PolhukamDemokrasiDirepresif Aparat Kepolisian, Sejumlah Massa Aksi di Nabire Terluka

Direpresif Aparat Kepolisian, Sejumlah Massa Aksi di Nabire Terluka

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Aksi demonstrasi damai yang digelar rakyat Meepago di Nabire, ibu kota provinsi Papua Tengah, Jumat (5/4/2024) pagi, dibubarkan paksa aparat kepolisian dari Polres Nabire. Sejumlah massa aksi dikabarkan terluka, beberapa diantaranya dilarikan ke RSUD Nabire.

Setidaknya massa aksi di lima titik yakni di depan Pasar Karang Tumaritis, di depan RSUD Siriwini, perempatan SP 1 Nabire Barat, kampus USWIM, dan di depan Hotel Jepara II Wadio dibubarkan paksa.

Sumber dari Nabire mengabarkan, saat dibubarkan, massa aksi yang tergabung dalam Front Rakyat Peduli Hak Asasi Manusia Papua (FRPHAMP) juga dipukul dengan pentungan sambil lepas tembakan gas air mata.

“Aksi ini aksi damai, tetapi aparat keamanan beringas, kasih bubar, lepas tembakan, pukul dan kejar. Sama sekali tidak ada ruang. Padahal, tanggal 3 April, surat pemberitahuan sudah diantar ke Polres Nabire. Aksi ini tujuannya mau sampaikan aspirasi rakyat terhadap tindakan keji dari prajurit TNI aniaya warga sipil di kabupaten Puncak sebagai satu kasus pelanggaran HAM,” jelasnya.

Baca Juga:  Masyarakat Tolak Pj Bupati Tambrauw Maju Dalam Pilkada 2024

Tetapi, kata dia, aparat keamanan sama sekali tidak membuka ruang sedikitpun. Massa aksi direpresif dan dibubarkan paksa.

Dilaporkan juru bicara FRPHAMP, massa aksi yang sedang berkumpul di depan Pasar Karang Tumaritis dipaksa bubar dengan menggunakan kekerasan dan gas air mata. Meski sempat negosiasi, upaya pembubaran terus diterapkan aparat kepolisian. Sekira pukul 08.50 WIT, massa aksi bubar seketika.

Begitupun di depan RSUD Nabire. Sedikitnya 16 orang diangkut paksa ke Polres Nabire. Satu diantaranya menderita luka berat di bagian kepala. Sebagian lagi luka ringan.

Pemblokiran massa aksi juga terjadi di depan Hotel Jepara II Wadio.

Massa aksi dibubarkan paksa dengan menggunakan gas air mata dan tembakan peringatan. Satu orang terkena luka parah di bagian mata. Empat lainnya juga luka berat. Dua orang diangkut dengan kendaraan polisi. Sempat baku lempar antara massa aksi dan aparat setelah direpresif dengan tembakan peringatan dan gas air mata.

Baca Juga:  Satgas ODC Tembak Dua Pasukan Elit TPNPB di Yahukimo

Di SP 1, satu remaja atas nama Opinus Japugau luka parah saat dibubarkan aparat kepolisian. Korban berstatus siswa SMP Negeri SP 3 Nabire kelas 3. Sebagian massa kocar-kacir dan dikejar hingga ke hutan.

Di depan kampus USWIM Nabire, massa aksi bertahan saat mau dibubarkan aparat gabungan.

Aksi damai dari FRPHAMP dalam rangka menanggapi tindakan kekerasan militer Indonesia (TNI) di kabupaten Puncak tidak terlaksana sesuai rencana awal. Massa aksi di sejumlah titik kumpul dibubarkan secara paksa.

Rencananya aspirasi akan disampaikan dari depan kantor gubernur Papua Tengah. Sayangnya, hal itu batal lantaran lebih dulu diblokade dan direpresif aparat keamanan.

Massa aksi dari beberapa titik kembali berkumpul setelah sebelumnya kocar-kacir begitu dibubarkan dengan tembakan gas air mata dan tembakan peringatan ke udara.

Baca Juga:  Sikap Mahasiswa Papua Terhadap Kasus Penyiksaan dan Berbagai Kasus Kekerasaan Aparat Keamanan

Sejumlah massa aksi dari arah kampus USWIM di Kalibobo bergerak ke kota hingga tiba di jalan Merdeka, tak jauh dari kantor gubernur Papua Tengah. Duduk di badan jalan dibawah arahan koordinator sambil bernegosiasi dengan pihak keamanan. Upaya negosiasi buntu, massa berhamburan begitu aparat lepaskan tembakan gas air mata.

Saat bersamaan, massa aksi dari arah Wadio yang sedang bergerak ke kantor gubernur Papua Tengah, juga dihadang di tengah jalan.

FRPHAMP sangat kecewa dengan tindakan pengekangan negara melalui aparat keamanan. Akibatnya, rencana aksi damai hari ini gagal terlaksana. Situasinya agak berbeda dari biasanya. Massa aksi sama sekali tidak bisa sampaikan aspirasinya. Nabire di mata FRPHAMP benar-benar tertutup ruang demokrasi bagi rakyat. []

Terkini

Populer Minggu Ini:

Jasad Anggota TPNPB yang Tertembak di Paniai Telah Diserahkan Ke Pihak...

0
Undius Kogoya, Panglima TPNPB Kodap VIII Intan Jaya dalam kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada tokoh agama dan pemerintah distrik serta kepala kampung yang telah mengantarkan jasad anggotanya dengan baik.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.