ArsipJenazah Korban Peluru Aparat Dipulangkan Dari RS Bhayangkara

Jenazah Korban Peluru Aparat Dipulangkan Dari RS Bhayangkara

Jumat 2014-07-04 11:48:00

PAPUAN, Jayapura — Keluarga besar masyarakat Jayawijaya, Jumat (4/7/2014) sore tadi, mendatangi RS Bhayangkara untuk menjemput jenazah Jenias Wanimbo (22), mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Jayapura yang menjadi korban peluru aparat keamanan saat ricuh di Pasar Youtefe, 2 Juli 2014 lalu.

Pantauan media ini, sejak pag hingga siang hari puluhan keluarga dan kerabat korban terus berdatangan ke RS Bhayangkara untuk melihat jenazah korban yang terbaring kaku di kamar jenazah.

 

"Jeniaz tinggal di Asrama Nayak II, Kamkey. Kami dengar dia tewas karena ditembak peluru aparat keamanan kemarin. Kami mau datang untuk bawa pulang jenazah yang bersangkutan," kata salah satu senior mahasiswa Jayawijaya, Yustinus Asso, di halaman RS Bhayangkara.

 

Menurut Asso, hingga saat ini keluarga, juga rekan-rekan mahasiswa almarhum belum mengetahui kronologis kejadian, yakni, apakah yang bersangkutan ditembak saat ricuh berlangsung, atau ditembak saat yang bersangkutan ditangkap aparat keamanan. 

 

Saat ini, lanjut Asso, mahasiswa dan keluarga korban sedang mencari data dan informasi lengkap terkait tewas rekan mereka yang merupakan mahasiswa semester di sebuah perguruan tinggi swasta di Jayapura.

 

”Teman-teman kami banyak yang juga ditangkap dan disiksa, anehnya kami mau menjengkuk dan melihat mereka tetap tidak boleh. Mereka dijaga dengan ketat oleh Pihak Kepolisian dengan alasan yang tidak jelas," kata Leo Himan, salah satu mahasiswa. . 

 

Yang menjadi pertanyaan, lanjut Leo, ada apa dibalik semua peristiwa ini, sebab banyak yang menjadi korban adalah mereka yang tidak tahu-menahu dengan peristiwa di pasar Youtefa.

 

"Ini berarti pihak kepolisian yang memancing situasi, masyarakat sipil yang tidak tau apa-apa menjadi keganasan dan pelampiasan aparat kepolisian." 

 

"Ini merupakan pelangaran HAM berat yang dilakukan oleh aparat keamanan, karena di bunuh tidak secara manusiawi. Kalau begini terus lama-kelamaan kami orang Papua bisa habis," kata salah satu rekan korban, Pius Wanimbo.

 

Saat ini, jenazah almarhum Jenias Wanimbo sedang disemayamkan di Asrama Honai Nayak I kamkey, Abepura.

 

Keluarga dan rekan korban terus berdatangan memberikan penghormatan terakhir, rencananya, besok diterbangkan ke Wamena menggunakan pesawat carteran.

 

Informasi yang dihimpun media ini, ada sekitar lima orang lagi yang menjadi korban dari "keganasan" aparat keamanan, dan saat ini beberapa jenazah belum diketahui keberadaannya.

 

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua, Kombes (Pol) Pudjo Sulistiyo, kepada media mengatakan, pelaku pembunuhan aparat kepolisian di pasar Youtefa akan terus dicari hingga dapat.

 

AGUS PABIKA

Terkini

Populer Minggu Ini:

Menteri Perempuan Fiji Lynda Tabuya Menyerukan Undang-Undang Online yang Lebih Kuat

0
"Dunia ini tidak adil dan sebagai perempuan dalam politik, kami menghadapi banyak ketidakadilan dan ketidakadilan. Namun saya pikir hal ini juga membuat kami lebih bertekad untuk berdiri dan didengar," tambahnya.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.