ArsipMahasiswa Bantah Pernyataan Kabag Kesra Intan Jaya

Mahasiswa Bantah Pernyataan Kabag Kesra Intan Jaya

Minggu 2015-03-01 17:25:00

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Gerakan Mahasiswa Peduli Intan Jaya mempertanyakan permasalahan dana pendidikan yang dijelaskan oleh Kesra Intan Jaya, Neno Tabuni, Rabu (25/2/2015), bahwa dana pendidikan yang diberikan bukan beasiswa tetapi bantuan merupakan kebijakan Pemda Intan Jaya.

Hal tersebut diungkapakan oleh Elias Mujijau saat jumpa pers di sekretarat asrama Intan Jaya, Jayapura, Sabtu (28/2/2015) kemarin.

 

Elias mengatakan, "Kami mempertanyakan kepada Kabag Kesra Intan Jaya, Neno Tabuni bahwa dana pendidikan dana yang diberikan kepada mahasiswa hanya berlaku di Kabupaten Intan Jaya saja atau berlaku untuk seluruh mahasiswa Intan Jaya se-Indonesia, yang diperhatikan dari dana Otsus." (Baca: Mahasiswa Menilai Bupati Intan Jaya Keliru dan Belum Tahu Tanggung Jawab Gubernur)

 

“Kami tegaskan kepada Kesra Intan Jaya untuk bertanggung jawab atas bantuan anggaran tahun 2014 tahap kedua yang belum disalurkan kepada mahasiswa,” ujar Elias.

 

Elias menjelaskan, Gerakan Mahasiswa Peduli Intan Jaya menanggapi pernyataan dari kabag Kesra Intan Jaya, bahwa setiap bulan per-mahasiswa Intan Jaya se-Indonesia mendapatkan dana Rp 5.000.000 (Lima Juta rupiah).

 

“Ungkapan Kesra Intan Jaya Neno Tabuni, merupakan pembohongan publik dan mencari nama di muka umum padahal kenyatan dil apangan tidak ada dan uang yang diberikan oleh Pemda Intan Jaya dan kami tidak gunakan untuk berfoya-foya, tetapi keterlambatan pemerintah dalam mencairkan dana untuk pembayaran uang kuliah di setiap kota studi,” ungkapnya lagi.

 

Sementara itu, Venus Sondegau mengatakan, jangan dengan aksi mahasiswa seperti ini pemerintah Intan Jaya mau memberhentikan bantuan dana baik itu beasiswa atau bantuan lainnya.

 

“Pemda Intan Jaya mengatakan mahasiswa Intan Jaya bikin gerakan tambahan kami akan hentikan bantuan namun kami merasa bahwa kami sudah tahu aturan bahwa itu tidak benar, sehingga kami melakukan aksi dan UU Otsus nomor 21 tahun 2001 juga dengan jelas dan dana itu hak kami,” tegas Venus.

 

"Kami berharap Pemda Intan Jaya bekerja sama dengan seluruh badan pengurus asrama se-Indonesia, sehingga persoalan seperti ini dapat diselesaikan dengan cepat," ujarnya.

 

Editor: Mikael Kudiai

 

AGUS PABIKA

Terkini

Populer Minggu Ini:

Freeport dan Kejahatan Ekosida di Wilayah Suku Amungme dan Suku Mimikawee...

0
Ekosida adalah merusak lingkungan dan memusnahkan manusia secara bersamaan khususnya pada wilayah yang mengalami kemiskinan. Ekosida dapat menyebabkan kerusakan lingkungan yang menimbulkan berbagai masalah sosial, budaya dan kesehatan manusia di sekitar lingkungan tersebut. Masyarakat yang terkena dampak ekosida dapat mengalami krisis ekonomi akibat kehilangan sumber daya ekonomi dan pekerjaan. Ekosida juga dapat menimbulkan penyakit yang mematikan pada tubuh manusia dan mengubah budaya serta mengurangi keeratan interaksi sosial antarwarga.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.