ArsipPemprov Papua Temui Kapolda Sulut Bahas Rekonsiliasi Bentrok Tataaran

Pemprov Papua Temui Kapolda Sulut Bahas Rekonsiliasi Bentrok Tataaran

Selasa 2014-11-11 17:40:30

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Asisten I Sekertariat Daerah (Setda) Provinsi Papua, Doren Wakerkwa, Senin (10/11/2014) siang, melakukan pertemuan dengan Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara, membahas penyelesaian konflik antar mahasiswa dengan warga Tataaran.

Doren Wakerkwa, kepada wartawan menyampaikan, Pemprov Papua menghendaki Pemprov Sulut dan Polda untuk menggelar acara rekonsiliasi bersama mahasiswa Papua.

 

Sejauh ini, kata Doren, rekonsiliasi baru di tataran antar pemerintah dan instansi terkait, sehingga perlu dipertemukan antarkelompok yang bertikai.

 

"Acara rekonsiliasi ini nantinya menghadirkan kedua belah pihak. Kita gelar di Manado," ujarnya, seperti dikutip Tribunnews, Senin sore. (Baca: Ribuan Mahasiswa Papua Demo di Kantor Gubernur Sulawesi Utara).

 

Ia mengharapkan, Gubernur Sulut dan Kapolda menentukan waktu yang tepat untuk menggelar acara rekonsiliasi tersebut. "Intinya kita lakukan pertemuan perdamaian," ujarnya.

 

Sepulang dari pertemuan ini, kata Doren, Pemprov Papua akan membentuk tim menindaklanjuti acara rekonsiliasi di Manado nantinya. 

 

Kapolda Sulut, Brigjen Jimmy Palmer Sinaga mengapresiasi rencana tersebut. Dikatakan, kegiatan itu memang dinilai perlu untuk mengembalikan kedamaian dua belah pihak yang sempat bertikai, meski keadaan kini sudah kondusif.

 

Sinaga menghendaki, mahasiswa Papua bisa terus menimba ilmu di Bumi Nyiur Melambai. Jangan karena sebuah kasus menghalangi niat para mahasiswa maupun calon mahasiswa menyelesaikan kuliah.

 

"Harapan kami, anak-anak muda Papua bisa terus belajar di Sulut dengan aman dan nyaman. Soal waktunya kapan rekonsiliasi itu tinggal ditentukan waktunya, kami siap," katanya lagi.

 

Pertemuan itu difasilitasi Anggota DPD-RI asal Sulut, Maya Rumantir, dan dihadiri juga oleh perwakilan mahasiswa Papua di Tondano. 

 

Sekedar diketahui, bentrokan antar warga Tataaran dan mahasiswa Papua, yang terjadi 19 Oktober 2014, di Kabupaten Tondano, Minahasa, Sulut, menelan korban satu mahasiswa Papua, Petius Tabuni. (Baca: Dua Mahasiswa Papua di Manado Tewas Dibacok OTK).

 

OKTOVIANUS POGAU 

Terkini

Populer Minggu Ini:

Dua Hari GCC, PM Rabuka: Jadilah Pemimpin Adat Bagi Semua Warga...

0
“Hari ini kita mengingat kembali fondasi yang menjadi dasar kita membangun GCC. Kita mengingat para pemimpin kita yang dengan gagah berani berjuang untuk menjaga posisinya,” kata Sitiveni Rabuka, dilansir fijitimes.com.fj.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.