Tanah PapuaMamtaPemkab Jayapura Mendukung Penerapan Inovasi Pertanian Digital

Pemkab Jayapura Mendukung Penerapan Inovasi Pertanian Digital

SENTANI, SUARAPAPUA.com — Sosialisasi dan pelatihan internet of things (IoT) pertanian digital (I-PaDi) di kabupaten Jayapura, Papua, secara resmi dimulai, Selasa (24/10/2023).

Delila Giay, Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda kabupaten Jayapura, mengatakan, I-PaDi sebagai salah satu inovasi baru dalam mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kabupaten Jayapura, tentu perlu didukung semua pihak termasuk dari pemerintah daerah.

“Pemerintah kabupaten Jayapura terus melakukan inovasi dan salah satunya inovasi dalam bidang data informasi yang mana suka atau tidak suka wajib melakukan penyesuaian diri apabila tidak ingin ketinggalan dari kabupaten lain,” kata Delila Giay membacakan sambutan tertulis penjabat bupati Triwarno Purnomo sekaligus membuka kegiatan sosialisasi dan pelatihan, Selasa (24/10/2023) di aula lantai dua kantor bupati Jayapura.

Baca Juga:  Pembangunan RS UPT Vertikal Papua Korbankan Hak Warga Konya Selamat dari Bahaya Banjir, Sampah dan Penggusuran Paksa

Dijelaskan, kemampuan suatu daerah untuk mengembangkan teknologi informasi dalam pelayanan publik utamanya untuk memasarkan potensi daerah.

“Teknologi informasi akan menjadi trigger atau pemicu terhadap kecepatan kemajuan daerah dari bidang unggulan yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Lanjut dikemukakan, dari seluruh urusan pemerintah dalam lingkup pemerintah kabupaten Jayapura, pengelolaan data dan informasi yang dipublikasi melalui internet dilakukan oleh dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

“Fakta menunjukkan bahwa data sektor pertanian sampai saat ini belum mempunyai laman khusus guna menyajikan data dan informasi yang dapat diakses oleh seluruh stakeholder baik yang ada di wilayah kabupaten Jayapura maupun di luar,” jelasnya.

Akibat dari hal itu diakuinya informasi pertumbuhan pembangunan sektor pertanian masih belum optimal.

Baca Juga:  Cegah Krisis SDM Papua, Kuayo: Selamatkan Anak Dari Pengaruh Negatif!

“Pengelolaan sektor pertanian dari waktu ke waktu masih terkendala oleh ruang, waktu dan informasi. Hasil sektor pertanian masih dikelola secara tradisional,” kata Triwarno.

Lantaran hasil pengelolaan pertanian masih dikelola secara tradisional, sehingga di pasaran pun akan terganggu.

“Begitupun dengan penyuluhan mengenai pengelolaan hama, penyakit dan produktivitas masih sangat tergantung pada ketersediaan tenaga penyuluh pertanian yang secara konvensional melakukan kegiatan tatap muka.”

Dengan berdasarkan kondisi tersebut, dinas Kominfo kabupaten Jayapura dan kepala desa sebagai reformer pada kegiatan pelatihan tersebut dianggap penting untuk dilakukan.

“Yang mana pada hari ini, kita semua bersama-sama memulai tahap awal untuk menghadiri dan mengikuti kegiatan sosialisasi dan pelatihan,” jelasnya.

Baca Juga:  Pembangunan RS UPT Vertikal Papua Wajib Perhatikan Dampak Lingkungan

Asisten II dalam sambutannya juga mengajak semua pihak mengikuti kegiatan dengan baik dan memahami pengembangan inovasi I-PaDi.

“Saya mengajak kepada kita semua para peserta yang ikut kegiatan ini ikut dengan baik dan memahami pengembanggan IoT,” pintanya.

Terpisah, Gustaf Griapon, kepala dinas Kominfo kabupaten Jayapura, mengatakan, setelah pembukaan sosialisasi dan pelatihan inovasi IoT pertanian digital atau I-PaDi yang digagasnya itu, selanjutnya akan dilakukan beberapa kegiatan lagi di sejumlah tempat.

Kata Griapon, termasuk pemasangan alat IoT di distrik Nimboran, Nimbokrang, dan Namblong.

Hal tersebut menurutnya tidak lain untuk membantu pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultra (TPH) dalam mengatasi produktivitas pertanian di wilayah kabupaten Jayapura. []

Terkini

Populer Minggu Ini:

Terdakwa Kasus KDRT Divonis 6 Bulan, Jaksa Didesak Naik Banding Demi...

0
“Seharusnya majelis hakim menjatuhkan hukuman maksimal sesuai ketentuan pasal 44 pasal 1 Jo pasal 5 huruf (a) Undang-undang nomor 23. Di pasal itu menyatakan, hukuman maksimal yang bisa dijatuhkan adalah penjara lima tahun dan denda lima belas juta rupiah,” ujar Gustaf Rudolf Kawer.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.