ArsipRibuan Orang Demo di DPRD Jayawijaya Tuntut Harga BBM dan Sembako

Ribuan Orang Demo di DPRD Jayawijaya Tuntut Harga BBM dan Sembako

Senin 2015-11-02 10:07:52

WAMENA, SUARAPAPUA.com — Ribuan massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Jayawijaya se-Pegunungan Tengah Papua (FMJ-PTP), hari ini, Senin (2/11/2015) menggelar aksi demonstrasi damai di halaman kantor DPRD Kabupaten Jayawijaya.

Aksi itu dalam rangka menyikapi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan tingginya harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) di Jayawijaya dan Pegunungan Tengah Papua.

Pantauan suarapapua.com, aksi yang dimulai pukul 11.20 WIT di halaman Kantor DPRD Jayawijaya itu awalnya dari 4 titik kumpul, yakni pasar Jibakma, Misi, Sinakma dan sekitaran kota Wamena.

Dalam aksi tersebut, massa membentangkan beberapa poster yang bertuliskan “Turunkan harga BBM, kurangi mengangkut barang proyek dari Jayapura dan stop siksa rakyat”.

Di salah satu spanduk, “Mendesak kepada Pemda Jayawijaya, DPRD dan pihak Aviasi penerbangan untuk segera mengatasi masalah kelangkaan BBM dan tingginya harga Sembako di Jayawijaya dan Pegunungan Tengah Papua”.

Mully Wetipo, koordinator aksi dalam orasinya di hadapan ribuan masyarakat Jayawijaya, mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat, menegaskan, BBM subsidi adalah milik masyarakat kecil, bukan pejabat.

“Maksudnya apa, pejabat dan dinas di Jayawijaya dapat jatah BBM subsidi. Pemerintah 5 drum, dinas kebersihan 25 drum dan stok sosial 15. Memangnya BBM subsidi ini jatah bagi-bagi ka, baru kami rakyat kecil ini pake apa?” tanya Mully dengan tegas tegas di hadapan anggota DPRD, Kepala Disperindagkop dan pihak aviasi penerbangan di halaman kantor DPRD Jayawijaya, siang tadi.

Mully juga mendesak DPRD dan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya agar segera normalkan kembali harga-harga barang yang kian melonjak tinggi di Jayawijaya.

Ia menyatakan, kelangkaan ini persoalan klasis yang terus terjadi, terutama menjelang akhir tahun.

“Dari tahun 2002 selalu ada kelangkaan dan naiknya harga bahan bakar minyak maupun sembako. Ada apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa selalu tidak ada solusinya dari pemerintah? Ini elit punya cara main,” ujar Mully.

Sejumlah perwakilan Mama-mama, Bapak-bapak dan Mahasiswa juga menyampaikan orasi. Mereka intinya meminta harga BBM dan Sembako diturunkan, termasuk meniadakan sistem kupon pengambilan BBM di Dinas Perindagkop selama ini, tetapi terkesan ada kepentingan elit yang bermain.

“Kami minta, kupon di Disperindagkop tidak usah pake lagi. Kami menderita hanya karena ulah satu dua orang di kantor itu, termasuk pejabat di daerah ini,” tegas Maria, salah satu perwakilan Mama-mama.

Mama Maria juga menegaskan, karena ulah mereka masyarakat di Jayawijaya akan melarat dan mati.

“BBM subsidi diperuntukan bagi orang lemah, bukan pejabat. Tolong, jangan sengsarakan kami rakyat kecil,” tegasnya.

Aksi damai yang digelar selain menghadirkan pimpinan dan anggota DPRD Jayawijaya, hadir pula Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindagkop) Jayawijaya, para perwakilan aviasi-aviasi yang ada di Wamena, guna mendengar seluruh aspirasi dari masyarakat.

Dalam demo, para perwakilan aviasi penerbangan, Kepala Dinas Perindagkop diberikan kesempatan menyampaikan tanggapan atas tuntutan masyarakat.

Namun salah seorang pendemo mengungkapkan, ada persoalan kuota BBM subsidi yang disampaikan Kepala Dinas Perindagskop bahwa kuota BBM subsidi bagi Jayawijaya sebanyak 680.000 liter per bulan, padahal penyampaian sekretaris Disperindagkop dan Kepala Bidang Perdagangan berbeda jauh.

“Yang benar sebenarnya siapa, apakah ketiga orang ini berbeda dinas?” tanya salah satu pendemo.

Massa juga mendesak DPRD kembali memfasilitasi dialog dengan seluruh pihak, guna mendengar dan membahas tentang kelangkaan dan tingginya harga di Jayawijaya.

Sementara, Ketua DPRD Jayawijaya, Taufik Petrus Latuihamallo kepada pendemo menjelaskan, pihaknya telah melakukan fungsinya terhadap persoalan yang terjadi dan akan diselesaikan secepatnya, dengan langkah salah satunya menelusuri kecurigaan masyarakat selama ini atas persoalan tersebut.

Petrus juga berjanji siap memfasilitasi kembali pertemuan perihal permintaan pendemo untuk membahas bersama kondisi yang terjadi saat ini.

Dalam satu dua hari ke depan, kata dia, pihaknya akan mengundang Disperindagkop dan pihak aviasi agar melakukan kalkulasi harga barang.

“Ya siap, hanya beri kami DPRD waktu untuk mencari tahu tentang kalkukasi harga barang yang saat ini dirasakan oleh masyarakat,” kata Petrus.

Dengan adanya kesepakatan akan adakan dialog kembali dengan DPRD, pukul 14:25 WIT para pendemo membubarkan diri dengan aman dan tertib.

Editor: Mary

ELISA SEKENYAP

Terkini

Populer Minggu Ini:

Pagi Ini Jalan Trans Tiom-Wamena Dipalang Caleg PPP

0
“Kami palang jalan karena sampai sekarang belum diproses surat rekomendasi untuk rekap ulang di tiga kampung ini. Waktu itu ada dugaan pelanggaran. Terus, masalah yang terjadi pada saat pemilihan itu sudah dua kali dibicarakan dari Bawaslu. Pada saat pertemuan, bupati dan KPU hadir, memang sudah disepakati untuk rekap ulang,” jelas Ruddy Yigibalom.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.