BeritaIlmu Pengetahan & TeknologiWaspada Bahaya Malware dan Virus pada HP Android: Bisa Kuras Rekening Bank!

Waspada Bahaya Malware dan Virus pada HP Android: Bisa Kuras Rekening Bank!

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Penggunaan perangkat mobile semakin meluas, khususnya Smartphone berbasis Android. Dari komunikasi, main game di m88asia, hingga transaksi finansial kini dapat dilakukan dengan mudah menggunakan Smartphone. Namun, di balik kenyamanan dan kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi ini, terdapat ancaman yang tak terlihat, yaitu malware dan virus.

Malware pada HP Android bukan lagi sekadar gangguan, tetapi potensi serius yang dapat mengancam keamanan data dan keuangan pengguna. Oleh karena itu, penting untuk memahami cara melindungi diri dari ancaman tersebut guna menghindari kemungkinan terkurasnya rekening bank Anda akibat serangan malware dan virus pada HP Android.

Malware Anatsa: dapat kuras rekening pengguna Android

Salah satu Malware yang berbahaya bagi HP Android adalah Malware Anatsa yang pertama kali muncul pada tahun 2021. Anatsa kini telah menyebar ke berbagai perangkat Android, menyebabkan kekhawatiran akan keamanan digital semakin meningkat. Malware ini menyusup ke perangkat Android tanpa diketahui pengguna dan kemudian melakukan pencurian dana dari rekening pengguna secara diam-diam.

Menurut analisis terbaru yang dilakukan oleh Threat Fabric, yang dikutip dari sumber GizChina pada Jumat (8/3/2024), Anatsa telah mengalami perkembangan yang signifikan dalam hal kecanggihan tekniknya. Dengan evolusi yang terus berlanjut, Anatsa kini memiliki kemampuan untuk mengelabui sistem keamanan yang ada di perangkat Android.

Bahkan lebih mengkhawatirkan, Malware ini juga mampu memanipulasi aplikasi perbankan yang ada di perangkat tersebut, memungkinkannya untuk mengakses dan menguras dana yang tersimpan dalam rekening pengguna tanpa sepengetahuan mereka. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya untuk selalu waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat dalam melindungi informasi keuangan dan pribadi dari serangan malware yang semakin canggih seperti Anatsa.

Cara kerja Malware Anatsa

Malware pada perangkat Android umumnya mengoperasikan dirinya melalui dua metode utama. Pertama, melalui eksploitasi layanan aksesibilitas yang ada di sistem, dan kedua, dengan cara mengunduh kode berbahaya setelah aplikasi yang telah disusupi malware diinstal oleh pengguna.

Serangan yang dilakukan oleh malware Anatsa, disebut sebagai teknik dropper, dimana aplikasi yang menjadi sarana penyebaran malware tersebut awalnya tidak mengandung malware.

Setelah periode waktu tertentu, biasanya sekitar satu minggu, aplikasi yang sudah terinfeksi akan mulai mengunduh kode berbahaya yang mengandung malware Anatsa. Strategi ini dimaksudkan untuk menghindari deteksi oleh sistem keamanan Android, sehingga memungkinkan malware tersebut dengan mudah menyusup ke dalam sistem Android dan melakukan tindakan pencurian uang dari rekening pengguna secara diam-diam.

Serangan yang dilakukan oleh malware Android seperti Anatsa seringkali melibatkan akses ke aplikasi yang sensitif seperti aplikasi perbankan, di mana mereka dapat melakukan transaksi keuangan tanpa izin pengguna, sehingga membahayakan keuangan dan privasi mereka.

Tips untuk berhati-hati terhadap serangan malware

Untuk melindungi diri dari ancaman malware, diperlukan tingkat kewaspadaan yang tinggi dari para pengguna perangkat Android. Maka dari itu, sangat penting bagi pengguna untuk berhati-hati dan selektif dalam memilih aplikasi yang akan diinstal di HP Android mereka.

Pertama-tama, pengguna diingatkan untuk memperhatikan developer dari aplikasi yang hendak diunduh. Meski sebuah aplikasi memiliki peringkat tertinggi di Google Play, namun jika pengembangnya tidak jelas atau terlihat meragukan, disarankan untuk tidak mempercayainya.

Selain itu, penting bagi pengguna untuk memperhatikan izin aksesibilitas yang diminta oleh sebuah aplikasi. Izin aksesibilitas dapat memberikan aplikasi akses ke berbagai fungsi penting pada perangkat, dan pengguna disarankan untuk tidak memberikan izin tersebut kepada aplikasi yang tidak jelas kebutuhannya atau tidak relevan dengan fungsi aplikasi tersebut. [*/Adv]

Terkini

Populer Minggu Ini:

Jelang Groundbreaking, PT Sino Rapat Finalisasi Bersama PT MOW dan Pemkab...

0
“Ini adalah sejarah bagi Tanah Papua, khususnya kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Kami berharap ini akan semakin memperluas lapangan pekerjaan bagi masyarakat khususnya bagi warga Orang Asli Papua. Dan hal ini dapat membuktikan bahwa Kawasan Ekonomi Khusus yang ada di kabupaten Sorong layak untuk dijadikan lahan investasi. Dan tentunya ini akan menjadi pionir atau langkah pembuka bagi investor lain untuk berinvestasi di KEK Sorong ini,” ujar Adriana Imelda Daat.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.