BeritaPresiden Asosiasi Sepak Bola Port Villa Menuntut Laporan VFF

Presiden Asosiasi Sepak Bola Port Villa Menuntut Laporan VFF

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— “Kami tahu sesuatu terjadi di kamp di sini dan ketika mereka pergi ke Qatar, jadi kami membutuhkan laporan terbaru. Ini adalah kata-kata yang menjadi perhatian para eksekutif PVFA,” kata Presiden Asosiasi Sepak Bola Port Villa (PVFA) Vanuatu, Andrew Leong.

Andrew Leong menuntut laporan tim nasional dari Federasi Sepak Bola Vanuatu, karena 21 pemain di tim nasional berasal dari PVFA.

Baca Juga:  Ketua DPC Partai Demokrat Resmi Terima Surat Tugas DPP, Siap Bersaing Dalam Pilkada 2024

Wakil Presiden PVFA Harry Attison berbagi kekecewaan asosiasi terhadap tim nasional.

“Mayoritas pemain ini berasal dari PVFA, sehingga presiden PVFA membutuhkan laporan tim setelah mereka kembali,’ tukas Harry.

“Kami tahu sesuatu telah terjadi ketika mereka berada di kamp di sini dan ketika mereka pergi ke Qatar, jadi kami membutuhkan jawaban yang pasti,” kata Attison.

Baca Juga:  Waligi FC Juarai Turnamen Festival Rumput Mei di Jayawijaya

Pernyataan kekecewaan ini muncul ketika Timnas Vanuatu tidak bisa bertanding karena hampir sebagian besar pemainnya yang berasal dari klup di Port Villa terpapar Covid, ketika hendak bertanding melawan Tahiti pada pekan kemarin. Mereka tidak bisa bermain.

Konfederasi Sepak Bola Oseania mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mayoritas skuat tim Vanuatu telah dites Covid dan dinyatakan positif melalui RAT sesaat sebelum berangkat ke stadion.

Baca Juga:  Dukung Kanaky Bebas Dari Prancis, KNPB Gelar Aksi di Jayapura

“Vanuatu tidak akan memiliki cukup pemain untuk menurunkan tim,” kata organisasi itu.

Pertandingan ini merupakan pertandingan perdana mereka melawan Tahiti yang mengakibatkan Vanuatu masih bertengger di posisi juru kuci grup A tanpa poin.

 

Editor: Elisa Sekenyap

Terkini

Populer Minggu Ini:

Gedung Ditempati Satgas Pos Fef Diminta Dihibahkan ke Keluarga Moses Yewen

0
“Selain denda adat terhadap kasus penganiayaan Moses Yewen, kami juga minta gedung yang sekarang dijadikan sebagai pos Satgas itu dibangun di atas tanah adat milik Moses Yewen harus dihibahkan kepada keluarga atau anaknya karena ini tanah sudah ada sertifikat kepemilikan yaitu anak kandung dari Moses Yewen,” ujar Thomas Baru menyampaikan tuntutan kepada pihak TNI.

Askab PSSI Lanny Jaya Resmi Dilantik

0

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.