ArsipPenyebab Kegemukan dan Pencegahannya

Penyebab Kegemukan dan Pencegahannya

Senin 2014-08-04 18:16:00

Oleh : Maria Esthy Yawalka*

 

Dalam bahasa awam, obesitas sering disebut dengan kegemukan. Obesitas bisa terjadi pada semua orang, tanpa memandang golongan dan umur. Akan tetapi, pada anak-anak biasanya timbul menjelang remaja dan masa remaja. Terutama pada anak wanita. Obesitas ini sudah menjadi salah satu masalah serius di kalangan remaja

 

Pada remaja wanita, kegemukan menjadi permasalahan yang cukup berat. Karena, keinginan untuk tampil sempurna, yang sering diartikan dengan memiliki tubuh langsing adalah idaman para remaja.

 

Oleh karena itu, hampir sebagian remaja wanita berlomba-lomba untuk selalu menjaga penampilan mereka, terutama dalam menjaga penampilan bentuk tubuh.

 

Bukan hanya remaja wanita saja yang menginginkan bentuk tubuh yang sempurna, tetapi juga remaja pria pun takut badan mereka menjadi gemuk.

 

Bagi para remaja pria, memiliki berat badan berlebihan dianggap memiliki masalah yang cukup, untuk menarik perhatian lawan jenis. Terkadang, orang yang obesitas sangat sulit untuk mendapatkan teman dekat atau pacar.

 

Nah, obesitas ini tidak hanya disebabkan karena mengomsumsi makanan yang berlebihan, tetapi bisa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain: genetik atau turunan dari generasi sebelumya ke generasi berikutnya dalam suatu keluarga. Itu sebabnya, kita sering jumpai orang tua yang gemuk, cenderung memiliki anak-anak yang gemuk pula.

 

Obesitas, juga bisa disebabkan karena pola makan yang berlebihan, karena orang yang obesitas cenderung makan bila mereka merasa ingin makan kapan saja, bukan hanya pada saat lapar.

 

Faktor lainnya adalah, karena kurang berolahraga membuat orang memanjakan diri, sehingga akibatnya tidak ada kalori yang terbakar dalam tubuh. 

 

Untuk itu, ada baiknya orang yang obesitas berolahraga 30 menit sehari, bisa dilakukan pada pagi hari atau juga pada sore hari. Dengan begitu, akan ada kalori yang terbakar.

 

Kebiasaan duduk tanpa sibukkan diri juga, dapat menyebabkan obesitas. Maka itu, disarankan agar berolahraga atau sibukkan diri dengan pekerjaan, untuk menghindari terjadinya kegemukan atau obesitas kapan saja.

 

Berikutnya, faktor sosial juga menjadi masalah di negara berkembang. Di negara-negara yang sedang berkembang banyak dijumpai orang yang obesitas di kalangan masyarakat berada. 

 

Hal itu disebabkan karena mereka sering mengomsumsi makan bergizi terus-menerus setiap hari. Pada hal, justru karena kelebihan gizi membuat orang menjadi gemuk, akibatnya muncul penyakit diabetes mellitus (DM).

 

Gaya hidup yang tidak teratur, akan membuat kita tidak bisa menjaga kesehatan tubuh kita dengan baik. Akibatnya, kita tidak tahu apa yang kita lakukan itu baik atau tidak. 

 

Lebih parah lagi, kita tidak atur pola makan dan tidur kita dengan baik. Hal ini, akan menyebabkan makanan yang kita makan bukan menjadi sumber energi yang dibutuhkan tubuh, melainkan menjadi sampah dalam tubuh. Keadaan ini membuat seseorang rentan menjadi gemuk.

 

Lingkungan tempat dimana kita tinggal pun bisa menjadi salah satu faktor penyebab obesitas. Contoh saja, pengaruh keluarga siapkan makanan berlebihan, atau uang saku berlebihan.

 

Kebiasaan makan berminyak, seperti gorengan dan makanan yang sudah dicampur dengan santan atau kelapa yang sudah diparut adalah lemak yang mengandung ikatan yang jenuh, sehingga tidak mudah terpecah menjadi bahan bakar dalam tubuh. Misalnya lauk pauk goreng, gulai dan rendang.

 

Obesitas memiliki bentuk yang dibedakan menjadi dua yaitu: pertama obesitas bentuk apel, biasanya dialami oleh pria dan wanita yang sudah menopause (henti haid). Kedua adalah bentuk buah pear, biasanya diderita oleh wanita dengan timbunan lemak pada bagian tubuh, sekitar perut, penggul, paha, dan bokong.

 

Tidak hanya memiliki dua bentuk unik obesitas, tetapi juga digolongkan menjadi tiga kelompok yaitu:

         – Obesitas ringan : kelebihan berat badan 20-40%

         – Obesitas sedang : kelebihan berat badan 41-80%

         – Obesitas berat : kebihan berat badan >80%

 

Untuk mengetahui tingkat kegemukan seseorang, bisa dilakukan dengan pengukuran lemak tubuh dengan tiga cara antara lain: pertama, pengukuran lemak dilakukan dengan mencubit lipatan lemak dibawah kulit, pada lengan belakang dengan menggunakan ibu jari atau jari telunjuk.

 

Selanjutnya, minta bantuan orang lain, untuk mengukur menggunakan mistar. Apabila ketebalan lemak mencapai 3 cm atau lebih, orang yang bersangkutan termasuk dalam kategori gemuk atau obesitas.

 

Kedua, pengukuran dilakukan dengan membandingkan lingkar pinggang dan lingkar pinggul. Jika diperoleh angka 0,6 berarti ukuran tubuh sangat ideal, namun jika diperoleh angka 0,8 atau lebih, berarti kegemukkan dan berpotensi terkena gangguan kesehatan, misalnya hipertensi dan sakit jantung.

 

Ketiga, mengukur tubuh ideal untuk mengetahui ukuran ideal dengan bantuan timbangan biasa.

 

Obesitas, memang menjadi masalah penting dan utama bagi tubuh kita, karena efeknya akan membuat badan atau tubuh kita menjadi lambat bergerak.

 

Penimbunan lemak dalam tubuh yang tanpa disertai dengan aktivitas fisik, apalagi jika kurang mengeluarkan keringat membuat tubuh menimbun lemak terus-menerus, sehingga terjadi kegemukan atau obesitas.

 

Serta seseorang yang mengalami kegemukan, sering merasa malu, minder dan kurang percaya diri. Untuk mengatasinya, kita bisa melakukan beberapa cara untuk mendapat bentuk tubuh yang ideal atau lebih dikenal dengan bentuk tubuh yang langsing.

 

Berikut ini adalah tips yang disarankan untuk menjaga badan agar tidak kegemukan atau obesitas.

  1. Biasakan untuk sarapan pagi sebelum memulai aktivitas.
  2. Mengukur porsi makan dan lebih banyak mengomsumsi buah dan sayuran serta membatasi gula dan lemak.
  3. Kurangi makan makanan yang berkalori tinggi seperti nasi, roti, papeda, dll.
  4. Makan makanan hanya saat lapar dan berhentilah sebelum benar-benar merasa kenyang.
  5. Tidur siang tidak lebih dari 45 menit. Kalau lebih bisa mengakibatkan obesitas.
  6. Lakukan aktivitas fisik yang dapat membakar lebih banyak kalori. Seperti jalan kaki selama 30 menit pada sore atau pagi hari.
  7. Hindari gorengan-gorengan yang menyebabkan kolesterol dan penumpukan lemak dalam tubuh.
  8. Pada malam hari diharamkan untuk mengomsumsi makanan berat, seperti nasi, roti, papeda dll.
  9. Minumlah air daun teh hangat tanpa pemanis atau gula pada malam hari.
  10. Rajinlah minum air hangat setelah dan sebelum makan.

Sederhananya, agar tidak terjadi kegemukan atau obesitas, kita harus menjaga makanan yang kita konsumsi, menjaga waktu tidur. Selain itu hal yang terpenting adalah selalu menggerakan anggota tubuh dengan berolahraga secukupnya.

 

*Penulis adalah mahasiswi semester empat Fakultas Kedokteran di Universitas Cenderawasih, Papua.

Terkini

Populer Minggu Ini:

PNG Rentan Terhadap Peningkatan Pesat Kejahatan Transnasional

0
“Karena lokasinya, PNG berfungsi sebagai titik transit penyelundupan senjata api, obat-obatan terlarang, perdagangan satwa liar, pembajakan laut, dan kejahatan transnasional lainnya melintasi perbatasan. Negara ini mempunyai resiko tinggi terhadap pergerakan orang dan barang yang tidak terkendali melalui darat dan laut, karena perbatasannya sebagian besar terbuka,” beber peneliti Julian Melpa.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.