ADVERTORIAL15 Pesan Bupati Dogiyai kepada 73 Kepala Desa Sebelum “Keliling” Mowanemani

15 Pesan Bupati Dogiyai kepada 73 Kepala Desa Sebelum “Keliling” Mowanemani

MOWANEMANI, SUARAPAPUA.com — Situasi kota Mowanemani, distrik Kamuu, kabupaten Dogiyai, Papua, Jumat (30/7/2021) siang, agak berbeda dari biasanya. Puluhan kepala desa berpakaian resmi berjalan kaki keliling kota tua ini usai dilantik Bupati Yakobus Dumupa.

Para kepala desa definitif hasil pemilihan serentak di 76 kampung pada 7 Juli 2021 yang baru dilantik harus mampu bekerja dengan sungguh-sungguh untuk menjawab kerinduan masyarakat di kampung seturut visi Dogiyai Bahagia.

Penegasan Bupati Dogiyai dalam sambutan lisan mengawali sedikitnya 15 pesan yang disampaikan pada acara pelantikan di aula Kingmi Digikotu, Mowanemani, distrik Kamuu.

Pertama: Seluruh kepala desa yang baru saja telah dilantik, tolong ingat setiap perjanjian yang telah kalian ungkapkan saat sumpah janji. Ini kalian berjanji kepada Tuhan, bukan kepada saya ataupun panitia penyelenggara Pilkades.

Kedua: Tadi pakta integritas yang sudah dibacakan oleh seluruh kepala desa itu artinya sudah berjanji apabila dipecat harus siap, dipenjarakan harus siap, dihukum harus siap. Apapun resikonya, harus siap terima.

Ketiga: Kamu sudah dilantik, jadi mulai hari Senin besok harus kembali bersihkan setiap balai desa. Sekretaris kampung harus buka balai kampung dan bersihkan, lalu aktif berkantor.

Keempat: Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab wajib berkoordinasi untuk menjalin hubungan kerjasama dengan kepala distrik. Jangan langsung ke Bupati atau kepala DPMK untuk mengatasi satu persoalan atau kepentingan kampung.

Kelima: Untuk pengangkatan aparat kampung, harus diatur baik. Jangan tempatkan aparat kampung karena ada hubungan keluarga, atau semarga dan mungkin sesama bakal calon kepala kampung. Tetapi aparat kampung itu harus pilih orang yang mampu untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di kampung.

Baca Juga:  TP PKK Intan Jaya Dukung Pelaksanaan PIN Polio di Kab. Intan Jaya

Keenam: Ketika dana desa dicairkan, saya tegaskan harus digunakan dengan baik. Karena selama ini dana desa itu ada yang bawa lari, ada yang beli mobil, ada yang bangun rumah kos di Nabire. Jangan hamburkan dana desa. Itu bukan milik kepala kampung. Dana desa itu milik masyarakat kampung untuk membangun kampung itu sendiri.

Foto bareng usai pelantikan 73 kepala desa di aula Kingmi Digikotu, Mowanemani, distrik Kamuu, kabupaten Dogiyai, Papua, Jumat (30/7/2021). (Markus You – SP)

Ketujuh: Kepala kampung sebagai pemimpin kepala wilayah yang dia pimpin, berhak mengatur seluruh proses kehidupan masyarakat setempat. Untuk kedepan masalah sekecil apapun dari masyarakat jangan bawa datang ke kepala distrik atau bupati. Tidak boleh. Kecuali kepala distrik atau dinas terkait tidak mampu selesaikan barulah masalah dibawa ke bupati untuk diputuskan.

Kedelapan: Kepala desa yang terpilih ini rata-rata semuanya anak muda, sehingga anak-anak muda harus bangun desa masing-masing dengan semangat, dengan jiwa muda, dengan kedisiplinan. Biasa orang tua katakan bahwa segala sesuatu kita harus lakukan selagi masih muda, selagi masih ada darah, selagi masih ada tenaga.

Kesembilan: Di kabupaten Dogiyai selalu terjadi masalah karena miras. Saya pesan kepada semua kepala desa yang baru dilantik ini harus larang siapapun jangan jual, beli dan minum miras di masing-masing kampung. Kepala DPMK arahkan untuk mereka membuat peraturan kampung terkait larangan miras.

Kesepuluh: Seorang kepala desa harus rajin turun ke lapangan. Pastikan semua pelayanan program dan kegiatan tepat sasaran, karena hal ini akan berpengaruh besar pada tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja seorang kepala desa. Semakin baik pelayanan yang diberikan, maka kepercayaan masyarakat juga akan meningkat. Jika kepercayaan masyarakat baik, seorang kepala desa akan lebih mudah menggerakkan swadaya dan semangat gotong royong warga untuk mewujudkan konsep desa membangun dan membangun desa, kerja bersama dan bersama kerja.

Baca Juga:  TP PKK Intan Jaya Salurkan Makanan Tambahan Bagi Bayi, Balita dan Ibu Hamil di Sugapa

Kesebelas: Dengan senantiasa mengedepankan semangat dan prinsip kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja tuntas dan kerja berkualitas, lakukan gerakan inovatif dalam menjalankan roda pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat, yang muara akhirnya tetap diarahkan pada upaya percepatan terwujudnya visi Dogiyai Bahagia.

Keduabelas: Bekerjalah secara profesional, dengan dedikasi dan loyalitas demi kemakmuran masyarakat dan kemajuan desa, tanpa memandang aspek apapun. Layani masyarakat kampung dengan sepenuh hati dan setulus hati, meskipun tetap harus mengedepankan sikap penuh kehati-hatian.

Ketigabelas: Rajut terus semangat satu dalam kebhinnekaan dengan persatuan di tengah-tengah masyarakat. Jaga dan terus pelihara agar keamanan dan ketertiban masyarakat senantiasa dalam situasi kondusif.

Keempatbelas: Sesama kepala desa satu sama lain, harap agar senantiasa berkompetisi dalam mempercepat kemajuan dan keberhasilan pembangunan di desanya masing-masing. Baik itu antar desa dalam satu distrik, maupun dengan desa di distrik lainnya di kabupaten Dogiyai. Jadikan desa masing-masing minimal memiliki satu keunggulan yang bisa dibanggakan.

Kelimabelas: Atas nama pemerintah kabupaten Dogiyai, saya menyampaikan selamat atas dilantiknya para kepala kampung hari ini. Kiranya Tuhan memberkati, menolong dan memberikan hikmat kepemimpinan kepala desa dan kehidupan sehari-hari keluarga selanjutnya.

Jalan Kaki “Keliling” Mowanemani Usai Dilantik

Pelantikan kali ini tergolong unik. Usai 73 kepala desa secara resmi dilantik, bupati Yakobus Dumupa bersama ketua panitia Pilkades Nason Pigai, kepala DPMK Damiana Tekege, sekretaris DPMK Yeron Agapa serta para staf, pimpinan organisasi perangkat daerah (ODP) dan jajaran pemerintah daerah, Forkopimda Dogiyai dan masyarakat bersama-sama para kepala desa definitif berjalan kaki keliling kota Mowanemani.

Baca Juga:  PJ Bupati Intan Jaya Secara Resmi Membuka Pelaksanaan Pekan Nasional Imunisasi Polio di Sugapa

Pantauan Suara Papua, para kepala desa tampak gagah dengan pakaian kebesaran sangat antusias mengikuti acara jalan kaki santai. 73 kepala desa terlantik berbaris diikuti istri dan para pejabat berjalan kaki dari aula Kingmi Digikotu. Rute perjalanan, mereka melewati kampung Kimupugi hingga Kotopa dan berbelok ke arah Puskesmas Mowanemani. Sampai di terminal Tukakebouda, disambut masyarakat.

Di sini mereka tak berhenti. Perjalanan dilanjutkan hingga ke pertigaan markas Brimob, turun ke samping kantor Bupati dan lanjut hingga di aula Kingmi Digikotu.

Puluhan kepala desa definitif saat berjalan keliling kota Mowanemani usai dilantik Bupati Yakobus Dumupa. (Markus You – SP)

Alasan para kepala kampung yang baru saja dilantik berjalan kaki keliling Mowanemani, tak sekadar memberi warna tersendiri. Lebih dari itu, hendak memperkenalkan kepada masyarakat, selain wujud luapan kegembiraan atas suksesnya pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak tahun 2021.

Pilkades secara langsung dilaksanakan serentak di 76 kampung, 7 Juli 2021. Hanya tiga kampung ditunda pelantikannya karena masih ada beda pendapat terhadap hasil pemilihan oleh masyarakat kampung pada 7 Juli 2021. Rencananya akan dilantik bersama tiga kepala kampung lain yang masa jabatannya akan berakhir tahun depan.

Pelantikan 73 kepala kampung hasil Pilkades serentak dihadiri wakil bupati Oskar Makai, ketua DPRD Elias Anou, anggota DPRD, para kepala OPD, Kapolsek, Danramil, para kepala distrik, ASN, dan masyarakat Dogiyai. Tampak pula masyarakat dari tiga kabupaten tetangga menyaksikan momentum bersejarah itu. (Adv)

Pewarta: Markus You

Terkini

Populer Minggu Ini:

Terima Kasih Warga Sorong, Sumbangan Dana Telah Disalurkan Kepada Korban Bencana...

0
"Kami mahasiswa sebagai agen sosoal bagi masyarakat sehingga kami juga mempunyai rasa kemanusiaan sehingga kami mahasiswa melakukan kegiatan aksi peduli bencana alam dan penggalangan dana kemanusiaan di kota Sorong,” katanya.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.