ArsipKPU Kabupaten Yalimo Siap Laksanakan Pemilukada Pada Juli Mendatang

KPU Kabupaten Yalimo Siap Laksanakan Pemilukada Pada Juli Mendatang

Selasa 2015-03-03 18:50:30

WAMENA, SUARAPAPUA.com — Berkaitan dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) serentak dengan dasar disesuaikan dengan Perpu No. 1 Tahun 2014, maka Pemilukada Kabupaten Yalimo akan dimajukan dan dilaksanakan pada awal Juli 2015 mendatang.

Demikian diungkapkan Ketua KPU Yalimo, Yanes Alitnoe saat jumpa pers di Wamena, Selasa (3/3/2015).

 

“Berdasarkan revisis Perpu, maka kami KPU Kabupaten Yalimo nyatakan siap untuk menyelenggarakan Pemilukada serentak di tahun 2015,” kata Alitnoe.

 

Alitnoe menjelaskan KPU Yalimo telah sampai pada tahapan persiapan yang di lihat dari sisi internal kelembagaan, anggaran, permintaan DPT kepada pemerintah telah siap, yang mana dalam waktu dekat pihak KPU akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah Yalimo.

 

Alitnoe menambahkan bahwa setelah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, pihaknya akan membentuk badan Adhock dalam hal ini di tingkat DPD dan TPS.

 

Karena menurutnya, masyarakat merupakan pemilik hak konstitusional warga negara dan peserta pemilu yang memiliki hak untuk melaksankan Pemilukada di tahun 2015.

 

Untuk itu, lanjut Alitnoe, pihaknya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Yalimo untuk mengawal semua proses pemilukada di Yalimo agar tercipa demokrasi yang baik.

 

“Saya ajak kepada seluruh masyarakat Yalimo untuk sama-sama kawal Pemilukada di Kabupaten Yalimo dengan baik,” ajak Alitnoe.

 

Selanjutnya, kata dia, dengan waktu yang sangat singkat, pihaknya sebagai pelaksana telah siap untuk menyelenggarakan Pemilukada 2015 secara serentak, dimana terkait dengan kesiapan anggaran pelaksanaannya sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah Yalimo.

 

Editor: Mikael Kudiai

 

ELISA SEKENYAP

Terkini

Populer Minggu Ini:

Referendum Vanuatu Berupaya Menanamkan Stabilitas Setelah Pemerintahan Terbuka

0
"Vanuatu memiliki sistem pemerintahan yang demokratis, tetapi ketika referendum berfokus pada penghapusan hak konstitusional seorang anggota Parlemen, apakah kita masih berada di negara demokrasi?" kata seorang pengguna bernama Peserta Anonim di grup Facebook Yumi Tok Tok Stret.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.