Perjuangan Bougainville-Papua Barat Merdeka: Persamaan dan Perbedaannya

0
149

Oleh: Alleb Koyau)*

TULISAN ini bermaksud menyajikan fakta-fakta terkait persamaan dan perbedaan yang ditemukan dari dua pulau di wilayah tanah suku bangsa Melanesia: Bougainville dan Papua Barat (West Papua). Dimana dalam beberapa tahun terakhir kedua pulau ini terus menjadi titik fokus perhatian dunia internasional karena memiliki sekelumit persoalan yang sama yakni soal pergerakan dan aspirasi kemerdekaan. Analisa ini diangkat agar kita dapat berkacamata dalam aspek apa saja terdapat nilai persamaan dan perbedaan antara karakteristik-karakteristik manusia bersama dinamika isu-isunya yang menyertai di pulau Bougainville dengan Papua Barat. Dan itu bisa menjadi info awal bagi para pembaca untuk menggali lebih jauh lagi dengan prakarsa sendiri. Patut diakui bahwa informasi dasar mengenai fakta pulau dan rakyat Bougainville dengan segala isu-isunya tidak banyak diketahui publik global termasuk oleh rakyat Papua sebagai keluarga terdekat mereka. Hal itu dikarenakan minimnya referensi-referensi dan teks berbahasa Indonesia di internet maupun buku cetak di Papua Barat. Walau demikian, bukan berarti tidak ada jalan untuk memahami dan melirik bagaimana fakta  kondisi Bougainville untuk ditarik benang merah persamaan dan perbedaan antar kedua pulau satu keluarga, satu ras dan moyang Melanesia ini.

Berikut ini merupakan rangkuman fakta-fakta tentang persamaan maupun perbedaan antara pulau Bougainville dan Papua Barat yang dirangkum berdasarkan telaah kritis dari beragam referensi.

Persamaan

  1. Secara geografis, pulau bougainville terletak di sebelah timur PNG, demikian juga Pulau Papua Barat berada di sebelah timur Indonesia.
  2. Secara geografis juga baik pulau Bougainville dan Papua Barat terletak di Kawasan Pasifik Selatan dan tergabung di dalam organisai rumpun Melanesia, Melanesian Spreadhead Group (MSG).
  3. Secara Etnis, rakyat Bougainville dan Papua Barat adalah sama-sama ras dan etnis Melanesia.
  4. Dari aspek sosial-kebudayaan diantara internal ras Melanesia, maka rakyat Bougaiville lebih mirip dengan penduduk negara Kepulauan Solomon sama seperti rakyat Papua Barat yang mirip dengan penduduk Papua Nugini.
  5. Secara administratif, pemerintahan Bougainville dan Papua Barat sama-sama berada pada status Otomomi Khusus (Speciall Autonomy).
  6. Secara politik, rakyat Bougainville dan Papua Barat memiliki histori perjuangan menuntut Kemerdekaan sejak setengah abad silam.
  7. Secara politik juga, Bougainville pernah merdeka pada 1 September 1975 dengan nama negara Republik Solomon Utara sama seperti Papua Barat yang merdeka pada 1 Dember 1961 dengan nama negara republik Papua Barat secara de facto.
  8. Secara historis, latar belakang perjuangan kemerdekaan kedua wilayah ini karena ketidakadilan sosial dan eksploitasi Sumber Daya Alam (masing-masing oleh karena tambang Panguna dan Freeport yang diaktori juga oleh perusahaan Rio Tinto).
  9. Dari sisi aktor perjuangan dan perlawanan, perjuangan rakyat Bougainville di cetuskan oleh BRA: Mr. Alm. Francis Ona Cs dan di West Papua oleh OPM: Mr. Goliat Tabuni cs.
  10. Baik pejuang Bougainville dan Papua Barat sama-sama mengusung metode perjuangan/perlawanan bersenjata.
  11. Dari sisi sekutu kolonial, pejuang Bougainville melawan PNG dan sekutunya Australia sementara pejuang Papua Barat menghadapi Indonesia dan sekutunya Amerika Serikat dan juga Australia sebagai sekutu tradisional Amerika.

Perbedaan

  1. Dari aspek kolonial, rakyat Bougainville bersama PNG dikolonisasi oleh Inggris-Australia, sementara rakyat Papua Barat dikolonisasi oleh Belanda-Indonesia (Kolonialisme Belanda masih kontradiktif).
  2. Jika benar bahwa rakyat Papua Barat pernah dijajah Belanda, maka rakyat Papua Barat mengalami penjajahan berturut-turut dari Belanda dan Indonesia saat ini. Sementara rakyat Bougainville tidak.
  3. Saat ini wilayah dan rakyat Bougainville berada di bawah okupasi sesama bangsa Melanesia yaitu Papua Nugini, sementara Papua Barat berada di bawah okupasi bangsa ras berbeda yakni ras Melayu Indonesia.
  4. Perlawanan pejuang dan rakyat Bougainville melawan sesama saudara Melanesia sementara rakyat dan pejuang Papua Barat melawan ras berbeda yakni Melayu.
  5. Dari aspek histori kemerdekaan, rakyat Bougainville pernah dijanjikan kemerdekaan oleh PNG sejak 1975 tetapi tidak pernah dipenuhi hingga munculnya perjuangan melalui pemberontakan. Sementara  rakyat Papua Barat sudah diberikan Kemerdekaan oleh Belanda pada 1961 tetapi dianeksasi oleh Indonesia.
  6. Perjuangan revolusi tentara Bougainville melibatkan Sam Kauona dkk yang merupakan tentara PNG yang pro kemerdekaan Bougainville, sementara di Papua Barat tidak demikian, hampir semua tentara asal Papua Barat (sepertinya) Pro Indonesia.
  7. Dari aspek metode perjuangan, pejuang kemerdekaan Bougainville menggunakan metode perjuangan revolusi untuk meraih kemerdekaan, sementara di Papua Barat tidak jelas metode apa yang digunakan alias setengah-setengah.
  8. Dari sisi keberhasilan perjuangan revolusi, BRA berhasil menghancurkan pusat tambang Panguna dan menguasai wilayah itu, sementara di Papua Barat tidak.
  9. Perjuangan pasukan Francis Ona Cs berhasil mengalahkan pasukan milisi dan militer Australia bersama PNG (PNGDF). Sementara di West Papua tidak karena corak perlawanan OPM muncul-tenggelam, kurang intens, tidak sistematis dan kurang berkesinambungan, berskala kecil serta bersifat insindentil, tematis dan sporadis.
  10. Pasukan Prancis Ona (BRA) berhasil menduduki dan menguasai dua provinsi Arawa dan Buka (Ibukota Bougainville). Sementara di West Papua tidak ada basis wilayah kekuasaan penuh (OPM) yang jelas.
  11. Dari sisi intensitas peperangan, perang kemerdekaan tahun 1988-1998 adalah yang terbesar dan terbuka di Bougainville oleh pasukan kemerdekaan Francis Ona, sementara di West Papua tidak ada konfrontasi terbuka yang berarti.
  12. Perjuangan revolusi tentara Bougainville pernah difilmkan oleh Inggris berjudul: “ Coconut Revolution” sementara perjuangan Papua Barat tidak pernah difilmkan.
  13. Dari aspek resolusi konflik, perjuangan tentara revolusi Bougainville berakhir dengan resolusi damai 2001/2005 bersama pemerintah PNG (BPA) di bawah pemerintahan Billy Skate difasilitasi Kepuluaan Solomon dengan resolusi inti referendum, sementara di Papua berakhir dengan resolusi Otonomi Khusus 2001, pemekaran dan sejenisnya (tidak ada referendum).
  14. Dari sisi eksistensi rasial, ras Melanesia di Papua Barat Indonesia terancam punah dibandingkan ras Melanesia di Bougainville akibat kuatnya penetrasi dan dominasi ras Melayu di Indonesia di West Papua.
  15. Sampai saat ini, rakyat Bougainville telah menggelar referendum yang berakhir dengan hasil sangat menjanjikan bahwa 97 % rakyat memilih merdeka. Sementara rakyat West Papua masih ribut dengan masalah kolot pemekaran dan evaluasi Otonomi Khusus di antara pejabat-pejabat lokal yang haus kekuasaan sesaat.

Dari ringkasan perbedaan dan kesamaan tersebut di atas sebenarnya terdapat banyak point-point krusial yang menjadi kunci di antara kedua pulau: Bougainville dan Papua Barat. Dari pointing ringkasan tersebut, terungkap bahwa fakta perbedaan antara kedua pulau dan perjuangan rakyatnya lebih besar. Hal ini terutama tampak dalam aspek dinamika perjuangan menuntut kemerdekaannya.

Situasi gejolak kemerdekaan Bougainville nampaknya menemui titik terangnya ketika situasi politik pemerintahan Papua Nugini mengalami perubahan dan pergantian kepemimpinan. Hal itu telah berpengaruh terhadap tata cara penanganan konflik atas Bougainville. Kebesaran Hati Sir Julius Chan dan Billy Skate sejak 1991 hingga 2005 menangani konfrontasi antar BRA dan PNGDF dan afialiasinya menjadi kunci utama hadirnya referendum di wilayah Bougainville pada tahun 2019 ini.

Dari ringkasan ini pula patut diambil kesimpulan bahwa perjuangan orang-orang Papua Barat untuk merdeka dari okupasi Indonesia menghadirkan tantangan yang sangat berat karena selain akan mengahdirkan resistensi rasialis, operasi pertambangan PT. Freeport masih terus berlangsung hingga kini dan dibelakang aksi-aksi Indonesia terdapat Amerika Serikat yang berkepentingan atas PT.Freeport itu, serta rakyat pejuang di Papua belum menemukan dan memutuskan suatu metode dan strategi perjuangan yang lebih tepat untuk mengakhiri seluruh proses perjuangan dan cita-cita kemerdekaannya. Selanjutnya pertanyaan kunci adalah apakah Indonesia sebagai wilayah administrator Papua Barat akankah berani membuktikan klaimnya sebagai negara demokrasi terbesar di dunia dengan memberi hak penentuan nasib sendiri bagi Papua Barat sebagaimana PNG?

)* Penulis adalah Aktivis Mahasiswa Papua