ArsipBucthar Tabuni Resmi Jadi Tersangka

Bucthar Tabuni Resmi Jadi Tersangka

Sabtu 2012-06-09 11:58:30

"Buchtar kami tangkap terkait kasus pengrusakan dan penganiayaan yang telah dilakukannya beberapa waktu yang lalu. Dia kami jerat dengan pasal 170 KUHP, di mana kasus ini sebelumnya ditangani Polres Jayapura Kota dan kita Polda Papua tinggal melanjutkan kasusnya dan dalam waktu dekat ini akan segera kirim berkasnya ke kejaksaan,” demikian penegasan Kabid Humas Polda Papua seperti ditulis JPNN.

Dikatakan, tidak hanya pasal 170 yang dijeratkan kepada Buchtar, namun masih ada beberapa pasal lainnya yang akan dijeratkan kepada Buchtar, sebab Buchtar diduga kuat terlibat dalam segala aksi kekerasan yang telah dilakukan oleh KNPB dalam setiap aksi demo yang dilakukannya.  

Disampaikan juga oleh Kabid Humas, Buctar diancam paling sedikit lima tahun kurungan penjara, namun bisa bertambah sesuai pengembangan.

"Jadi ada juga dugaan kasus makar maupun kasus penghasutan.  Saat ini dia masih di ancam dengan ancaman paling sedikit 5 tahun, jadi bisa di tahan. Namun masih ada kasus yang lain dipastikan akan menyusul untuk dijalaninya," tegas Johannes.

Juru Bicara Internasional KNPB, Victor Yeimo mengatakan bahwa penangkapan Buchtar adalah pengalihan isu yang dilakukan Polda Papua sebab tidak mampu mengungkap berbagai kasus penembakan di tanah Papua.

“Penangkapan Buchtar bersama dua rekannya merupakan skenario Indonesia melalui Polda Papua untuk mengalihkan isu pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang dilakukan oleh aparat TNI/Polri,” tegas Yeimo kemarin.

OKTOVIANUS POGAU

Terkini

Populer Minggu Ini:

KPU Lanny Jaya Gelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Perolehan Suara

0
“Kami harap kepada 39 distrik yang belum pleno di masing-masing distrik, secepatnya diselesaikan untuk selanjutnya bawa hasilnya ke KPU. Ada satu distrik yang sudah kumpul. Kalau batas waktu lewat, pasti KPU dan Bawaslu bersama keamanan akan turun jemput langsung,” ujar Aminastri Kogoya, ketua KPU kabupaten Lanny Jaya.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.