Nanggala 402, Ini Kapal Selam

0
1614

Oleh: Yan Ukago)*
)* Penulis adalah Intelektual Muda Papua

Kapal jenis ini pertama kali diciptakan Cornelis Van Den Houtman (Belanda). Kapal ini didesain untuk bisa molo dalam air, musuh tidak lihat, berlayar pada kedalam tertentu untuk keperluan perang. Namun, bukan berarti kapal selam ini bisa molo sampai sedalam-dalamnya, ada batasannya. Kalau masuk melewati batas ijin dari muka air laut, kapal akan remuk dan hancur oleh tekanan hidrostatis dari.

Mahasiswa Teknik sipil atau mungkin mahasiswa kemaritiman, pernah belajar yang namanya Tekanan hidrostatis air. Tekanan ini ada pada air yang sedang diam seperti air laut atau danau, nilai kekuatannya makin ke dalam makin besar. Dan pada sebuah kedalaman, air laut yang keruh atau asing, kekuatannya lebih besar dari pada air tawar.

Baca Juga:  Jaga Bahasa, Jaga Budaya (Bagian 1)

Intinya makin dalam makin bahaya. Makanya orang yang molo ikan atau udang, tidak pernah masuk sampai dalam-dalam, lebih dari 20 meteran, anak telinga bisa pecah dan batang kepala pening-pening, terasa hampir mau remuk, itu tanda tekanan air makin ke bawah semakin tinggi.

Sifat hidrostatis air ini membuat sebuah benda yang ada dalam air akan mendapat tekanan dari segala arah yang sama besar. Ketika sudah dalam air, badan kapal selam akan dapat tekanan air dari samping kanan kiri secara horizontal, dan berat beban air yang ada di atasnya kapal selam serta gaya apung dari bawah badan kapal secara vertikal.

ads
Baca Juga:  Operasi Bibida dan Misi Ekspansi Militer

Kita harapkan kapal Nanggala N402 yang tenggelam di utara Pulau Bali itu, sedang ada pada kedalam tidak lebih dari 100 meter. Andaikan benar bahwa kapal tenggelam pada kedalaman 500 meter, itu area yang bahaya karena tekanan hidrostatisnya luar biasa.

Pada kedalaman itu, badan kapal diduga sudah hancur lebur oleh tekanan air yang luar biasa dasyatnya yaitu 600 ton untuk tiap meterpersegi. Klau dihitung terhadap seluas badan kapal misalnya kapal setinggi 6 meter dan panjang 40 m, maka tekanan total pada seluruh badan kapal bisa mencapai 144 ribu ton.

Baca Juga:  Siklus Kekerasan, Jangan Terjadi di Paniai!

Kapal selam itu benda yang dalamnya ruang kosong, bukan benda padat seperti batu keras yang bisa lawan tekanan energi hidrostatis. Jika demikian, sekalipun konstruksi kapal terbuat dari rangka baja mutu tinggi, tetap sudah remuk seperti kerupuk. Namun, ini dugaan kita saja berdasarkan ilmu mekanika bahan. Faktanya akan dibuktikan oleh hasil pencarian tim SAR yang ditugaskan Presiden Jokowi.

Hanya pabrik pembuatnya di Jerman yang tahu sampai kedalaman berapa meter, konstruksi badan kapal tersebut bisa bertahan, apalagi kapal ini dibuat tahun 1979, kapal tua sudah berumur 43 tahun.

Umur kapal ditentukan kekuatan bahan sedangkan umur manusia di tangan Allah. (*)

Artikel sebelumnyaAlumni FK Uncen Apresiasi Pemprov Papua Sekolahkan 30 Dokter Spesialis
Artikel berikutnyaBREAKING NEWS: Status Nanggala 402 Dinaikan Menjadi Tenggelam