ArsipProf. Yohana Yembise Masuk Nominasi Penghargaan 'National Leadership' dari Universitas New Castle

Prof. Yohana Yembise Masuk Nominasi Penghargaan ‘National Leadership’ dari Universitas New Castle

Rabu 2014-09-10 19:39:30

PAPUAN, Jayapura — Setelah tercatat menjadi perempuan Papua pertama yang berhasil meraih jabatan akademik tertinggi sebagai guru besar (professor), langkah Prof. DR. Yohana Susana Yembise, Dip.Apling, MA, makin menanjak.

Pasalnya, setelah meraih sejumlah penghargaan tingkat provinsi dan nasional, kini giliran professor perempuan Papua yang dikukuhkan pada November 2013 ini bakal meraih penghargaan internasional dari Universitas New Castle Australia.

 

Dirinya telah terpilih menjadi salah satu finalis untuk kategori ‘National Leadership’ dalam acara pemilihan Alumni Award University of New Castle 2014, pada 10 Septermenber 2014.

 

Untuk diketahui, Prof. Yohana Susana Yembise selama ini mengabdi sebagai guru besar pada Jurusan bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Cenderawasih Jayapura (Papua).

 

Pemilihan ini dilakukan setelah melalui seleksi ketat dari tim seleksi untuk semua calon yang dijaring dari 115.000 alumni yang berasal dari 210 negara untuk 2014 Alumni Awards.  

 

Hasilnya, Prof. Yembise yang juga anggota Joint Selection Team (JST) beasiswa Australia (ADS/AAS) ini berhasil masuk sebagai salah satu finalis kuat untuk kategori “National Leadership” .

 

“Saya berhasil masuk sebagai finalis karena dinominasikan oleh Faculty of Education and Art, University of New Castle Australia sebagai nominee (baca, calon),” ujar alumni Universitas Simon Fraser, BC, Canada ini ketika ditemui di Jakarta dalam persiapan ke Australia.  

 

Dia menjadi calon terkuat karena menyandang status sebagai alumni beasiswa Australia dari Universitas New Castle yang berhasl meraih jabatan akademik tertinggi profesor perempuan Papua pertama.  

 

Selain itu, Prof  Yohana Yembise juga diakui oleh duta besar Australia sebagai alumni yang memiliki kontribusi besar bagi pembangunan sumber daya manusia di Tanah Papua maupun Indonesia. 

 

Ada delapan kategori dalam ‘2014 Alumni Awards’ yang diselenggarakan Universitas New Castle dengan keseluruhan finalis berjumlah 32 orang.  

 

“Saya sendiri masuk sebagai salah satu dari empat orang diantara finalis penerima penghargaan untuk kategori National Leadership,” kata perempuan asal Biak kelahiran Manokwari 1 Oktober 1958 silam ini.

 

Yang mengharukan, keikutsertaan ibu Prof. Yembise sebagai finalis dalam international event ini adalah satu-satunya dari Papua sekaligus mewakili Negara Indonesia.  

 

Ada hal yang menggelitik karena sebelumnya panitia penyelenggara penghargaan di Universitas New Castle Australia mengira dirinya berasal dari Papua New Guinea (PNG).

 

Dalam acara bergengsi ini, ibu Prof. Yohana Susana Yembise akan bersaing dengan 3 nominee (calon) lainnya yakni; Phil Foreman AM yang merupakan Profesor emeritus dari New South Wales (NSW) Institute of Teachers (Australia), Paul Graham yang merupakan ahli ekonomi dalam bidang analisis pasar energi di Australia, dan Kessarawan Nilvarangkul yang merupakan seorang peneliti  pada Faculty of Nursing di Khon Kaen University (Thailand).

 

Pada tahun 2013 lalu, pemenang Alumni Awards untuk katergori yang sama diraih oleh wakil dari Negara Brunei Darusalam.  

 

Acara Alumni Awards 2014 ini akan dilaksanakan pada Gala Dinner tanggal 10 September 2014 di City Hall New Castle, tepatnya di Aula Kantor Walikota di Kota New Castle (Australia).

 

Setelah acara ini dilaksanakan, menurut Prof. Yembise, masih ada agenda lain yaitu mengunjungi Kampus Faculty of Education and Art, University of New Castle untuk membangun kerjasama melalui diskusi jaringan dengan para asosiasi alumni, mahasiswa dan akademi. Kegiatan ini akan memakan waktu selama 7 hari di Kota New Castle, Australia.

 

JULIAN HOWAY

Terkini

Populer Minggu Ini:

UU Otsus Kembali Digugat, Apakah MK Memihak Pada OAP?

0
“Pasal-pasal ini berpotensi menghilangkan hak konstitusional Orang Asli Papua untuk dapat mengisi jabatan eksekutif dan legislatif di tanah Papua dan menjalankan pemerintahannya sendiri,” tegas Yanto dalam pernyataannya yang terima suarapapua.com (16/7/2024).

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.