ArsipSebut Penembakan di Paniai Sabotase Kunjungan Jokowi; Ini Tanggapan DAP Paniai

Sebut Penembakan di Paniai Sabotase Kunjungan Jokowi; Ini Tanggapan DAP Paniai

Sabtu 2014-12-13 00:31:30

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP) mencurigai aksi penembakan warga di Paniai, Papua, yang mengakibatkan 5 orang tewas sengaja direkayasa oleh pihak-pihak tertentu, untuk menyabotase rencana kunjungan Presiden Joko Widodo ke Papua, 27 Desember nanti.

Dari hasil penelitian Tim BaraJP di Paniai, pengemudi mobil Fortuner yang sengaja berkendara ke tempat latihan perayaan Natal dengan tidak menyalakan lampu (walau sudah malam hari), merupakan indikasi kuat ada pihak sengaja mencari gara-gara supaya terjadi kerusuhan.

 

"Fortuner tanpa lampu di malam hari, pantas dicurigai sebagai indikasi sabotase terhadap Presiden Joko Widodo. Karena Jokowi akan berkunjung ke Papua pada tanggal 27 Desember 2014 yang akan datang," ujar Sihol, seperti ditulis beritasatu.com

 

Sihol mengkhawatirkan, kerusuhan sengaja direkayasa untuk memperkeruh suasana, agar Jokowi tak melakukan kunjungan ke Papua.

 

"Mau memberi kesan bahwa Papua tidak aman, yang berdampak pada pengadaan sarana pendukung. Ini tidak sehat, tidak elegan. Komunikasi tidak harus dengan penumpahan darah rakyat," katanya.

 

Tetapi secara tegas, Ketua Dewan Adat Paniai (DAP), Jhon NR Gobay, menegaskan, penembakan terhadap lima warga sipil menunjukan komitmen Presiden Jokowi yang tetap menggunakan pendekatan keamanan untuk menyelesaikan persoalan Papua. (Baca: Lagi, Satu Warga Paniai Tewas Ditembak TNI/Polri; Korban Jadi Lima Orang). 

 

“Saya bisa katakan ini kado paling memilukan untuk rakyat Papua, secara khusus untuk warga Paniai di bulan Desember ini. Kami meragukan komitmen Jokowi untuk menyelesaikan persoalan Papua,” kata Gobay, Senin (8/12/2014).

 

Gobay meminta Kapolda Papua dan Pangdam XVII/Cenderawasih untuk tidak memutarbalikan fakta dengan menuding TPN/OPM sebagai pelaku penembakan, apalagi terlibat dalam penembakan terhadap anggota Polisi maupun TNI. (Baca: Kelima Jenazah Tidak akan Dimakamkan Sebelum Kapolda dan Pangdam Tiba di Paniai).

 

"Kami juga meminta Kapolri dan Panglima TNI untuk menarik semua pasukan, baik Polres, Koramil, Timsus 753, Brimob, Kopassus, dan BIN dari Paniai," ujar Jhon.

 

"Aparat tidak melakukan fungsi mereka melindungi dan mengayomi masyarakat, tapi membuat keresahan, dan menghilangkan nyawa warga sipil, karena itu mereka harus ditarik dari Paniai," tegasnya.

 

Terkait pernyataan Kapolres Paniai yang mengatakan penembakan dilakukan karena ada intervensi TPN/OPM, kata Jhon, merupakan sebuah upaya yang tersistematis untuk melakukan pembohongan kepada publik.

 

"Itu tidak benar, kami mendapat laporan bahwa di Paniai tidak ada markas TPN/OPM, aparat secara brutal melakukan penembakan tanpa sebab di lapangan, karena itu kami tidak terima dengan perlakukan ini." katanya. (Baca: Lagi, Satu Warga Paniai Tewas Ditembak TNI/Polri; Korban Jadi Lima Orang). 

 

Editor: Oktovianus Pogau

 

MIKAEL KUDIAI

Terkini

Populer Minggu Ini:

Uskup Jayapura Resmikan Gedung SMK YPPK Yabula Kimbim Tepat di Usia...

0
“SMK ini merupakan yang pertama untuk seluruh YPPK di Tanah Papua. Ini satu karya baru yang hadir dengan penuh hati dan penuh kepedulian terhadap kehidupan masyarakat di Papua, khususnya di lembah Balim. Kehadiran SMK ini mau menjawab kebutuhan masyarakat di sini,” kata Mgr. Yan.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.