BeritaRibuan Mahasiswa Kehilangan Tempat Tinggal, Alumni Uncen Angkat Bicara

Ribuan Mahasiswa Kehilangan Tempat Tinggal, Alumni Uncen Angkat Bicara

SORONG, SUARAPAPUA.com — Septinus Meidodga, koordinator alumni Universitas Cenderawasih (Uncen) di provinsi Papua Barat, mengecam tindakan Rektor Uncen yang menggunakan kekuatan Polri dan TNI mendesak secara paksa mahasiswa tinggalkan asrama di Waena, kota Jayapura.

Menurutnya, sejak penggusuran asrama Uncen secara paksa beberapa waktu lalu oleh pihak Uncen dengan didukung aparat keamanan menyebabkan ribuan mahasiswa kehilangan tempat tinggal.

“Rektor Uncen harus bertanggungjawab untuk menyiapkan tempat tinggal. Kurang lebih 1000 mahasiswa-mahasiswi dari berbagai daerah yang menempuh pendidikan di Kota Jayapura hingga saat ini kehilangan tempat tinggal,” ujarnya melalui press release yang diterima suarapapua.com, Minggu (30/5/2021).

Baca Juga:  Prof. Otto Cornelis Kaligis Bicara Lukas Enembe: Kasus Politik!

Septinus mengklasifikasi isu yang beredar tentang seluruh alumni Uncen mendukung tindakan Rektor Uncen yang diback-up aparat keamanan.

“Beberapa alumni mendukung tindakan rektor, tetapi banyak juga yang tidak mendukung. Artinya, tidak semua mendukung tindakan penggusuran asrama Uncen yang berdampak pada mahasiswa saat ini di Jayapura,” bebernya.

Thomas Syufi, salah satu alumni Uncen Jayapura, menyatakan, tindakan Rektor Uncen yang menggunakan kekuatan militer untuk menggusur asrama Uncen secara paksa merupakan tindakan tak terpuji.

Baca Juga:  Tiba di Sorong, Anies Bakal Dialog Isu Krusial di Tanah Papua

“Rektor Uncen jangan korbankan mahasiswa. Apalagi yang tinggal di asrama itu bukan hanya dari satu daerah, tetapi hampir sebagian besar dari luar Jayapura,” ujar Thomas.

Jika pihak rektorat terus mengabaikan mahasiswa, menurut dia, solidaritas alumni Uncen di Papua Barat akan menduduki kampus Uncen di Waena dan Abepura.

“Atas nama solidaritas alumni Uncen di provinsi Papua Barat peduli pendidikan akan mendukung mahasiswa-mahasiswi menuntut hak-hak mereka untuk mendapatkan tempat tinggal. Ini demi kemajuan sumber daya manusia (SDM) di Tanah Papua,” tegasnya.

Baca Juga:  JPU Tuntut Agus Kosay dan Beny Murib Dua Tahun dan Delapan Bulan Penjara

Asrama Rusunawa Uncen digusur dengan menggunakan sejumlah alat berat, Jumat (21/5/2021). Anggota Polri dan TNI dilibatkan dalam penggusuran empat unit asrama di Waena yang dihuni mahasiswa. Penggusuran dilakukan lantaran para penghuni tak segera tinggalkan asrama.

Rektor Uncen Jayapura kabarnya sudah terbitkan surat yang ditujukan kepada mahasiswa untuk segera kosongkan asrama dengan alasan gedung tersebut hendak direnovasi oleh Panitia Besar PON XXI Papua. Setelah direnovasi akan dipakai sebagai tempat penampungan kontingen PON.

Pewarta: Reiner Brabar
Editor: Arnold Belau

Terkini

Populer Minggu Ini:

Gawat! Di Mimika, 2.500 Ekor Babi Mati Terserang Virus ASF

0
“Hampir setiap hari babi-babi mati akibat terpapar virus ASF, sehingga kandangnya harus disterilkan untuk mencegah penularan lebih lanjut. Vaksinnya memang belum ada. Jadi, upaya memutus mata rantai penyebaran virus ASF di kabupaten Mimika harus terus dilakukan. Dan, itu yang kami dorong kepada para peternak agar harus berperan aktif,” kata drh. Sabelina Fitriani.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.