ArsipSurat Pemberitahuan TPN-PB 'Gadungan' Beredar

Surat Pemberitahuan TPN-PB ‘Gadungan’ Beredar

Senin 2013-09-16 13:37:15

PAPUAN, Jayapura — Rocky Wim Medlama, juru bicara nasional Komite Nasional Papua Barat (KNPB) mengatakan pihaknya mendapat dan menemukan surat edaran yang isinya pemberitahuan dari oknum tak bertanggung jawab yang mengaku dan mengatasnamakan panglima Kodap I Mamta.

"Tadi siang kami terima satu surat palsu dari oknum yang mengaku dirinya sebagai panglima  TPN-PB Kodap I Wilayah Mamta," kata Rocky kepada suarapapua.com, Sabtu (14/9/2013) di Waena, Jayapura, Papua.

Surat tersebut, menurut Wim, diterima dari tangan orang ke empat yang tidak dari mana asal muasal surat itu

"Kami terima surat itu dari salah satu penghuni asrama rusunawa. Anak tersebut mengaku dapat surat itu dari orang tak dikenal yang menyuruhnya untuk antar surat itu kepada sekretariat KNPB," jelas Medlama sambil tunjukan surat itu.

"Kami tidak percaya karena yang tanda tangan surat itu bukan panglima TPN-PB Kodap I, logo dan stempel bukan logo resmi dan stempel resmi TPN-PB. Oknum yang  tanda tangan surat itu adalah R.Nian. Seharusnya ditanda tangani oleh panglima Terianus Sato. Jadi kami langsung tidak percaya. Setelah itu kami konfirmasi ke panglima TPN-PB Kodap I tapi dia bilang bukan saya yang buat surat itu," jelasnya.

Sementara itu, dalam surat dari TPN-PB gadungan itu berisi himbauan agar tidak ikut terlibat dan manahan diri untuk tidak melakukan aksi peringati hari demokrasi internsioanal, dan surat itu ditunjukan pada seluruh masayrakat di tanah Papua dan surat itu sudah diedarkan ke seluruh asrama yang ada di jayapura.

Surat itu pula ditunjukan pada beberapa organiasai pergerakan Papua, diantaranya; KNPB, PNWP, NRFPB, TRPB, PNPB, TPN, OPM dan Masyarakat Simpatisan Papua Merdeka.

"Dengan tegas kami KNPB meminta kepada oknum yang mengaku sebagai panglima TPN-PB Kodap I segera bertanggung jawab. Karena persoalan Papua itu bukan untuk dipermainkan.  Tetapi Persolan Papua itu sesungguhnya adalah harga diri bangsa Papua barat."

"Dan kami juga menghimbau supaya tidak usa percaya dengan surat himbauan yang sudah beredara. Dan rakyat Papua barat harus melihat dengan baik surat itu. Karena saat ini banyak OPM dan TPN-PB gadungan yang bekerja untuk kaum penjajah,” tegas Wim.

ARNOLD BELAU

1 KOMENTAR

Terkini

Populer Minggu Ini:

Tim Berantas Miras Harus Dibentuk Agar Dogiyai Aman

0
“Dogiyai sudah punya Perda nomor 8 tahun 2018 yang perlu dan harus didorong kembali oleh pemerintah daerah dengan didukung oleh semua pihak. Bila perlu bentuk Tim Satgas Gabungan Berantas Miras,” ujar Agustinus Tebai.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.