13 Orang di Bomela, Kabupaten Yahukimo, Meninggal

0
8457

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Kondisi kesehatan masyarakat beberapa kampung di distrik Bomela, kabupaten Yahukimo, dilaporkan buruk dengan makin bertambah jumlah pasien yang hingga kini belum mendapat layanan kesehatan.

Yawal Balyo, tenaga kesehatan dari Yayasan Kristen Pelayanan Sosial Masyarakat Indonesia (Yakpesmi) mengatakan, selain banyaknya pasien, tercatat 13 orang dari beberapa kampung di distrik Bomela meninggal dunia.

“Sampai sekarang jumlah orang sakit dan yang meninggal terus meningkat,” ujar Yawal kepada suarapapua.com saat tiba di Wamena sepulang dari Bomela, Kamis (13/6/2019).

Menurutnya, 13 orang yang meninggal itu setelah menderita sakit cukup lama. Ia menduga tiadanya petugas kesehatan memicu kian buruknya kondisi kesehatan masyarakat di sana.

“Dari distrik Bomela masing-masing desa Kitikini 6 orang, desa Kubiyalar 5 orang, desa Balamdua 2 orang, dan ada beberapa desa lain di Bomela juga sampai sekarang belum ada tenaga kesehatan,” jelasnya.

Sementara itu, Panuel Maling, pelaksana tugas ketua Ikatan Suku Besar Una, Kopkaka, Arumtap, Arupkor, Mamkot, Momuna (IS-UKAM), membenarkan laporan adanya pasien dan warga meninggal dunia. Kata dia, hingga kini belum ada penanganan secara serius dari pihak terkait.

“Dinas kesehatan kabupaten Yahukimo harus segera turun ke Bomela dan tangani warga yang sakit karena banyak yang sudah meninggal dunia,” ujar Panuel.

Lebih penting lagi, lanjut dia, dinas kesehatan mesti tempatkan tenaga medis yang bisa menetap di distrik Bomela.

Panuel membeberkan kondisi yang dialami warga Bomela bermula dari sakit diare, batuk, dan demam.

“Jika ada tenaga medis yang menetap di sana, sakitnya bisa teratasi,” ucapnya sembari mendesak pemerintah daerah segera tangani secara serius sebelum angka kematian meningkat.

Pewarta: Ardi Bayage
Editor: Markus You