ArsipGPI Fasilitasi Street Hunting di Abepura

GPI Fasilitasi Street Hunting di Abepura

Senin 2015-10-11 10:57:23

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Galeri Photo Indonesia (GPI) mengadakan kegiatan Street Hunting dalam rangka persiapan event nasional yang dilaksanakan oleh fotografer.net di Abepura, Jayapura, Papua, Minggu (11/10/2015) siang.

“Kegiatan hunting ini bertujuan mempersiapkan gambar-gambar terbaik kami di Papua untuk mengikuti event nasional yang setiap tahunnya diadakan,’’ kata Rony Rumbarar, sekretaris GPI Region Jayapura.

Menurut Rony, hasil gambar yang akan dipamerkan nanti, semuanya bertema suasana alam di Papua dan sosial kemasyarakatan.

 

Selain itu, kata dia, pihaknya dalam waktu dekat akan mengikuti kegiatan pameran foto yang diselenggarakan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Anak provinsi Papua.

 

“Rencana pameran foto pada bulan Oktober 2015 di halaman kantor Gubernur Papua,” jelasnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Lucky Matui, penasehat GPI Region Jayapura. Menurutnya, Street Hunting ini dalam rangka mempersiapkan diri untuk mengikuti kegiatan pameran fotografer nasional tahun 2015.

“Event yang dibuat oleh fotografer.net setiap tahunnya, dan tahun 2015 ini yang ke-13. Kami dari Papua juga ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut,” jelas Matui.

Selain mengikuti event nasional tersebut, kata Matui, “Kami juga saling membagi ilmu dalam komunitas fotografer kami, agar kegiatan kami dapat berguna bagi kami orang Papua sendiri. Juga ingin memperkenalkan Papua yang sebenarnya kepada dunia.”

Matui berharap agar semua orang yang ada di Tanah Papua dapat mendukung agar Papua menjadi yang terbaik dalam mencapai tujuan kedepannya.

Pantauan suarapapua.com, kegiatan street hunting dimulai pada pukul 12.00 WIT dengan titik start Pasar Youtefa dan finish di Lingkaran Abepura. Peserta hunting, semua kalangan yang tergabung dalam komunitas GPI region Jayapura.

 

Editor: Mary

 

HARUN RUMBARAR

Terkini

Populer Minggu Ini:

PT MAM Masih Beroperasi, Pemkab Sorong Dituding Sengaja Biarkan

0
“Kami tidak ingin hutan adat kami dihancurkan. Kami minta pemerintah daerah segera bertindak demi melindungi hak-hak masyarakat adat, yakni marga Klesi, Klow, Murpa, Maas, dan Kwanik,” ujar Torianus Kalami.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.