AMPTPI Wilayah Indonesia Timur dan BEM Uncen Tetap Gelar Konser

0
1826

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Natan Naftali Tebai, ketua Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua Indonesia (AMPTPI), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Indonesia Timur menegaskan bahwa Pihaknya bersama BEM Uncen tetap menggelar konser di Auditoriun Uncen, pada 22 Agustus 2016 seperti sudah direncanakan.

Natan Tebai menjelaskan, konser musik akan tetap berjalan dengan beberapa grup musik dari Papua. Meskipun tidak akan dihadiri oleh dua grup lain yang sudah menyatakan tidak akan hadir dalam konser tersebut.

“Awalnya kami rencanakan untuk konser ini diselenggarakan bersama Manico Grup, Kaonak Grup dan Eyuser Grup. Tetapi ada kendala komunikasi yang terbangun antara panitia penyelenggara dengan Manico Grup dan Kaonak Grup. Sehingga Manico dan Kaonak Grupvmenyatakan tidak akan tampil,” jelas Natan kepada suarapapua.com dai Auditorium Unce, Senin (22/8/2016) di Jayapura, Papua.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pernyataan dari grup Manico dan Kaonak dengan alasan tidak ada pemberitahuan dan koordinasi dari pihak penyelenggara dan Manico serta Kaonak Grup. Kata dia, konser ini yang akan digelar pada hari ini merupakan tindak lanjut dari konser yang sebelumnya dibatalkan sehari sebelum digelar di Lapangan Trikora pada Juli lalu.

“Tetapi saya perlu sampaikan bahwa, alasan Manico Grup dan Kaonak Grup tidak tampil karena dua alasan. Pertama, personil grup masih ada di daerah-daerah. Hal ini menyebabkan kendala dalam hal akomodasi untuk ke Jayapura. Dan ke dua, Belum ada kesepakatan tanggal untuk kumpul bersama. Sehingga masing-masing masih beraktifitas dengan kesibukannya,” jelas Natan yang juga ketua KNPI Kab. Dogiyai ini.

Maka itu, lanjut Natan, panitia penyelenggara gandeng grup Eyuser. Eyuser akan mekhususkan diri untuk menyanyikan lagu-lagu mambesak. Selain Eyuser Grup ada dua grup lagi.

Untuk itu, pada kesempatan ini, kata Natan, peyelenggara secara terbuka meminta maaf pada grup Manico dan Kaonak dan penggemarnya.

“Kami akan upayakan untuk Manico dan Kaonak tampil di momen-momen mendatang. Sekali lagi kami meminta maaf pada grup Manico dan Kaonak serta penggemarnya,” ujarnya. .

Dijelaskan Natan, soal penggunaan nama dan personil Manico dan Kaonak yang ada di stiker maupun tiket, tidak ada maksud tertentu namun sebelum pembuatan stiker dan tiket sudah ada komunikasi yang dibangun di lintas penyelenggara.

“Namun kami belum menerangkan kepada grup tentang penggunaan tiket. Soal foto personil dan nama grup Manico dan Kaonak di stiker dan tiket yang sudah terdistribusi, saya meminta maaf. Karena sudah terlanjut didistribusikan, sehingga penyelenggara tidak bisa menarik kembali. Untuk itu saya minta maaf pada personil Manico dan Kaonak Grup,” terangnya.

Lanjut dia, “saya akan ketemu dengan personil grup Maniko dan Kaonak setelah penyelengaraan kegiatan ini, untuk memberikan penjelasan klarifikasi yang lebih detail tentang kegiatan ini. Juga untuk merencanakan kegiatan lanjutan,” pungkasnya.

Sementara itu, Nimrod Wakerkwa, salah satu personil Manico dan Kaonak Grup melalui akun media sosial media facebook resminya mengatakan, Manico Grup dan Kaonak Grup tidak akan tampil dengan alasan tidak ada kesepakatan antara penyelenggara dengan pihaknya.

“Kami dari Manico Group dan Kaonak Group belum ada kesepakatan dengan AMPT dan BEM Uncen untuk konser pada tanggal 22 Agustus 2016. Maka kami harap seluruh penggemar dan simpatisan untuk tidak ikut-ikutan dalam acara ilegal tersebut,” tulisnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, sudah dua kali saudara-saudara kita ditipu oleh oknum-oknum yang mengatasnamakan kedua Group ini untuk mencari uang. Maka dengan tegas kami tidak akan turun konser. Yang merasa dirugikan langsung aja ketemu dengan penyelenggara acara ini saudara Natan Tebay. Kami atas nama Maniko maupun Kaonak Group mohon maaf atas kejadian ini. Trm ksh,” tulisnya.

Untuk diketahui, akan ada tiga grup yang tampil dalam konser yang digelar oleh AMPTPI Wilayah Indonesia Timur dan BEM Uncen dalam rangak menggalang dana untuk pembuatan tugu Arnold C Ap adalah Eyuser (Musik Mambesak), Gaidap Star Voice (Musik Etnis Mee) dan Ras Melanesia (Musik DJ versi Papua).

Pewarta: Arnold Belau