Goliat Tabuni Sahkan KODAP Sinak dan Dukung ULMWP Jadi Anggota Penuh MSG

1
690

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com—- Tentara Pembebeasan Nasional (TPN) Papua Barat pimpinan Jenderal Goliath Tabuni melalui komandan operasinya, Lekagak Telenggen telah sahkan Komando Daerah Pertahanan (KODAP) Sinak dan serahkan Surat Keputusan tentang pembentukannya pada 19 Desember 2016 di Kwiyawagi, Jayawijaya, Papua Barat.

Selain itu Jenderal Goliat Tabuni juga menyatakan secara resmi mendukung seluruh agenda perjuangan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP). Goliat Tabuni juga menyerukan agar dilakukan persatuan dan penggabungan kekuatan yang ada di tujuh KODAP yang ada di bawah garis komandonya.

Dalam siaran pers yang diterima suarapapua.com pada Sabtu (7/1/2016), dijelaskan, pada 19 Desember lalu telah dilakukan kegiatan acara penyerahan Surat Keputusan (SK) KODAP Sinak dan persatuan komando daerah pertahanan tujuh KODAP serta bacakan surat pernyataan.

- Event -
Festival Film Papua

“Surat pernyataan tersebut ditunjukan kepada Pemerintah Indonesia, dunia Internasional, Oranisasi Perjungan Papua Merdeka dan Birokrat Orang Asli Papua di seluruh wilayah Papua Barat,” tulisanya dalam siaran pers dan video yang berisi pembacaan pernyataan sikap Goliat Tabuni yang dibacakan komandan Operasi, Lekagak Telenggen tersebut.

Dijelaskan, pada acara tersebut tujuh KODAP yang hadir telah menyusun beberapa strategi yang penting dan dilakukan persatuan komando dengan tujuan untuk melakukan tahapan revolusi sesuai intruksi panglima tinggi TPN-OPM yakni Jenderal Goliat Tabuni.

“Kegiatan tersebut dilakukan di markas Kwiyawagi dengan disaksikan ribuan rakyat Papua serta parajurit TPN PB yang telah hadir dan membuat pernyataan pada sebuah upacara resmi. Tujuh KODAP telah berkomitmen satukan semua kekuatan yang dimiliki dari KODAP masing-masing yang telah hadir pada acara itu,” jelasnya.

Upacara yang dihadiri ribuan rakyat Papua, ratusan prajurit TPN-OPM dan beberapa Petinggi militer dari beberapa KODAP. (Dok SP)

Dikatakan, yang hadir dalam acara tersebut adalah utusan dan pimpinan dari tujuh KODAP serta perwakilan dan utusan delegasi aggota perkompi yang diutus untuk mengikuti acara yang dimaksud.

Jenderal Goliat Tabuni melalui pernyataan tertulisnya yang dibacakan komandan Operasi TPNPB OPM Lekagak G.Telenggen dalam rekamannya videonya tersebut menegaskan, TPN PB – OPM mendukung penuh ULMWP menjadi anggota penuh di Melanesia Sperhead Group (MSG) karena bangsa Papua Barat bukan Melayu melainkan bangsa Papua Barat adalah ras Melanesia.

Disebutkan, dalam upacara penyerahan SK ke tujuh Komando Daerah Pertahanan (KODAP) Sinak yang digelar pada 19 Desember 2016 lalu di Kwiyawagi tersebut dihadiri ribuan rakyat Papua Barat, ratusan prajurit TPN-OPM.

Selain itu Tujuh pimpinan dari KODAP yang hadir dalam kegiatan itu adalah Brigjend. Militer Murib panglima KODAP Sinak, Panglima KODAP Kwiyawagi Brigjend. Biliru Murib dan Panglima KODAP Ilaga Brigjend. Peni Murib dan komandan operasi TPN-OPM Lekagak Telenggen. Mereka menyeruhkan agar elit politik di ULMWP menghentikan pertarungan kepentingan faksi.

“Pimpinan ULMWP, NRFPB, WPNCL dan PNWP segera hentikan perlombaan (menyusun) kabinet dan konstitusi negara masing-masing,” tegasnya Tabuni dalam pernyataannya itu.

Karena, kata Tabuni, TPN-OPM tidak mengakui semua kabinet dan konstitusi milik faksi. TPN-OPM hanya mengakui konstitusi 1 Juli 1971. Kepada yang berlomba, TPNPB menayangkan perlombaan kepentingan yang sangat menghambat perjuangan pembebasan Rakyat West Papua dari penjajahan itu.

Goliat Tabuni melalui Jenderal operasinya menyeruhkan kepada Komando Daerah Pertahanan (KODAP) di seluruh wilayah Papua Barat melaksanakan revolusi tahapan sesuai perintah panglima tertinggi yang dinobatkan sejak 11 Desember 2012 di Tingginambut, Puncak Jaya, Papua.

“Revolusi tahapan itu harus terwujud dalam satu kesatuan komando Nasional di seluruh wilayah pegunungan, pesisir pantai di Papua Barat untuk satu tujuan Papua Merdeka bukan minta otonomi, pemekaran atau minta makan minum,” tegasnya.

Dikatakan, perlawanan bersenjata TPNPB dan militer Indonesia, tidak akan berhenti sebelum misi perdamaian PBB masuk di Papua Barat. Karena itu, pihaknya menyeruhan kepada negara-negara pendukung kemerdekaan Papua Barat di seluruh dunia, bahwa segerah mendesak PBB untuk kirim pasukan Perdamaian ke Papua untuk suatu tahapan menentukan nasib sendiri bagi rakyat Papua melalalui Refrendum.

“Kami menyeruhkan kepada negara-negara pendukung kemerdekaan Papua Barat di seluruh dunia, bahwa segerah mendesak PBB untuk kirim pasukan perdamaian pangkalan militer Amerika yang ada di Darwin Australia masuk di Papua untuk mengadakan referendum di Papua Barat,” tegasnya.

Mewakili tujuh KODAP wilayah Pegunungan Papua, Panglima KODAP Kwiyawagi Brigjend. Biliru Murib menyatakan pihaknya siap melaksanakan tahapan revolusi. Tahapan revolusi dalam batasan-batasan wilayah kekuasaannya.

Disebutkan, salah satu langkah pasti baginya, militer Indonesia tidak boleh memasuki wilayah kekuasaannya itu. Resiko dari melewati batas wilayah adalah peperangan. Pihaknya tidak segan-segan mengeluarkan amunisinya.

“Jika kedapatan militer Indonesia melintas wilayah yang telah patok, TPNPB tetap akan tembak mati,” tegasnya tanpa memberikan batasan wilayah yang jelas dan tegas.

Ditegaskan pul, Komando nasional dibawah pimpinan jenderal Goliath Tabuni adalah satu kesatuan Tentara Nasional Pembebasan Bangsa Papua Barat yang dipilih melalui forum KTT TPN-OPM di Biak tanggal 1-5 mei 2012.

“Maka siapapun yang berada di suatu negara merdeka kelaim sebagai panglima tinggi atas nama Bangsa Papua Barat demi hukum kami menyatakan tidak,” tegasnya
Respon Kodam XVII Cenderawasih

Seperti dilansir gatra.com, Kodam XVII/Cenderawasih mengklaim situasi Tanah Papua dalam keadaan aman dan kondusif. Bahkan hampir seluruh masyarakat Papua sedang mempersiapkan Pemilukada serentak Februari 2017 mendatang.

Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Teguh Pudji Rahardjo menyebutkan pernyataan ultimatum perang yang dinyatakan oleh Goliat Tabuni, salah satu pimpinan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah Puncak Jaya diduga terkait indikasi dukung mendukung dalam kelompok OPM pada Pilkada di Puncak Jaya.

“Pernyataan itu malahan kami indikasikan karena didalam kelompok Goliat ada saling mendukung kandidat dalam pilkada setempat. Situasi di Puncak Jaya atau wilayah lain, aman-aman saja,” jelasnya kepada GATRAnews, Senin (10/1).

Kodam Cenderawasih juga mengklaim tak mendapatkan surat ataupun sejenisnya yang menyatakan perang dari keompok OPM itu. “Kalau menyatakan perang ya ke kami, bukan ke media. Kami tak menerima langsung pernyataan yang tak bisa dipertanggung jawabkan ini,” ungkapnya.

Menurut Kodam Cenderawasih, Goliat Tabuni adalah masyarakat biasa yang wajib dilindungi dan memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk membangun daerahnya. Walaupun Goliat memiliki anggota atau anak buah yang sudah bergabung dengan NKRI, Kodam Cenderawasih masih menunggu Goliat untuk turun gunung dan bergabung dengan pemerintah.

“Enumbi itu kan pengawalnya. Enumbi sudah menyerahkan diri ke NKRI dan bergabung membangun daerahnya. Untuk pernyataan perang tersebut, ya kami ketawa saja lah. Tak perlu ditanggapi itu. Kami yang dilatih perang saja, justru ingin perang dengan pembangunan, artinya membuka keterisolasian Papua dengan pembangunan,” ucapnya.

Kodam Cenderawasih mengaku walau sejumlah anak buahnya sudah menyerah dan bergabung dengan NKRI, kelompok Goliat Tabuni masih memiliki kekuatan senjata, walaupun kekuatannya sangat kecil. “Goliat itu sudah tua dan sakit-sakitan, kami ga perlu tanggapi dia lah,” kata Teguh.
Pewarta: Arnold Belau