
JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Pemahaman tentang dunia digital dan jurnalistik penting diketahui oleh generasi Z di era digital ini, agar dapat menggunakan media sosial dengan bijak dan tidak terjebak dalam menyebarkan berita hoax.
Oleh sebab itu tim Suara Papua Pu Sobat melakukan pelatihan literasi digital dan jurnalistik bagi siswa SMKS YPK Paulus Dok.V Kota Jayapura. Kegiatan pelatihan itu dilaksanakan pada 23-24 Januari 2025 yang diikuti oleh 30 siswa.
Setelah itu pihaknya membentuk tim redaksi dan turun lapangan melakukan liputan berita.
Tim itu lalu memilih nama tim redkasi Tabloid SEPA (Tabloid Seputar Paulus). Setelah itu tim Tabloid SEPA yang terdiri dari dua-tiga orang untuk turun lapangan melakukan liputan dengan melakukan mewawancara narasumber. Tim yang terbentuk tersebut susuaikan dengan rubrik yang telah disepakati bersama.
Selama satu bulan Tim Suara Papua Pu Sobat melakukan pendampingan, siswa SMKS YPK Paulus Dok. V Kota Jayapura berhasil menerbitkan Tabloid SEPA edisi perdana. Usai penerbitan, pada 20 Maret 2025 dangan berita yang beragam hasil liputan di sekitar sekolah langsung didistribusikan ke sekolah.
Hendrik Lalopua, guru videografer animasi D2 dan sketsa menyampaikan apresiasi kepada tim SP Pu Sobat yang telah melakukan pelatihan di sekolah mereka.
“Pelatihan ini sangat baik bagi siswa dan siswi SMKS YPK Paulus Dok.V Kota Jayapura yang hanya berfokus pada animator dan belajar edit. Mereka dapat belajar hal baru yaitu jurnalistik dan ini sangat baik bagi mereka,” kata Lalopua kepada Suara Papua pada 20 Maret 2025.

Katanya Tabloid yang telah diterbitkan dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswi dan yunirornya untuk melanjutkannya.
“Ini menjadi motivasi bagi adik-adik kelasnya untuk melanjutkan penerbitan edisi berikutnya dan bagi siswa-siswi SMP Paulus yang ingin belajar animasi silahkan bergabung di SMKS YPK Paulus Dok. 5 Jayapura,” ujarnya.
Serupa disampaikan Maria Gombo, salah satu siswi yang mengikuti pelatihan literasi digital dan jurnalistik serta praktek melakuka liputan hingga mengahasilkan tabloid tersebut.
Katanya ia merasa puas setelah melihat hasil kerja keras mereka yang telah terbit dalam bentuk tabloid.
“Selama mengikuti kegiatan pelatihan literasi digital dan jurnalistik, saya banyak belajar cara menulis berita, mewawancara, menghasilkan foto yang bagus, melakukan kerjasama tim. Sekarang setelah melihat hasil cetakan Tabloid SEPA, saya sangat puas,” ujar Gombo, siswa kelas XII Animasi ini.
Jullinus, salah satu siswa dari anggota redaksi Tabloid SEPA juga menyatakan puas dan banyak belajar dari kegiatan yang dilaksanakan Suara Papua Pu Sobat.
“Selama pelatihan saya dapat belajar cara menulis berita dari yang saya tidak tahu hingga saya memahami cara menulis berita dengan baik. Terima kasih Suara papua,” pungkasnya.