ArsipMahasiswa Papua di Solo Demo Tuntut Kemerdekaan Papua

Mahasiswa Papua di Solo Demo Tuntut Kemerdekaan Papua

Minggu 2015-08-15 23:40:41

SOLO, SUARAPAPUA.com — Menjelang peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, puluhan mahasiswa Papua di Solo, melakukan aksi demonstrasi damai di Bundaran Gladag, Solo Jawa Tengah, menuntut kemerdekaan Papua dari Indonesia.

Para mahasiswa Papua yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) itu mengenakan atribut Bintang Kejora, serta terus menyanyikan yel-yel Papua Merdeka.

 

Mereka bergantian berorasi menuntut pemerintah untuk memberikan kebebasan penuh kepada rakyat Papua menentukan nasibnya sendiri. Mereka menuntut kemerdekaan Papua dan lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

Para mahasiswa tersebut membawa dan membentangkan spanduk serta poster yang bertuliskan desakan Papua Merdeka, di antaranya “Hak menentukan nasib sendiri solusi demokratis bagi rakyat Papua Barat,” dan “Tarik militer dari Tanah Papua.”

 

Hampir semua mahasiswa asal Papua itu mengenakan atribut Bintang Kejora, seperti ikat kepala, kaos, dan tas. Aksi demontrasi tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan.

 

Koordinator aksi Jhon Paul Waine mengatakan, aksi demonstrasi mahasiswa Papua ini dilakukan dalam rangka memperingati 53 tahun New York Agreement atau Perjanjian New York yang ditandatangani pada 15 Agustus 1962.

 

“Aksi memperingati New York Agreement dilakukan serentak di sejumlah daerah. Bukan hanya Solo, beberapa daerah lain di wilayah Jawa dan Bali juga melakukan aksi serupa,” ujar Paul, Sabtu (15/8/2015).

 

Paul menegaskan, New York Agreement cacat moral dan cacat hukum karena adanya distorsi sejarah. Amerika Serikat, kata dia, sebagai badan yang menentukan hak penentuan nasib warga Papua kala itu, ternyata mempunyai peran aktif dalam politik busuk.

 

Menurut Paul, badan itu justru memberikan tanggung jawab secara sepihak kepada Indonesia untuk merebut Tanah Papua atau integrasi.  “Hari ini orang Papua tidak menyebut Papua sebagai integrasi, tapi pencaplokan secara paksa,” tegas Paul.

Paul mendesak dan menuntut pemerintahan Jokowi-JK segera memberikan kebebasan dan hak menentukan nasib sendiri sebagai solusi demokratis di tanah Papua. Ia juga meminta penarikan militer Indonesia dari seluruh tanah Papua.

 

“Tarik TNI dari Tanah Papua agar segala bentuk kejahatan kemanusiaan terhadap rakyat Papua bisa tidak terus-terusan terjadi,” tegasnya.

Para mahasiswa juga menuntut segera menutup dan menghentikan aktivitas eksploitasi semua perusahaan multinasional corporation di Tanah Papua, diantaranya Freeport, BP, LNG Tanggu, Medco, dan Corindo.

 

OKTOVIANUS POGAU

Terkini

Populer Minggu Ini:

Pameran Foto FJPI “We Work Too”, Lima Foto dari PBD Tentang...

0
Mama-mama adalah sumber kehidupan dan tumpuan masa depan anak dan cucu serta keluarga dalam satu rumah. Mereka bangun pagi hingga sore bekerja keras membanting tulang setiap hari. Semua aktivitas yang dilakukan semata untuk keberlanjutan kehidupan rumah tangga mereka.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.