ArsipIni Kronologi Sebelum Jasad Martinus Yohame Ditemukan Tewas Didalam Karung

Ini Kronologi Sebelum Jasad Martinus Yohame Ditemukan Tewas Didalam Karung

Jumat 2014-08-29 07:44:15

PAPUAN, Manokwari — Direktur Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Yan Christian Warinussy, mengatakan, lembaganya telah menerima laporan sebelum jasad Martinus Yohame ditemukan.

Diketahui, jasad Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) WIlayah Sorong Raya ini ditemukan terapung di sekitar Pulau Nana, tidak jauh dari Pulau Doom, Kota Sorong, Selasa (26/8/2014) lalu, oleh seorang nelayan.

 

Berikut Kronologinya:

 

Menurut informasi dari keluarganya, Yohame keluar dari rumah pada Selasa, (19/8/2014), bersama Wakil Ketua KNPB Sorong Raya, Kantius Heselo, karena dihubungi oleh dua orang yang mengaku dirinya sebagai Wartawan dan Pekerja Lembaga Kemanusiaan dari Jakarta.

 

Mereka adalah seorang laki-laki dan seorang perempuan. Mereka sempat bertemu dan berbicara di sebuah supermarket di Sorong hari itu. 

 

Dalam pertemuan itu, menurut keterangan Kantius Heselo, bahwa kedua orang itu tanya kepada Martinus, apakah nanti kalau Presiden Republik Indonesia, Dr. Susilo Bambang Yudhoyono datang ke Sorong, KNPB akan melakukan pemalangan di Bandara DEO Sorong atau tidak?

 

Dijawab oleh Martinus, bahwa KNPB Sorong Raya akan tetap melakukan pemalangan agar Presiden SBY tidak mendarat di Sorong.

 

Pada Rabu, (20/8/2014) malam hari, Yohame bersama kerabatnya asal Suku Yalimo. Kabupaten Jayawijaya, sedang mengadakan acara syukuran di Asrama Kabupaten Yalimo, di kawasan air terjun, di Jalan Kalasuat, Malanu, Kota Sorong.

 

Menurut saksi mata, Martinus Yohame dilihat sempat menerima telepon dari lawan bicaranya dan juga SMS, lalu dia cepat-cepat keluar meninggalkan tempat acara, lalu naik ojek hingga tiba di Gapura Kampus Universitas Kristen Papua (UKIP), dimana ada sebuah mobil yang menunggunya, Yohame turun dari ojek dan naik ke mobil tersebut dan pergi.

 

Hari Kamis (21/8/2014), ada seorang anggota intelijen dari Kodim Sorong atas nama Arif mendatangi Asrama Yalimo dan menanyakan keberadaan Martinus Yohame kepada saksi, Wakil Ketua KNPB Sorong Raya, Kantius Heselo.

 

Kata dia, "Apakah Pak Martinus Yohame ada?". Dijawab, "Martinus Yohame dari tadi malam pergi tapi belum pulang nih?"

 

Anggota intel ini sempat mendatangi Sekretariat KNPB Sorong Raya yang berjarak sekitar 50 meter dari Asrama Yalimo, di Malanu Kampung, Kota Sorong dan dia bertemu dengan saksi Yalikombo dan menanyakan keberadaan Martinus Yohame juga. 

 

Pada hari Jumat (22/8/2014), ada seorang anggota intelijen dari Polres Kota Sorong bernama Lukas Yesnat, yang juga datang ke Asrama Yalimo untuk menanyakan keberadaan Martinus Yohame kepada kerabatnya, tapi dijawab bahwa Martinus belum ada sejak pergi Rabu malam (20/8/2014) lalu.

 

Selanjutnya, pada hari Jumat (22/8/2014) itu, Lukas Yesnat (Anggota Intelijen Polres Sorong Kota) ini ikut bersama keluarga Martinus Yohame untuk mencari keberadaannya di sekitar Kota Sorong.

 

Sementara, pada saat yang sama menurut keterangan para saksi bahwa Arif (Anggota Intelijen dari Kodim Sorong) itu terus menerus menelpon Kantius Heselo untuk mengecek informasi apakah Yohame sudah ditemukan atau belum. 

 

Pada hari Sabtu, kedua anggota intel tersebut tidak datang bertemu keluarga Yohame di kawasan Malanu maupun tidak menelpon dan tidak SMS, dan saat itu Presiden SBY tiba pada jam 16:00 Wit di Bandar Udara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong.

 

Malam hari Sabtu tersebut, semua pengurus KNPB Sorong dan keluarga dari Yohame berkumpul di Asrama Yalimo untuk menyusun rencana melaporkan dugaan hilangnya Yohame kepada pihak berwajib keesokan hari.

 

Sabtu, 23/8/2014, mereka mendatangi Polres Kota Sorong dan melaporkan dugaan hilangnya Martinus Yohame dan mereka datang ke Kantor Kodim Sorong untuk melaporkan hal yang sama dan mereka bertemu dengan Kepala Staf Kodim Sorong, namanya Fahri yang ditemani seorang anggota intel bernama Kambuaya.

 

Pada hari Minggu (24/8/204), hingga Senin (25/8/2014), menurut keluarga almarhum Martinus Yohame, tidak ada komunikasi sama sekali diantara mereka dengan pihak Polres maupun Kodim setempat.

 

Selasa (26/8/2014), sekitar pukul 16:00 WIT, keluarga menerima informasi bahwa di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Sorong di kamar jenasah ada terdapat sesosok mayat orang yang tidak dikenal terbungkus dalam karung plastik dan dikelilingi oleh banyak anggota intelijen dari TNI maupun Polri, pihak lain tidak diijinkan masuk kamar jenasah tersebut.

 

Saksi-saksi yang adalah kerabat Yohame bergegas ke RSUD untuk memastikan bahwa Yohame mengenakan pakaian berwarna coklat baik baju maupun celananya, dan ternyata benar, cuma saja wajahnya sudah sangat sulit dikenali, karena jenasahnya sudah rusak.

 

Pada saat keluarganya tiba di RSUD, semua anggota intel sudah tidak berada disana dan keluarga kemudian memilih untuk membawa pulang jenasah almarhum Martinus Yohame dengan menolak dilakukan autopsi. Karena menurut mereka, kematiannya sudah jelas.

 

Seperti diberitakan media ini, jasad Yohame ditemukan dengan kondisi luka lebam di sekujur tubuh, ada luka tembakan di dada kiri; jasad saat itu dimasukan ke dalam karung goni berwarna coklat, dan diikat, dan kemudian dibuang ke dasar laut. (Baca: Ketua KNPB Sorong Raya Ditemukan Tewas Dalam Karung).

 

OKTOVIANUS POGAU

Terkini

Populer Minggu Ini:

Anggota DPRP Mendukung Upaya Banding Suku Awyu ke PTTUN Manado

0
“Keterangan penggugat bersama sejumlah saksi yang sudah dihadirkan di ruang sidang mengungkapkan banyak fakta di lapangan. Tapi majelis hakim abaikan itu semua hingga memutuskan menolak gugatan marga Woro. Karena itulah ada upaya banding setingkat di atasnya. Upaya banding ini kami sangat mendukung, bila perlu diterima untuk batalkan putusan sebelumnya,” ujar Laurenzus Kadepa.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.