ArsipIronis, Di Intan Jaya 18 Orang Meninggal Selama Bulan Januari

Ironis, Di Intan Jaya 18 Orang Meninggal Selama Bulan Januari

Minggu 2013-01-20 09:45:15

PAPUAN, Intan Jaya— Ironis, di beberapa kampung pada pusat kota kabupaten Intan Jaya, yakni,  kampung Yokatapa, Wandoga, Bilogai, Kumbalagupa dan Puyagiya, terhitung dalam bulan Januari 2013 saja dikabarkan sebanyak 18 orang meninggal dunia akibat sakit.

Hal ini disampaikan oleh salah seorang warga yang berdomisili di kampung Bilogai dan enggan dimediakan namanya, ketika ditemui suarapapua.com, Sabtu (18/1/2013), di Nabire, Papua.

Dijelaskannya, kebanyakan dari korban yang meninggal tinggal di pusat ibukota Kabupaten Intan Jaya yang notabene ada rumah sakit, serta beberapa fasilitas kesehatan lannya.

“Sebenarnya mereka tidak bisa meninggal begtu saja, namun karena kurang mendapat pelayanan dari petugas kesehatan di puskesmas Sugapa. Sebab sampa saat ini tidak ada petugas yang masuk, tapi hanya ada dua orang saja dan dokter-dokter semua tidak ada, mereka semua masih di luar Intan Jaya,” katanya

Menurutnya lagi, karena tidak ada dokter, sehingga banyak dari pasien, terutama yang sakit parah, lebih memilih berobat ke Nabire atau ke Timika menggunakan pesawat terbang.

Sementara itu, kepala dinas kesehatan kabupaten Intan Jaya, Yakob Sani.Amd.Kes, ketika dikonfirmasi media ini, dari Nabire, mengatakan pihaknya belum mendapat laporan dari petugas terkait meninggalnya belasa orang dalam bulan Januari.

“Saya sangat terkejut dengan laporan ini, jadi saya akan koordinasi dengan saya punya bawahan untuk mencari tahu akar persoalan dan sebab akibat yang terjadi dengan membentuk tim untuk investigasi untuk mencari fakta,” katanya.

Terkait pelayanan kesehatan yang belum maksimal, terutama terkait tidak adanya dokter, dirinya selau kepala dinas meminta maaf kepada masyarakat Intan Jaya atas kejadian tersebut.

"Meskipun kantor sudah dibuka sejak tanggal 6 januari lalu, namun benar adanya kalau tidak ada dokter di Puskesmas Intan Jaya, saya akan kordinasi dengan mereka agar kembali ke tempat tugas untuk melayani masyarakat," kata Sani.

ARNOLD BELAU

Terkini

Populer Minggu Ini:

PT MAM Masih Beroperasi, Pemkab Sorong Dituding Sengaja Biarkan

0
“Kami tidak ingin hutan adat kami dihancurkan. Kami minta pemerintah daerah segera bertindak demi melindungi hak-hak masyarakat adat, yakni marga Klesi, Klow, Murpa, Maas, dan Kwanik,” ujar Torianus Kalami.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.