ArsipPara Pejuang Papua Merdeka Harus Tinggalkan Ego dan Bersatu di Vanuatu!

Para Pejuang Papua Merdeka Harus Tinggalkan Ego dan Bersatu di Vanuatu!

Sabtu 2014-11-29 12:16:45

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Komite Nasional Papua Barat (KNPB) meminta semua pimpinan organisasi perjuangan, maupun diplomat Papua Merdeka di luar negeri untuk bersatu dalam pertemuan akbar yang akan digelar di Port Vila, Vanuatu, sejak tanggal 1-4 Desember 2014 mendatang.

“Ini untuk mengakomodir kepentingan yang lebih besar, yakni penyelamatan nasib rakyat bangsa Papua Barat,” kata Sekertaris KNPB, Ones Suhun, dalam siaran pers yang dikirim kepada redaksi suarapapua.com, Sabtu (29/11/2014).

 

Menurut Suhun, yang mau merdeka bukan organisasi dan bukan juga diplomat, tapi rakyat dari Sorong sampai Samarai, oleh karena itu diharapkan tidak mempertahankan ego masing-masing. (Baca: PM PNG Sewa Pesawat Berangkatkan Delegasi Papua Barat ke Vanuatu).

 

“Dalam pertemuan itu harus dirumuskan langkah-langkah bersama, tujuannya agar dapat memperjuangkan nasib rakyat Papua. Di Vanuatu harus melahirkan sebuah keputusan politik untuk menjawab hak penentuan Nasib sendiri," katanya.

 

Menurut Ones, pertemuaan akbar yang rencananya menghadirkan semua tokoh Papua Merdeka tersebut harus jeli melihat kondisi dan realitas penduduk Papua hari ini yang berada dalam ambang kepunahan. (Baca: Jelang 1 Desember, AWPA Tulis Surat Terbuka Kepada Menlu Australia).

 

“Karena itu, semua harus bersatu dalam sebuah wadah atau lembaga yang representatif untuk menuju keanggotaan West Papua dalam Melanesia Spearhead Group,” tegas Ones. (Baca: PM Vanuatu: 1 Desember Libur Nasional Kemerdekaan Papua di Vanuatu).

 

Diharapkan, para diplomat Papua di luar negeri juga bersatu dan membagi peran kerja yang baik sesuai dengan keahlian masing-masing, agar dapat mendorong persoalan Papua ke dalam forum-forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

 

“Hilangkan semua ego, kita sama-sama harus bersatu menuju langkah yang stategis untuk mengakhiri penderitan Rakyat Papua Barat,” kata Suhun.

 

Sebelumnya, Ketua Panitia penyelenggara, Pastor Allan Nafuki mengatakan, simposium rakyat Papua Barat yang mengalami penundaan beberapa kali sudah dipastikan digelar pada 1 Desember 2014.

 

Kata Pastor Nafuki, pertemuan diharapkan membentuk tawaran konsep baru dari rakyat Papua untuk menjadi anggota Melanesia Spearhead Group (MSG). (Baca: Simposium Rakyat Papua Barat Digelar 1 Desember 2014).

“Sebuah aplikasi keanggotaan formal oleh Koalisi Nasional Papua Barat untuk Pembebasan akan mengetuk kembali MSG, sebab para pemimpin minta organisasi yang lebih representatif,” kata Nafuki.

Nafuki mengatakan, ia juga berharap konferensi dapat menghasilkan keputusan otonom pada penentuan nasib sendiri untuk kemerdekaan.  

 

"Kami meminta setiap kelompok, baik pro, atau tidak pro untuk datang, sehingga pada akhir KTT, tidak ada yang akan mengatakan KTT Vanuatu tidak diwakili. Jadi, kami ingin memberikan semua orang kesempatan di KTT ini,” kata Nafuki. (Baca: 1 Desember Harus Jadi Momen Melawan Lupa Pelanggaran HAM di Papua).

 

OKTOVIANUS POGAU

Terkini

Populer Minggu Ini:

Gedung Ditempati Satgas Pos Fef Diminta Dihibahkan ke Keluarga Moses Yewen

0
“Selain denda adat terhadap kasus penganiayaan Moses Yewen, kami juga minta gedung yang sekarang dijadikan sebagai pos Satgas itu dibangun di atas tanah adat milik Moses Yewen harus dihibahkan kepada keluarga atau anaknya karena ini tanah sudah ada sertifikat kepemilikan yaitu anak kandung dari Moses Yewen,” ujar Thomas Baru menyampaikan tuntutan kepada pihak TNI.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.