ArsipKemitraan Gereja Papua dan Schwelm Germany Dievaluasi

Kemitraan Gereja Papua dan Schwelm Germany Dievaluasi

Senin 2016-01-25 12:20:04

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Ketua Badan Pengurus Am Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Albert Yoku mengatakan, kemitraan antara Klasis GKI Baliem Yalimo, Mamberamo Apawer dan Klasis Schwelm Germany yang dimulai sejak tahun 1989, harus terus dilanjutkan dalam tugas pelayanan kepada sesama umat Tuhan.

Harapan ini diungkapkan dalam sambutannya usai ibadah pembukaan kegiatan rapat evaluasi yang berlangsung di aula P3W Jayapura, Papua, Senin (25/1/2016).

Rapat diadakan untuk melihat kembali program kerja kemitraan antara Klasis GKI Baliem Yalimo, Mamberamo Apawer dan Klasis Schwelm Germany yang dimulai sejak tahun 1989 hingga 2015.

Pendeta Albert Yoku mengatakan, kemitraan antara Klasis yang sudah berjalan sekitar 25 tahun ini terjadi karena atas dasar Kristus yang diawali oleh penginjil Ottow dan Geissler di Pulau Mansinam.

“Atas dasar Firman Allah yang sudah berjalan ini kiranya tetap dipertahankan sebagai suatu karya yang luar biasa. Jadi, saya minta dalam evaluasi ini untuk kita atur baik, lakukan apa yang belum kami selesaikan.”

“Jangan berpikir karena pemerintah sudah bekerja, sehingga tidak mau kerja, tetapi lihatlah kondisi rill hari ini dan lakukanlah,” tuturnya.

Pendeta Albert juga menekankan, dengan adanya Otonomi Khusus (Otsus) di Tanah Papua jangan tonjolkan sukuisme untuk menerima pelayan hanya dari satu wilayah untuk melayani.

“Gereja adalah universal, sehingga harus bersama-sama untuk saling melayani dalam satu wilayah,” tegasnya.

Kegiatan evaluasi yang sedang digelar ini, harap Yoku, setidaknya dapat menemukan apa yang menjadi kebutuhan saat ini untuk dilakukan.

Sementara itu, Nathan Pahabol, ketua panitia pelaksana evaluasi berharap kepada badan pengurus Klasis GKI Baliem Yalimo, Klasis Mamberamo Apawer, Klasis Yalimo, Bakal Klasis Yalimo Utara dan Klasis mitra di Jerman, yaitu Klasis Schwelm untuk duduk bersama dan berbicara mengenai perjalanan selama ini dan yang akan terjadi di masa depan, terutama mengenai struktur.

Karena menurut Pahabol, selama ini belum adanya struktur mengakibatkan komunikasi hanya berjalan dengan kontak person.

“Saya harap dengan adanya evaluasi ini bisa menghasilkan suatu struktur untuk nantinya bisa menjalankan kemitraan ini dengan lebih baik lagi,” ucap Nathan.

Nathan Pahabol juga yakin ada harapan baik di masa depan. “Saya melihat dengan hadirnya semua badan pekerja klasis dari masing-masing klasis ini adalah bagian dari keseriusan mereka untuk mengevaluasi kemitraan ini untuk kedepan berjalan baik.”

“Maka, saya harapkan agar evaluasi untuk memang betul-betul menghasilkan apa yang selama ini kami harapkan,” ungkap anggota DPRP Papua ini.

Pahabol menambahkan, akhir dari rapat evaluasi ini akan dilakukan Memorandum of Understanding (MoU).

“Saya atas nama panitia mengharapkan kepada semua peserta agar benar-benar mengikuti kegiatan selama empat hari ke depan,” pintanya.

Editor: Mary

ELISA SEKENYAP

Terkini

Populer Minggu Ini:

Pembangunan RS UPT Vertikal Papua Korbankan Hak Warga Konya Selamat dari...

0
“Penegasan ini disampaikan berdasarkan ketentuan bahwa kawasan resapan air dilarang adanya kegiatan yang berpotensi menimbulkan perubahan lingkungan fisik alami ruang untuk kawasan resapan air dan penggunaan lahan untuk bangunan yang tidak berhubungan dengan konservasi mata air sebagaimana diatur pada Bagian V tentang pengaturan zonasi angka 2 Peraturan Daerah Kota Jayapura nomor 1 tahun 2014,” ujar Gobay.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.