Bupati Kab. Intan Jaya Sesalkan Tudingan Menkopolhukam, Mahfud MD

0
1972

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni menyayangkan beredarnya berita bahwasannya dia mengendalikan pemerintahan dari luar daerah, terutama pada saat terjadi konflik berdarah di daerah tersebut.

Pernyataan bahwa bupati Intan Jaya mengendalikan pemerintahan Intan Jaya dilontarkan oleh Menkopolhukam, Mahfud MD. Dimana Mahfud mengaku telah mendapatkan laporan tentang hal itu seperti diberitakan media di Indonesia.

“Saya mau memberikan klarifikasi karena beredar beredar berita miring bahwa saya mengendalikan pemerintahan dari luar daerah. Ini sama sekali tidak benar. Terus terang saya sesalkan sekali, karena saat kami sedang berupaya jatuh bangun berupaya mengendalikan situasi keamanan di Intan Jaya malah dapat berita seperti ini,” kata Natalis kepada media ini pada Kamis malam (1/10/2020) dari Sugapa, Intan Jaya.

Baca Juga:  Pemerintah Kabupaten Intan Jaya Teken MoU dengan Kampus IPB Bogor

Bupati Natalis menegaskan, dirinya sempat meninggalkan daerah beberapa waktu lalu karena harus memenuhi undangan dari Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara.

“Itu karena ada undangan dari Pak Menteri PAN –RB lalu karena situasi Covid juga terpaksa harus tertahan. Kejadian penembakan Pendeta Yeremias di Hitadipa tanggal 19 September, tanggal 20 saya sudah langsung berada di Intan Jaya,” tegasnya.

ads

Dia juga menyayangkan pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD yang menyampaikan berita tidak benar kepada publik yang menuding seakan-akan Natalis tidak berada di Sugapa, Intan Jaya dan mengendalikan pemerintahan dari luar daerah.

“Terus terang saya kecewa juga karena Pak Menko Polhukam harusnya bertanya kepada kami terlebih dahulu sebelum membuat pernyataan yang tentu saja tidak benar,” bebernya.

Baca Juga:  Pimpinan Gereja Katolik Meminta Semua Pihak Dukung Pemkab Intan Jaya

Terkait langkah-langkah pemulihan keamanan di Intan Jaya pasca kejadian kata dia, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan semua pihak baik dari kepolisian, TNI, Tokoh Adat dan Gereja termasuk juga saksi-saksi yang mengetahui langsung kejadian penembakan tersebut. Bahkan sejak kejadian penembakan terhadap Pendeta Yeremias di Hitadipa, pihaknya sudah melakukan dua pertemuan besar di Kantor BUpati Intan Jaya di Sugapa.

“Yang intinya sama agar kita memastikan betul siapa pelaku penembakan dan apa motifnya. Kami saat ini juga sedang berusaha memastikan keamanan jadi kami berharap agar tidak lagi membuat kegaduhan dengan menyebarkan berita-berita yang tidak benar,” pungkasnya.

Baca Juga:  Dukcapil Intan Jaya akan Lanjutkan Perekaman Data Penduduk di Tiga Distrik

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md menyebut situasi di Intan Jaya, Papua, saat ini aman terkendali. Namun Mahfud meminta Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni mengawasi secara langsung situasi keamanan di daerahnya.

“Di Intan Jaya, situasi aman-terkendali seperti biasa. Aparat keamanan sudah berjalan seperti biasa, cuma kita mengimbau pemerintah, dalam hal ini Bupati, supaya mengendalikan Intan Jaya itu secara langsung. Jangan dikendalikan dari luar,” kata Mahfud kepada wartawan melalui konferensi secara virtual, Kamis (1/10).

Mahfud mengaku mendapat laporan bahwa Natalis tidak berada di Kabupaten Intan Jaya untuk melakukan tugasnya. Dia akan mengecek kebenaran kabar itu.

REDAKSI

Artikel sebelumnyaKIKA Indonesia Sayangkan Adanya Pembungkaman Ruang Demokrasi Mahasiswa di Papua
Artikel berikutnyaAbua Yikwa dan Yandu Kogoya Korban Rasisme Bebas dari Lapas Abepura