ArsipMasyarakat Papua Akan Kembali Demo

Masyarakat Papua Akan Kembali Demo

Minggu 2013-06-09 10:54:45

PAPUAN, Jayapura — Ketua Parlemen National West Papua (PNWP), Buchtar Tabuni mengungkapkan pihaknya bersama rakyat Papuya Barat akan tetap melaksanakan aksi demo damai sejak Senin 10 Juni hingga Selasa 18 Juni 2013.

Pernyataan ini dikeluarkan oleh mantan ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menyusul adanya pelarangan oleh Kepolisian Daerah Papua terkait surat pemberitahuan rencana demo damai mereka.

"Kami, PNWP dan KNPB tetap akan menggelar aksi demo damai mulai Senin besok hingga tanggal 18 Juni 2013 di Kota Jayapura," kata Buchtar Tabuni kepada wartawan saat lakukan jumpa pers di salah satu cafe di Kota Jayapura, Sabtu (8/6/2013).

Buchtar menegaskan, meskipun ada pelarangan dari Polda Papua lewat Kabid Humas Kombes Pol I Gde Sumerta Jaya melalui media lokal setempat, demo damai yang bertujuan mendukung Papua Barat terdaftar sebagai anggota Melanesian Spearhead Group (MSG) pada Senin 10 Juni 2013 tetap akan dilaksanakan.

"Surat pemberitahuan rencana demo kami telah masuk ke Polda Papua. Namun berita hari (Sabtu,red) ini di Cepos pada halaman pertama, mengatakan demo kami tidak disetujui. Kami tidak butuh persetujuan yang terpenting adalah pemberitahuan, dalam masa demokrasi seperti ini tidak ada yang perlu dilarang dalam menyatakan sikap selama itu ada pemberitahuan," katanya.

Pihak aparat keamanan dalam hal ini Polda Papua, menurut Buchtar tidak mempunyai hak untuk melarang tetapi mengawal aksi demo yang patut dilakukan.

"Jika kami dikawal oleh aparat polisi kan suasana politiknya lebih hidup. Bahkan pemberitaan akan lebih menarik, semua mata akan melihat. Para penyusup juga akan dikawal dan diserahkan kepada mereka nantinya," kata pria berambut gimbal yang suka berkacamata hitam ini.

Buchtar dalam setiap mengadakan jumpa pers selalu menggenakan pakaian atapun jaket berwarna loreng itu mengaku pasti aksi demo damai mendukung Papua Barat masuk menjadi salah satu anggota MSG akan diwarnai dengan aksi kemacetan arus lalu lintas dan membuat para pengguna jalan raya terganggu.

"Dimana-mana aksi demo itu pasti mengakibatkan terganggunnya aktivitas masyarakat, tapi inilah yang ingin kami perjuangkan. Aparatlah yang mempunyai tugas untuk mengatur itu to?" ujarnya dengan nada bertanya.

Rekan dan saudara almarhum Mako Tabuni ini juga menyampaikan aksi demo damai tersebut bertujuan ke gedung wakil rakyat yang ada di pusat Kota Jayapura. "Rencananya kami demo akan menuju ke DPRD Papua, dan rekan-rekan akan berkumpul ditempat seperti biasanya mulai Senin (10/6/2013) pagi," tutupnya.

Sekedar diketahui, pelarangan demo tersebut dikeluarkan disalah satu harian lokal Jayapura dengan alasan demo tersebut ilegal, dan akan menggangu keamanan dan ketertiban.

LINCOLD ALVI

Terkini

Populer Minggu Ini:

Cegah KBGO, Jurnalis Perempuan di PBD Dibekali Ilmu Keamanan Digital

0
“Ada dua jenis serangan digital, yaitu serangan teknis dan psikologis. Serangan teknis contohnya phising, penyadapan, peretasan, DDos attack, robocall dan SMS masking. Sedangkan serangan psikologis, seperti pengungkapan data pribadi target, penyerbuan membabi buta pada unggahan, pembuatan akun tiruan dan pemidanaan terhadap target,” beber Nenden.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.