Berdayakan Pengusaha OAP, KAPP Adakan Konferda ke-1 di Paniai

0
922

PANIAI, SUARAPAPUA.com — Badan pengurus pusat Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) menggelar konferensi daerah (Konferda) kabupaten Paniai, Kamis (8/8/2019) di aula kantor Bupati Paniai, Madi.

Konferda tersebut digelar guna penguatan kapasitas kelembagaan sebagai bagian dari konsolidasi organisasi sesuai AD/ART KAPP tentang organisasi dan keanggotaan.

“Kami gelar konferda ini karena merupakan program utama sejak kami menjadi badan pengurus pusat KAPP tahun 2018. Dengan tujuan, pengurus KAPP di seluruh 29 kabupaten/kota di provinsi Papua jelas kepengurusannya,” kata sekretaris umum KAPP, Tepinus Waroman, dalam sambutannya di hadapan mama-mama pasar Paniai dan kontraktor asli Paniai.

Dikatakan, tujuan utama konferda adalah mendata kembali seluruh orang asli Papua yang aktif berwirausaha tetapi belum diberdayakan.

“Semua akan didata tanpa terkecuali baik pengusaha makro maupun mikro. Ini agar selain bisa berpartisipasi dalam tiap program KAPP, supaya nantinya semua pengusaha asli Paniai dan Papua yang berdomisili di sini bisa mengangkat perekonomian keluarga dan mampu berkompetisi dengan orang lain.”

Tepinus akui, konferda di kabupaten Paniai merupakan yang pertama dan yang kedua di wilayah Meepago setelah kabupaten Nabire.

“Yang ketiga hari Jumat (9/8/2019) kami gelar di kabupaten Deiyai. Untuk itu, kepada pemerintah daerah setempat, kami ucapkan terima kasih karena telah mendukung program kami ini,” ucapnya.

Hal itu, menurut dia, selama ini pengusaha orang asli Papua (OAP) selalu disudutkan dan dianggap tidak mampu mengembangkan potensi-potensi ekonomi yang ada.

“Sebenarnya kita orang Papua mampu. Hanya tidak pernah diberi kesempatan seluas-luasnya seperti yang dimuat dalam UU Otsus,” ujar Tepinus.

Konferda ini mengangkat tema “Menyulam noken, menambal perahu dan meraih kehidupan” dan sub tema “Mewujudkan ekonomi rakyat kabupaten Paniai yang mandiri, sejahtera dan berkeadilan dari dusun, kampung sampai ke kota”.

Dalam sambutan Revin Tabuni, koordinator bidang SDM KAPP, menyatakan, sudah saatnya orang Papua bangkit berdiri di atas tanahnya mengelola semua kekayaan alam yang ada.

“Kita semua sebagai anak adat di Papua sama-sama bangkit dalam pemberdayaan ekonomi. Jangan kita terus jadi penonton,” pintanya.

Di kesempatan yang sama, mewakili Pemkab Paniai, Abdul Azis, Asisten satu Setda Paniai, mengatakan, pihaknya siap mendukung tiap program yang akan dikerjakan KAPP di Paniai.

“Bupati Paniai menyampaikan akan mendukung penuh program KAPP di Paniai. Untuk itu, kami minta kepada kalian agar harus serius dan fokus,” pesannya sebelum membuka secara resmi kegiatan tersebut.

Seperti Waroman dan Tabuni, harapan sama disampaikan ketua KAPP korwil Meepago, Natan Tebai, saat ditemui suarapapua.com usai kegiatan.

“Saya sebagai anak adat di wilayah Meepago berharap semua suku asli Papua yang ada di wilayah Meepago ini bisa diperhatikan. Karena saya tahu mereka mampu melakukan, hanya tidak pernah diberi ruang dan waktu. Ini masalahnya. Nah, Pemda setempat harus buka mata hati dan pikiran lihat,” kata Natan.

Ketua panitia Konferda I, Samuel Nawipa, mengaku senang lihat antusias masyarakat Paniai ikut kegiatan ini.

“Ya, ini membuktikan bahwa mereka siap kembangkan usaha mereka. Dan, kami akan terus dampingi mereka,” ucapnya kepada suarapapua.com.

Pewarta: Stevanus Yogi
Editor: Markus You