BeritaSpanduk Siluman Bertuliskan, Bapak Gubernur, Otsus Papua Dipakai Buat Apa?

Spanduk Siluman Bertuliskan, Bapak Gubernur, Otsus Papua Dipakai Buat Apa?

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Spanduk tanpa label organisasi yang tergantung di jembatan penyeberangan depan kampus Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura pada, Rabu (27/1/2021) menarik perhatian pengguna jalan.

Spanduk tersebut mempertanyakan Gubernur Papua terkait transparansi penggunaan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua dalam 20 tahun terakhir.

Di mana spanduk itu bertuliskan, “Bapak Gubernur, silakan tanya hati nurani, selama ini Otsus Papua sudah dipakai buat apa? Dana Otsus bukan untuk dinasti keluarga”.

Baca Juga:  BREAKING NEWS: 10 Kantor OPD di Kabupaten Sorong Dipalang

Pernyataan yang terpampang di spanduk tersebut bernada provokatif. Mestinya spanduk tidak bertuan seperti itu harus ditertibkan oleh pemerintah kota. Bukan membiarkan terpampang seperti itu.

Seorang warga yang sempat melihat spanduk tersebut mengakui, heran dengan tulisan yang terpampang di atas spanduk itu.

“Tulisan itu bernada provokatif, sehingga segera diturunkan. Tidak boleh seenaknya pasang, sementara asal-usulnya tidak tahu,” pungkas warga Kota Raja yang tidak menyebutkan namanya itu.

Baca Juga:  Situasi Kamtibmas di PBD Butuh Sinergi Bersama

Spanduk tersebut berukuran 4X1 yang dipasang di atas jembatan penyeberangan Uncen Abepura, Jayapura.

Berikut Foto-Fotonya:

Pewarta: Charles Maniani

Baca Juga:  Presiden Jokowi Segera Perintahkan Panglima TNI Proses Prajurit Penyiksa Warga Sipil Papua

Editor: Elisa Sekenyap

Terkini

Populer Minggu Ini:

Asosiasi West Papua Australia Mendesak Prancis Mendengarkan Suara Rakyat Kanak

0
“Lebih lanjut kami menyerukan kepada Dewan Gereja Dunia, melalui Komisi Gereja-gereja untuk Urusan Internasional agar menjadikan isu ini sebagai prioritas dalam pekerjaannya melalui keterlibatan dengan Pemerintah Perancis dan Komite PBB untuk Dekolonisasi (Komite C24 dan Komite 4) di kantornya di Jenewa dan New York,” pungkas Pdt. Bhagwan.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.