ArtikelCatatan Aktivis PapuaGoresan Antologi Puisi “Terbanglah Cenderawasih”

Goresan Antologi Puisi “Terbanglah Cenderawasih”

Oleh: Dadolin Murak)*
)* Penulis dan penyair asal Timor Leste, tinggal di Dili. Beberapa puisi dan cerpen karyanya telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris, Belanda, Jepang, Indonesia, Portugis, Prancis, dan Spanyol.

Bulu-bulumu nan indah, Cenderawasih. Warna-warni kemilau membalut seluruh tubuhmu, menggoda semua insan untuk mendekati dan –kalau mungkin– mendekapmu. Ekormu seolah merangkai persatuan tanah harapan Papua.

Tetapi, ada juga yang iri atas kecantikanmu itu.

Tak hanya iri. Bahkan mereka tak segan-segan memenjarakanmu dalam sangkar emas.

Baca Juga:  Hak Politik Bangsa Papua Dihancurkan Sistem Kolonial

Ketika kau kepakan sayapmu, seolah semangat kami turut terbang. Terbang tinggi hingga menggapai puncak Jayawijaya.

Kicauanmu yang merdu terus memompa energi dan semangat kami untuk bernyanyi bersamamu. Kicauanmu nyaring dalam sonata pembebasan Tanah Papua.

Suara dan lirik-lirik yang indah nan tegas, membahana di tengah hutan-hutan rimbun, gunung dan lembah, sungai-sungai dan lautan luas yang kaya di seantero Tanah Papua.

Baca Juga:  Nasionalisme Papua Tumbuh Subur di Tengah Penjajahan

Hentakan suaramu juga terus menghantui para pembunuh, pemenjarah dan perampok yang haus dan lapar akan keindahan dan kekayaanmu.

Kau terus disiksa dan dikuras. Dan mereka menjadi semakin kaya. Tetapi, di atas tumpukan harta kekayaan hasil penjarahan itu, terdapat duri abadi yang terus menusuk jantung mereka.

Di malam hari ketika mereka mulai terbaring, suaramu, Cenderawasih, berubah menjadi momok yang menghantui tidur mereka.

Pada sayap-sayapmu yang mempesona itu, tercatat lirik-lirik perjuangan bangsa Papua. Lirik-lirik dan syair-syair yang telah ditenun dan disimpan rapi dalam noken-noken.

Baca Juga:  Hak Politik Bangsa Papua Dihancurkan Sistem Kolonial

Dari puncak gunung dan pucuk pepohonan, kau berkunjung dan menyapa setiap Honai. Untuk mendengar ratapan, tangisan, tetapi juga pekikan perlawanan dari dalam Honai. Kemudian kau sadurkan ke setiap insan Papua.

Wahai Cenderawasih, dikaulah penyambung suara dari generasi ke generasi Papua. Teruslah berkicau, hingga kau bebas mengepakkan sayapmu di seluruh Tanah Papua. (*)

Terkini

Populer Minggu Ini:

Anggota DPRP Usulkan Beberapa Rute Penerbangan Perintis di Papua Tengah

0
"Sesuai dengan pemantauan kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi perintis, saya menemui Direktorat Angkutan Udara di Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI, demi mendorong adanya trayek baru dengan titik operasional dari Nabire untuk penerbangan perintis pada tahun 2025," kata ketua Kelompok Khusus (Poksus) DPR Papua.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.