RALAT: Benyamin Weya Minta Warga Kampung Ndugusiga Intan Jaya Kosongkan Sampai Situasi Kondusif

0
2820

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Benyamin Weya, Anggota DPRD Intan Jaya mengatakan bahwa masyarakat kampung Ndugusiga telah mengungsi dan kosongkan kampung pasca baku tembak antara TPNPB dan TNI-Polri yang terjadi pada, Jumat (22/1/2021) lalu.

Weya menjelaskan, pengosongan kampung itu dilakukan guna antisipasi situasi yang tidak menentu ke depan.

Benyamin mengakui, pengosongan kampung itu dilakukan atas peringatan yang disampaikan pimpinan TNI/Polri yang bertugas di Intan Jaya. Di mana mereka (aparat) berencana melakukan operasi di kampung Ndugusiga.

“Demi keselamatan masyarakat saya, hari Sabtu saya sudah bilang masyarakat Ndugusiga agar mulai mengungsi. Karena pimpinan tentara [TNI-Polri] sudah sampaikan ke saya bahwa sudah kami berikan peringatan terus.”

“Hari ini peringatan terakhir. Jika kamu tidak kosongkan kampung, kami akan tembak semua masyarakat di sini. Entah tua atau pun muda. Makanya ada beberapa masyarakat itu saya sudah kirim mereka ke Nabire menggunakan 1 flight hari ini dan besok,” ujarnya menirukan pernyataan aparat kepadanya.

ads
Baca Juga:  Berlakukan Operasi Habema, ULMWP: Militerisme di Papua Barat Bukan Solusi

Katanya, pihak TNI/Polri juga menuduh Benyamin Weya dan masyarakat kampung Ndugusiga sedang menfasilitasi makan minum bagi TPNPB.

“Pimpinan [TNI-Polri] itu sampaikan kalau pak DPR [Benyamin Weya] dan masyarakat Ndugusiga yang memberi makan minum kepada TPNPB. Mereka makan minum di sini, lalu naik tembak kami [TNI-Polri].”

“Jadi hari ini peringatan terakhir ya. Kami akan tembak semua. Terus DPR kau itu sebenarnya kami sudah bunuh, tapi sudah selamatkan kamu. Makanya saya suruh masyarakat tinggalkan kampung ini,” jelasnya kepada suarapapu.com, Senin (25/1/2021) sebagaimana menirukan pernyataan pimpinan TNI-Polri di Intan Jaya yang memberikan warning kepada Benyamin.

Baca Juga:  ULMWP Desak Dewan HAM PBB Membentuk Tim Investigasi HAM Ke Tanah Papua

TNI/Polri juga telah menangkap beberapa masyarakat di kampung Ndugusiga, dan akhirnya dibebaskan.

“Ketika terjadi penembakan belum lama ini di Tigigi dan sepanjang jalan ke Hitadipa, masyarakat semua ketakutan, sehingga ada yang bersembunyi di honai masing-masing. Setelah baku tembak, TNI/Polri kampulkan kami semua di halaman gereja dan tangkap pewarta Ndugusiga dan Jupinus. Semua di masukan dalam mobil TNI, tetapi saya berontak bersama mama Dorina, sehingga di Piabu mereka melepaskan kami semua.”

“Kasih peringatan keras bahwa tentara akan tembak kami,” ujar Weya sambil menceritakan kejadian yang menimpa dia.

Kejadian itu diakui Marten Zoani, salah satu guru honorer di SD YPPK Titigi. Katanya, masyarakat kampung Ndugusiga telah mengungsi di beberapa kampung dan berangkat ke daerah perkotaan.

Baca Juga:  Freeport Indonesia Dukung Asosiasi Wartawan Papua Gelar Pelatihan Pengelolaan Media

“Masyarakat Ndugusiga sebelumnya memang banyak yang sudah mengungsi. Tapi  masyarakat yang  bertahan sejak penembakan tahun lalu itu mulai hari Sabtu sampai Minggu kemarin sudah keluar. Ada yang ke Pastoran sini, ada yang ke Bilogai dan ada juga yang ke Nabire dan Timika,” pungkasnya.

 

Pewarat: Yanuarius Weya

Editor: Elisa Sekenyap

RALAT: 

Judul Sebelumnya adalah: Aparat TNI/Polri Minta Warga Kampung Ndugusiga Intan Jaya Dikosongkan.

Setelah diralat, judulnya adalah: Benyamin Weya Minta Warga Kampung Ndugusiga Intan Jaya Kosongkan Sampai Situasi Kondusif.

Redaksi Suara Papua memohon maaf kepada pembaca atas kekeliruan ini.

Artikel sebelumnyaSpanduk Siluman Bertuliskan, Bapak Gubernur, Otsus Papua Dipakai Buat Apa?
Artikel berikutnyaKNPI PB Beri Waktu Dua Pekan Polri Tuntaskan Kasus Ambroncius Nababan