BeritaIni Kepala Suku Besar Baru Paniai, Diharapkan Jaga Tanah dan Masyarakat

Ini Kepala Suku Besar Baru Paniai, Diharapkan Jaga Tanah dan Masyarakat

PANIAI, SUARAPAPUA.com — Melianus Yumai, pada acara musyawarah adat (Musdat) pemilihan kepala suku besar kabupaten Paniai, Selasa (10/11/2020) kemarin, di aula kantor Bupati Paniai, terpilih menjadi ketua kepala suku besar kabupaten Paniai.

Ia menang setelah mengungguli 16 calon kepala suku lainnya dengan perolehan suara sebanyak 49 suara dari total suara pemilih 240 suara yang terdiri dari jumlah peserta ditunjuk, 24 kepala distrik dan 216 kepala kampung.

Bupati Paniai Meki Nawipa kepada Melianus Yumai dalam sambutan penutup, meminta harus bisa merangkul semua mitra kerja yang ada dan terutama jaga tanah dan masyarakat Paniai.

“Memang kamu menang dengan 49 suara, tetapi tidak sebenarnya kamu menang karena telah diberi kepercayaan langsung oleh Tuhan, alam dan masyarakat. Jaga baik amanah yang dikasih ini dengan penuh tanggung jawab. Mari bersama saya dan semua pihak yang ada dengan kamu dari lembaga adat sama-sama bergandengan tangan jaga tanah dan bangun masyarakat Paniai,” ajak Meki.

Baca Juga:  261 Link Lao-Lao Papua yang Dibagi di Facebook Telah Dihapus, Ada Apa?

Supaya kerja lembaga adat efektif, bupati berjanji menyiapkan rumah atau kantor adat di tiap desa, distrik hingga kabupaten sebagai induk.

“Itu semua akan saya lakukan, tetapi setelah badan pengurus dilantik. Untuk pelantikan sendiri, kalau tidak dalam bulan ini, bulan depan. Kemudian untuk hal-hal teknis lain menyusul.”

Bupati juga meminta para kepala suku tingkat desa dan distrik yang telah terpilih dapat mendukung kerja sesuai visi-misi kepala suku besar Paniai terpilih.

Baca Juga:  Warinussy Minta Kapolres Jayapura Diperiksa Karena ‘Membiarkan’ Warga Sipil Bertindak Arogan di Mapolres

“Tidak ada tujuan lain hingga saya dorong bentuk lembaga ini. Cuma satu, supaya kita sebagai pemilik tanah dapat benar-benar menjadi tuan di atas tanah kita sendiri,” ujar Nawipa.

Melianus Yumai, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan sebagai kepala suku besar Paniai.

“Saya tidak mau bicara banyak. Mari kita kerja. Kita harus satu. Terima kasih untuk kepercayaan ini,” kata Yumai.

John NR Gobai, yang sekarang sebagai mantan ketua Dewa Adat Daerah Paniyai usai Musdat mengaku apresiasi karena kegiatan bisa sukses hingga terpilih ketua kepala suku yang baru.

Baca Juga:  ULMWP: Selamat Jalan Tuan Lukas Enembe, Pemimpin dan Tokoh Peradaban Papua

“Sudah 12 tahun saya jadi ketua DAP Paniyai. Saya rasa sudah cukup dan perlu ada orang lain gantikan saya dan hari telah terjadi. Ini luar biasa.”

“Saya harap ketua baru dapat menjalankan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik. Kalau ada hal tidak baik di masa kepemimpinan saya, harap jangan dicontoh. Ambil yang baik dan terapkan,” kata John.

Sem Nawipa, ketua DPRD Paniai juga berharap, mengingat daerah Paniai didiami empat suku (Mee, Moni, Wolani dan Auye), kepala suku besar Paniai terpilih dalam menyelesaikan suatu masalah harus mampu dan netral.

Pewarta: Stevanus Yogi
Editor: Markus You

Terkini

Populer Minggu Ini:

Mahasiswa Nduga se-Indonesia Sikapi Konflik Pemilu di Distrik Geselema

0
“Yang terjadi di lapangan ternyata prinsip-prinsip demokrasi tidak berjalan baik sesuai dengan harapan masyarakat Nduga. Seperti terjadi dalam pesta demokrasi berupa pemilihan presiden dan wakil presiden maupun pemilihan legislatif (DPR RI, DPD RI, DPRP, dan DPRK). Proses pemilihannya berubah jadi konflik. Situasi kabupaten Nduga tidak kondusif karena terjadi perang keluarga bertepatan dengan Pemilu serentak pada tanggal 14 Februari 2024 yang mana saat perhitungan suara dari distrik Geselema, dari hasil pemungutan suara salah satu caleg dari PSI unggul dibandingkan caleg dari partai Golkar,” bebernya.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.