto, agar beliau bisa menyambangi pasar sementara mama-mama pedagang itu,” tutur Yakoba.

 

Menurut istri Jhon Wempi Wetipo, Bupati Jayawijaya itu, selain menghadiri perayaan Natal nasional bersama di Lapangan Mandala Kota Jayapura, presiden Jokowi direncanakan mengunjungi Wamena, ke Museum Wesaput dan bertemu tokoh LMA di Lapangan Pendidikan.

 

“Pak Presiden Jokowi juga akan bertemu relawan Bara JP di GOR Waringin Kota Jayapura,” katanya.

 

Yakoba menerangkan, kedatangan Presiden Jokowi membawa banyak manfaat terhadap masyarakat Papua.

 

“Beliau pasti akan bertemu dengan para tokoh agama, adat, perempuan dan pemuda di Papua mendengarkan keluhan, saran dan masukan soal percepatan pembangunan di segala bidang,” tambah Yakoba.

 

Sementara itu, Ketua Dewan Adat Paniai (DAP), Jhon NR Gobay, menegaskan kedatangan Jokowi merupakan Kado Natal paling memilukan untuk rakyat Papua, di bulan Desember 2014 adalah lima warga sipil di Kabupaten Paniai, Papua, ditembak mati oleh aparat gabungan yang terdiri dari Kepolisian Resort (Polresta), dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Senin (8/12/2014). 

 

“Saya bisa katakan ini kado Natal paling memilukan untuk rakyat Papua, secara khusus untuk warga Paniai di bulan Desember ini. Kami meragukan komitmen Jokowi untuk menyelesaikan persoalan Papua,” kata Gobay. (Baca: Kado Natal Jokowi-JK untuk Papua, 5 Warga Paniai Tewas Ditembak TNI/Polri)

  

MIKAEL KUDIAI

Terkini

Populer Minggu Ini:

Pagi Ini Jalan Trans Tiom-Wamena Dipalang Caleg PPP

0
“Kami palang jalan karena sampai sekarang belum diproses surat rekomendasi untuk rekap ulang di tiga kampung ini. Waktu itu ada dugaan pelanggaran. Terus, masalah yang terjadi pada saat pemilihan itu sudah dua kali dibicarakan dari Bawaslu. Pada saat pertemuan, bupati dan KPU hadir, memang sudah disepakati untuk rekap ulang,” jelas Ruddy Yigibalom.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.