ArsipBupati Resmikan Asrama Intan Jaya di Jayapura

Bupati Resmikan Asrama Intan Jaya di Jayapura

Senin 2015-11-02 11:43:17

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Bupati Kabupaten Intan Jaya, Natalis Tabuni, beserta Wakil Bupati Yaan Kobogoyauw meresmikan asrama mahasiswa Intan Jaya di Jayapura, Senin (2/11/2015) di Jalan Buper, Waena, Jayapura, Papua.

Ketua Panitia, Rupinus Japugau menuturkan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemda yang telah hadir dan meresmikan asrama tersebut.

Bupati Kabupaten Intan Jaya, Natalis Tabuni, dalam sambutannya mengatakan, asrama dibangun di atas tanah milik mahasiswa Intan Jaya itu sendiri.

“Awalnya, tanah ini, kami mau membeli agar menjadi milik kita, di saat saya masih mahasiswa juga. Semenjak itu, kami melakukan upaya untuk mendatangkan dana, salah satunya dengan sumbang-sumbang hingga kami membeli tanah ini,” tuturnya.

Pembelian tanah menurut Bupati, tanpa dibantu pihak lain. “Jadi, tanpa ada bantuan dari pihak pemerintah dan swasta, seperti Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK). Tetapi, itu bukan menjadi masalah bagi kami.”

Sekarang setelah mahasiswa punya tanah dan asrama adalah aset Pemda, ia merasa bersyukur karena hari ini ia sendiri yang meresmikannya.

“Asrama ini harus dijadikan tempat hidup, belajar dan bersyukur kepada Tuhan,” pesan Tabuni.

Bupati juga menegaskan, asrama ini jangan dihuni hanya satu marga dan mahasiswa yang berasal dari satu gereja saja. Tetapi, asrama milik mahasiswa 4 suku yang berasal dari kabupaten Intan Jaya.

Soal biaya asrama, peralatan dan perlengkapan asrama, kata Tabuni, adalah tanggung jawab pemerintah,

“Saya janji, pada tahun 2016 akan kita bangun asrama putri Intan Jaya di Jayapura. Gedungnya permanen, seperti ini,” ungkapnya.

Ia menambahkan, peresmian asrama ini merupakan salah satu wujud dari visi Intan Jaya, yakni Intan Jaya Pintar.

“Arah visi dan misi Intan Jaya Pintar tidak bisa dihitung dari sisi pendidikan dan kesejahteraan saja, tetapi juga dilihat dari pembangunan yang menjadi titik fokus,” jelas Natalis Tabuni.

Khusus untuk bantuan pendidikan, diakuinya, selama ini tidak selalu hadir tiap tahun. Karena dana TA itu bersifat fakultatif. Artinya, dana itu boleh ada dan tidak.

Bupati menyatakan, sejak Intan Jaya mulai dimekarkan tahun 2008 hingga kini, seakan-akan kabupaten ini telah menjadi dosa asal hingga tak ada pembangunan yang jelas, itu hal buruk dan tentu saja perlu perhatian serius.

DELPIERO GOBAI

Terkini

Populer Minggu Ini:

IJTI Minta Pers Boikot Pemberitaan TNI AL Buntut Anggota Usir Jurnalis...

0
“Komandan TNI AL harus turun usut tuntas tindakan arogansi itu. Jangan anggap remeh. Ancaman itu tidak boleh terjadi. Makanya, harus ada tindakan tegas,” ujar Chanry.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.