Empat Bupati di Meepago Sepakat Cegah Penyebaran Covid-19

0
1731

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Kebijakan pencegahan terhadap penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di kawasan Meepago, Papua, telah diambil bupati Nabire, Dogiyai, Deiyai dan Paniai, sejak pekan kemarin.

Yakobus Dumupa, bupati kabupaten Dogiyai, saat dikonfirmasi suarapapua.com, Senin (23/3/2020), memastikan realisasi dari kesepatan tersebut sudah dimulai hari ini.

“Pemerintah kabupaten Nabire, Dogiyai, Deiyai, dan Paniai telah mengambil kesepakatan bersama untuk mencegah penyebaran virus Corona. Mulai hari ini kita kerja menindaklanjuti pertemuan dan kesepakatan para bupati,” jelasnya.

Bupati Dogiyai mengatakan, upaya pencegahan tersebut melibatkan berbagai pihak di wilayahnya masing-masing. Para bupati juga, imbuh Dumupa, turut menyumbangkan dana, fasilitas dan tenaga medis maupun non-medis untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

“Kabupaten Dogiyai bertindak sebagai koordinator, yang akan dilaksanakan oleh satuan tugas (Satgas) Covid-19,” kata Dumupa.

ads

Menurutnya, kegiatan ini berlangsung selama dua pekan. “Dimulai hari ini, Senin (23/3/2020) hingga tanggal 5 April mendatang. Waktunya akan diperpanjang setelah dievaluasi oleh Satgas Covid-19,” jelasnya.

Dumupa menyebutkan beberapa kegiatan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah Meepago.

Pertama, melarang orang yang berasal dari wilayah yang telah berdampak Covid-19 untuk memasuki wilayah kabupaten Nabire, Dogiyai, Deiyai, dan Paniai.

Baca Juga:  Bertamasya ke Lubang Batu Lembah Emereuw-Konya Abepura

Kedua, melarang semua warga kabupaten Nabire, Dogiyai, Deiyai, dan Paniai untuk keluar daerah meninggalkan kabupaten masing-masing.

Ketiga, sosialisasi pencegahan penyebaran Covid-19 secara luas kepada seluruh masyarakat.

Keempat, mendirikan pos komando (Posko) terpadu Covid-19 di Jalan Trans Papua Nabire-Enarotali KM 100 distrik Siriwo, kabupaten Nabire. Posko ini bertugas melakukan pemeriksaan kesehatan kepada semua pengguna jalan dan sterilisasi terhadap semua kendaraan yang melintas.

Kelima, mendirikan Posko Covid-19 di Moanemani (Dogiyai), Waghete (Deiyai), Enarotali (Paniai), dan pelayanan tindakan medis di RSUD Nabire.

Keenam, memeriksa seluruh penumpang pesawat di bandar udara Nabire dan penumpang kapal laut di pelabuhan laut Samabusa Nabire.

Ketujuh, menutup bandar udara Moanemani, bandar udara Waghete, dan bandar udara Enarotali.

Selain itu, Bupati Dogiyai juga menyebutkan kegiatan penting lainnya dalam rangka pencegahan penyebaran virus Corona akan dilakukan. Antara lain, sosialisasi atau penyuluhan kepada masyarakat di empat kabupaten, juga penyemprotan disinfektan di berbagai tempat umum, dan lain-lain.

Karena itulah ia mengimbau kepada semua pihak mendukung kebijakan empat bupati agar rencana sejumlah kegiatan itu sukseskan dijalankan dengan tujuan bersama yakni mencegah penyebaran Covid-19.

Baca Juga:  YAPMI Berikan Sarana Air Bersih Bagi Warga Distrik Agandugume dan Lambewi

“Target kita adalah mewujudkan Meepago bebas Covid-19. Kita bekerja dengan memohon pertolongan Tuhan,” ujar Dumupa.

Beberapa hari sebelumnya, Bupati mengumumkan kebijakan menyikapi virus Corona. Antara lain, meliburkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan siswa-siswi mulai dari SD, SMP, SMA dan SMK di wilayah kabupaten Dogiyai. Libur dimulai 19 Maret hingga 5 April 2020. Aktivitas perkantoran dan sekolah akan dibuka kembali sehari sesudahnya.

Selama masa libur khusus ini para ASN diperbolehkan bekerja di rumah masing-masing dan tetap dikoordinir setiap pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Selain itu, para pejabat diinstruksikan tak melakukan perjalanan dinas keluar daerah, kecuali jika ada urusan sangat mendesak dan itu pun setelah diizinkan Bupati Dogiyai.

Kebijakan diambil setelah Corona ditetapkan World Health Organization (WHO) sebagai pandemi global, Indonesia kini dalam status Darurat COVID-19 menyusul Instruksi Presiden Republik Indonesia.

Periksa Penumpang

Isaias Douw, bupati kabupaten Nabire, juga tak tinggal diam dalam mencegah Covid-19. Awal pekan lalu Isaias bahkan telah membentuk Tim Satgas Status Siaga Darurat Covid-19.

Tim ini bertugas  memeriksa kedatangan orang-orang baik melalui jasa transportasi udara di bandara Nabire maupun kapal penumpang di pelabuhan laut Nabire.

Baca Juga:  Kepala Dinas Pendidikan Dogiyai Tekankan Kerja Kolaborasi Demi Menyiapkan SDM Papua

Seperti saat KM Labobar merapat di dermaga Samabusa, Jumat (20/3/2020) sore, dan sehari kemudian KM Dempo. Tim Satgas dipimpin langsung Victor Fun memeriksa semua penumpang kapal yang turun di dermaga Samabusa.

“Pemeriksaan dilakukan atas dasar instruksi bupati Nabire dalam rangka mengantisipasi masuknya virus Corona,” kata kepala BPBD Nabire ini.

Karena penumpang kapal laut banyak yang berasal dari luar Tanah Papua, sehingga menurutnya, wajib memeriksa untuk mendeteksi Covid-19 dan menjalani tindakan medis jika terbukti terindikasi terpapar virus mematikan itu.

“Kita melaksanakan kegiatan kemanusian untuk mencegah Corona masuk Nabire,” ujar Victor.

Juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Nabire, dr. Frans Sayuri mengatakan, hasil pemeriksaan kepada para penumpang yang turun dari kapal itu tak terbukti terpapar Covid-19.

“Setelah diperiksa, hasilnya tidak ada yang terindikasi terkena virus Corona,” jelasnya.

Selain dari Dinas Kesehatan kabupaten Nabire, tergabung dalam tim Satgas ini Polres Nabire, TNI AL, KP3L, Poliklinik, Satuan Polair, Polsubsek Samabusa serta pihak lainnya.

Pewarta: Markus You

Artikel sebelumnyaPapuan Fighters in Overseas Ask for Lockdown Papua
Artikel berikutnyaCegah Covid-19, Masyarakat Yahukimo Minta Lock Down