ArsipPlt. Bupat Nabire: Yayasan Pesat Berperan Besar Memajukan SDM di Papua

Plt. Bupat Nabire: Yayasan Pesat Berperan Besar Memajukan SDM di Papua

Minggu 2015-08-02 01:15:38

NABIRE, SUARAPAPUA.com — Penjabat Bupati Kabupaten Nabire, Sendius Wonda, menegaskan, Yayasan Pelayanan Desa Terpadu (PESAT) Nabire, berperan besar dalam memajukan Sumber Daya Manusia (SDM) di Tanah Papua, secara khusus di Nabire, karena telah menggalakan pendidikan berpola asrama sejak tahun 1995.

“Selaku pimpinan daerah Kabupaten Nabire saya merasa bangga, dan menyampaikan rasa terima kasih kepada pimpinan Yayasan Pesat, para guru-guru yang sedang berulang tahun hari ini, karena telah memajukan SDM di Tanah Papua,” kata Wonda, dalam sambutannya, Jumat (31/7/2015).

 

Menurut Wonda, Pesat Nabire telah berperan besar dalam memajukan anak bangsa, dan memajukan dunia pendidikan di Nabire, secara umum di Tanah Papua. (Baca: Yayasan PESAT Nabire Rayakan HUT ke-20 Tahun).

 

“Yayasan PESAT yang berdiri sejak tahun 1995, dalam kiprahnya telah membuka pendidikan bagi kaum yang tidak mampu, khususya masyarakat Papua, dengan menggalakan pendidikan berpola asrama, mulai dari tingkat TK sampai SMA.”

 

“Dan bahkan ada yang dibiayai sampai melanjutkan kuliah atau pendidikan tinggi ke berbagai kampus di seluruh Indonesia. Memang untuk mengelolah dan membangun Tanah Papua, dibutuhkan SDM yang handal, pembangunan hanya dapat dilakukan melalui sistem pendidikan, dan menyelenggarakan sekolah secara berkualitas,” katanya.

 

Menurutnya, dengan adanya pendidikan berpola asrama, kualitas anak didik dapat dipantau mulai dari kebutuhan gizi, pendidikan dan kesehatan.

 

“Saya percaya bahwa Yayasan Pesat merupakan lembaga pendidikan yang telah berhasil mencetak anak-anak didik dan telah kuliah di berbagai perguruan tinggi, dan bahkan ada yang sudah selesai, ini luar biasa,” tegas Kepala Biro Tata Pemerintahan Provinsi Papua ini.

 

Menurut Wonda, anak-anak yang didik dengan metode pendidikan berpola asrama, akan memiliki massa depan yang baik, berpikiran cerdas, berbudi pekerti, dan takut akan Tuhan.

 

“Pada hari ini, kita kumpul dengan penuh persaudaran semua keluarga besar pesat Nabire dalam HUT ke-20, melalui ini kita harus sama-sama meningkat sinergitas dan meningkatkan layanan dan mutu, agar bisa lebih mandiri dan professional,” tegasnya.

 

“Sebelum saya menutup sambutan ini, saya berharap kepada ketua Yayasan Pesat Nabire, bapak Ev. Daniel Alexander, dan para orang tua, agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan dalam mewujudkan pendidkan di Nabire sesuai visi dan misi Papua bangkit, mandiri dan sejahtera,” kata Wonda.

 

Menurut Wonda yang merupakan alumnus di Universitas Gadja Mada (UGM), dirinya juga sangat terharu dengan penampilan anak-anak didik yayasan pesat yang dengan lucu menyampaikan berbagai cita-cita mereka usai kuliah nanti.

 

“Tadi saya dengar ada yang ingin jadi tentara, ada yang mau jadi polisi, ada yang mau jadi dokter, dan berbagai macam cita-cita lainnya, itu sesungguhnya jadi dorongan buat kita orang tua agar mendorong mereka mewujudkan cita-cita tersebut,” kata Wonda.

 

Disampaikan, dunia pendidikan adalah aspek sangat penting dalam sejarah kehidupan manusia, dan tanpa pendidikan manusia tidak dapat melakukan apapun.

 

“Saya atas nama pemerintah daerah mengucapkan terima kasih yang tulus kepada pimpnan Yayasan, dan semua guru, mungkin pemerintah tidak lihat, orang lain tidak lihat, tapi Tuhan akan perhatikan pekerjaan ini.”

 

“Kedepan apa saja yang bisa menjadi perhatian pemerintah, apa saja yang bisa dibantu oleh pemerintah, akan kita perhatikan. Kepada ketua yayasan secara khusus, tanah ini penuh berkat, Tuhan akan berkati keluarga bapak.”

 

“Saya mau sampaikan bahwa tahun depan kita sama-sama bisa saling membantu dalam beberapa program untuk bantu yayasan ini, dengan demikian, saya atas nama pribadi, atas nama pemerintah daerah menyampaikan selamat ulang tahun Yayasan Pesat yang ke-20 tahun.” 

 

“Doa kami supaya terus bangkit dan mandiri di seluruh Indonsia, khususnya di Nabire, kiranya Tuhan Yesus yang punya program akan berkati kita semua,” tutup Wonda.

 

Sebelumnya, Pdt. Daniel Alexander sebagai pendiri Yayasan Pesat Nabire mengaku bangga karena hingga kini sudah berusia yang ke-20 tahun, dengan menghadirkan banyak lembaga pendidikan melalui pendidikan berpola asrama.

 

“Pesat bukan hanya ada di Nabire saja, tapi juga ada di Nabire, kami dirikan SMA di Ransiki, Manokwari Selatan, Papua Barat,” tegas Pdt. Daniel.

 

Hingga kini, banyak lulusan sekolah-sekolah Yayasan Pesat Nabire telah menempuh pendidik tinggi di luar tanah Papua, dan bahkan ada yang telah menyelesaikan studinya dan siap bekerja.

 

“Yayasan PESAT akan tetap berada di Papua, tujuan kami banyak anak Papua harus mendapatkan pendidikan yang layak, karena pendidikan adalah kuncinya,” tegas Daniel.

 

OKTOVIANUS POGAU

Terkini

Populer Minggu Ini:

Anggota DPRP Mendukung Upaya Banding Suku Awyu ke PTTUN Manado

0
“Keterangan penggugat bersama sejumlah saksi yang sudah dihadirkan di ruang sidang mengungkapkan banyak fakta di lapangan. Tapi majelis hakim abaikan itu semua hingga memutuskan menolak gugatan marga Woro. Karena itulah ada upaya banding setingkat di atasnya. Upaya banding ini kami sangat mendukung, bila perlu diterima untuk batalkan putusan sebelumnya,” ujar Laurenzus Kadepa.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.