Tanah PapuaDomberaiInilah Delapan Aspirasi Masyarakat Mare Kepada Penjabat Bupati Maybrat

Inilah Delapan Aspirasi Masyarakat Mare Kepada Penjabat Bupati Maybrat

SORONG, SUARAPAPUA.com— Di moment ulang tahun distrik Mare yang ke-20 tahun, pada 28 Desember 2022, masyarakat Mare menyampaikan delapan (8) aspirasi kepada pemerintah daerah kabupaten Maybrat, di halaman kantor distrik Mare.

Penyampaian delapan aspirasi kepada Pemerintah Kabupaten Maybrat itu dilakukan dalam mahasiswa dan pemuda Mare dalam suasana ibadah syukuran dan seminar sehari melihat kembali sejarah pembangunan pemerintahan distrik Mare selama 20 tahun. Terutama soal kesenjangan sosial yang sudah dan sedang terjadi di kehidupan masyarakat Mare.

Sekretaris panitia pelaksana Hut distrik Mare, Natalis Bame mengatakan, dalam kegiatan itu selain melihat kesenjangan pembangunan, tetapi juga mengevaluasi 20 tahun perjalanan distrik Mare.

Tetapi juga kegiatan tersebut dilakukan guna memupuk kebersamaan dan persatuan antara seluruh masyarakat suku Mare di berbagai wilayah di tanah Papua.

“Tujuan kegiatan ini dilakukan untuk melihat berjalannya pemerintahan distrik Mare selama 20 tahun, tetapi juga mengajak masyarakat bersyukur kepada Tuhan yang maha kuasa serta memupuk kebersamaan.”

Baca Juga:  Pemakaman Almarhum Lukas Enembe Ditunda Jumat Besok

“Melihat kekurangan kita dari berbagai aspek kehidupan dan menuju Mare baru yang merata dan sejahtera,” jelas Natalis.

Berikut delapan poin aspirasi yang disampaikan masyarakat Mare kepada Pemerintah Kabupaten Maybrat.

  1. Masyarakat Mare meminta kepada penjabat Bupati Maybrat memperhatikan akses pembangunan jalan utama kampung Fase distrik Mare Selatan, hingga ibu kota distrik Mare dan dari distrik Mare ke Rufases.
  2. Menyampaikan permohonan kepada penjabat bupati Maybrat untuk memperhatikan akses air bersih di kampung Seya, Rufases, Nafassi, Sawo, dan kampung Waban.
  3. Meminta penjabat bupati Maybrat untuk segera membangun listrik sebagai kebutuhan dasar masyarakat di sembilan kampung di distrik Mare, karena sudah 20 tahun masyarakat distrik Mare hidup tanpa penerangan.
  4. Masyarakat Mare meminta pembangunan perumahan dokter di distrik Mare dan pembangunan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di kampung Waban dan Seya.
  5. Meminta penjabat bupati Maybrat bersama Kepala Dinas Pendidikan untuk membangun rumah guru di SD YPPK St.Petrus Seya, SD YPPK St. Paulus Waban, dan SD YPPK St. Mikael Suswa. Serta memperhatikan SD YPPK St. Paulus Waban yang mengalami kevakuman total. Masyarakat Mare juga meminta penambahan tenaga guru di setiap SD.
  6. Masyarakat Mare juga meminta pemerintah Kabupaten Maybrat memperhatikan setiap formasi rekruitmen calon Aparat Sipil Negara (ASN) dari distrik Mare.
  7. Memohon kepada penjabat bupati Maybrat agar memperhatikan masyarakat Mare dalam penempatan jabatan di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Maybrat.
  8. Masyarakat Mare meminta kepada Dandim 1809 Maybrat agar mempertimbangkan kebijakan rencana penempatan Pos Ramil di kampung Seya. Karena kampung Seya dan Rufases adalah wilayah kerja dari pos Koramil Mare yang berada di ibu kota distrik Mare. Maka masyarakat menilai pos induk sudah ada sehingga cukup untuk melakukan pengawasan di kampung Seya dan Rufases.
Baca Juga:  SMP PGRI Kota Sorong Selalu Tampung Anak-Anak Buangan dari Sekolah Lain

Delapan aspirasi tersebut diserahkan kepada Samuel Bless, Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Staf Khusus Penjabat Bupati Maybrat yang telah diutus Pemkab guna mengikuti syukuran dan seminar sehari di kampung Suswa, distrik Mare.

Usai menerima aspirasi masyarakat distrik Mare, Samuel Bless lalu memaparkan fokus kerja Penjabat Bupati Maybrat selama masa jabatannya

Baca Juga:  Perda MHA Diabaikan, Pemkab Sorong Dinilai Mengkhianati Suku Moi

“Fokus kerja Penjabat Bupati Maybrat adalah membangun Kumurkek sebagai ibu kota Kabupaten Maybrat. Prioritas pada daerah yang kesulitan tertinggi seperti Mare, Aifat Timur, Aitinyo, dan lainya. Menekan laju inflasi sektor pertanian, perekonomian. Mendukung usah-usaha komuditas.”

“Menekan tingginya pertumbuhan stunting karena Indonesia harus bebas stunting. Mereformasi birokrasi 36 OPD menjadi 26 OPD. Memperkuat fasilitas dan pelayanan di bidang kesehatan serta memperkuat pariwisata alam karena Kabupaten Maybrat memiliki banyak spot wisata alam yang tak kalah indah dengan wilayah lainnya”, papar Bless.

 

Pewarta: Maria Baru
Editor: Elisa Sekenyap

Terkini

Populer Minggu Ini:

Inilah Hasil Kunker MRP Papua Pegunungan Saat Pencoblosan di Jayawijaya

0
“Semua tahapannya sudah sesuai jadwal, tapi permasalahan mulai terjadi pada tahapan perekrutan KPPS melalui PPS. Contohnya di distrik Wamena Kota, beberapa kali terjadi perubahan nama-nama anggota KPPS yang berakibat pada distribusi logistik tidak merata, sebagian besar logistik belum dibagikan sampai hari pencoblosan. Warga seharusnya sudah coblos, tapi kotak suara belum sampai di TPS,” kata Titiana Mabel, anggota MRP Papua Pegunungan.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.