ADVERTORIALDogiyai BahagiaSaat Monev Lapangan, Tim Bappeda Dogiyai Terima Aspirasi Rakyat

Saat Monev Lapangan, Tim Bappeda Dogiyai Terima Aspirasi Rakyat

DOGIYAI, SUARAPAPUA.com — Sejumlah kegiatan fisik di delapan distrik di kabupaten Dogiyai yang dikerjakan dalam tahun anggaran 2023 telah dimonitoring tim Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda & Litbang) kabupaten Dogiyai, Papua Tengah.

Monitoring dan evaluasi (Monev) lapangan dilakukan di distrik-distrik yang mudah dijangkau kendaraan darat. Adapun delapan distrik yang dimonitoring tim antara lain distrik Kamu, Dogiyai, Kamu Utara, Kamu Timur, Kamu Selatan, Mapia, Mapia Tengah, serta distrik Mapia Barat.

“Kami melakukan monitoring dan evaluasi lapangan selama dua hari, tanggal 14 dan 15 Desember 2023,” kata Yakobus Dogomo, kepala Bappeda dan Litbang kabupaten Dogiyai.

Dogomo menjelaskan, Monev lapangan dilakukan terhadap realisasi fisik dan keuangan kegiatan dari sumber dana otonomi khusus (Otsus) dan dana alokasi khusus (DAK) fisik kabupaten Dogiyai tahun anggaran 2023.

Baca Juga:  Konsultasi Publik KLHS Penting Dalam Pembangunan Berkelanjutan
Kepala Bappeda dan Litbang kabupaten Dogiyai, Yakobus Dogomo, S.S didampingi kepala distrik Mapia, Yohanes Butu, A.Md bersama staf saat monitoring di distrik Mapia, kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Kamis (14/12/2023). (Supplied)

Kata Dogomo, khusus distrik Piyaiye dan distrik Sukikai Selatan karena sulit dijangkau dengan kendaraan darat, solusinya hanya dimonitor melalui monev meja.

Menurut Yakobus Dogomo, pegawai Bappeda dan Litbang dibagi 8 kelompok untuk turun melakukan Monev lapangan di 8 distrik. Masing-masing kelompok dipimpin seorang koordinator.

Kepala Bappeda dan Litbang koordinir tim yang menjalankan Monev lapangan di distrik Mapia.

“Kami rasa senang karena saat hendak monitoring diterima langsung oleh kepala distrik Mapia, Yohanes Butu beserta staf dan turut mendampingi saat mengecek realisasi di lapangan. Kami juga senang karena kegiatan dari OPD yang ada di distrik Mapia ada 36 kegiatan dan hampir semuanya terealisasi di atas 90 persen dan ada yang sudah 100 persen,” kata Dogomo.

Baca Juga:  Konsultasi Publik KLHS Penting Dalam Pembangunan Berkelanjutan

Saat Monev lapangan, pihaknya juga berkesempatan mendengar langsung aspirasi masyarakat setempat agar dipertimbangkan di tahun-tahun mendatang.

“Kami juga menerima usulan dari kepala distrik bersama masyarakat untuk kegiatan tahun berikut. Usulan kami terima sebagai aspirasi untuk berkoordinasi dengan OPD yang berwenang,” jelasnya.

Dogomo menambahkan, hasil Monev meja dan lapangan akan dibuat dalam bentuk laporan dan akan dilaporkan ke atasan serta ke provinsi dan pusat.

“Hasil monev juga akan menjadi bahan evaluasi dalam menyusun perencanaan tahun berikut, sehingga perencanaan tepat sasaran.”

Baca Juga:  Konsultasi Publik KLHS Penting Dalam Pembangunan Berkelanjutan
Kepala Bappeda dan Litbang kabupaten Dogiyai, Yakobus Dogomo, S.S didampingi kepala distrik Mapia, Yohanes Butu, A.Md bersama staf pada hari Kamis (14/12/2023) saat monitoring di distrik Mapia, kabupaten Dogiyai, Papua Tengah. (Supplied)

Sebelumnya, Bappeda dan Litbang kabupaten Dogiyai melakukan Monev meja di aula Koteka Moge, Moanemani, kabupaten Dogiyai. Kegiatannya berlangsung selama dua hari (12-13/12/2023).

Kegiatan Monev meja bertujuan evaluasi secara tatap muka laporan realisasi fisik dan keuangan kegiatan dari organisasi perangkat daerah (OPD) pada triwulan tiga dan empat yang bersumber dari dana Otsus dan DAK fisik kabupaten Dogiyai tahun anggaran 2023.

Hubertus Makai, ketua panitia, menjelaskan, Monev dilakukan untuk mengevaluasi sejauhmana OPD pengelola dana Otsus dan DAK fisik telah mencapai seratus persen di triwulan keempat atau masih ada kendala.

Jika masih ditemukan ada kendala, kata Makai, dicarikan solusinya agar sebelum akhir tahun sudah harus direalisasikan. [*/Adv]

Terkini

Populer Minggu Ini:

Freeport dan Kejahatan Ekosida di Wilayah Suku Amungme dan Suku Mimikawee...

0
Ekosida adalah merusak lingkungan dan memusnahkan manusia secara bersamaan khususnya pada wilayah yang mengalami kemiskinan. Ekosida dapat menyebabkan kerusakan lingkungan yang menimbulkan berbagai masalah sosial, budaya dan kesehatan manusia di sekitar lingkungan tersebut. Masyarakat yang terkena dampak ekosida dapat mengalami krisis ekonomi akibat kehilangan sumber daya ekonomi dan pekerjaan. Ekosida juga dapat menimbulkan penyakit yang mematikan pada tubuh manusia dan mengubah budaya serta mengurangi keeratan interaksi sosial antarwarga.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.